Resume materi 3 pelantikan kader Gamais (From Kader Mula to Kader Muda)

Da’wah

By : Ustadz Arif (dengan sedikit perubahan)

Bandung, 30 Oktober 2010

Artikel adalah ringkasan dari materi ke-3 dalam acara pelantikan kader GAMAIS 2010.

 

Dakwah adalah “mengeluarkan seseorang dari belenggu hawa nafsu dan kenikmatan dunia menuju Islam.

Dari sisi seorang da’I dakwah adalah mengeluarkan seseorang kepada Allah azza wa jalla dengan menggunakan hikmah atau nasehat yang baik hingga mereka mengingkari taghut menuju Islam.

Menurut Ustadz arif, dakwah memiliki 5 komponen, yaitu :

  1. Dakwah

Komponen pertama ialah keberadaan dakwah itu sendiri.

2.Objek

Tentunya dalam berdakwah dibutuhkan sasaran atau objek, dalam lingkup kampus, objek dakwah adalah seluruh civitas akademik yang ada dalam kampus.

 

3.Tujuan

Dalam berdakwah tujuan nya ridha Allah SWT.

 

4.Cara

Cara yang digunakan adalah dengan nasihat atau hikmah yang baik.

 

5.Sasaran

Agar seluruh manusia mengingkari thagut menuju Islam.

 

Saat ini definisi da’wah telah berubah dari yang seharusnya, masyarakat lebih mengenal da’wah sebagai khutbah atau ceramah, padahal alqur’an mendefinisikan da’wah sebagai berikut :

  1. Meminta atau menuntut
  2. Menyeru
  3. Memohon
  4. Mendorong
  5. Memerintah

Dapa diambil kesimpulan, dakwah tidak hanya berupa ceramah atau khutbah, cakupan dakwah lebih luas dari itu.

Ustad arif menutup materi ini dengan sebuah perkataan, bahwa seorang kader dakwah memiliki 4 hal yang menjadi kekuatannya, yaitu :

  • Dzikir
  • Do’a
  • Tilawah
  • Qiyamul Lail

Pelantikan Kader Gamais 2010 “from kader mula to kader muda”

 

 



1 tahun kedepan bersama GAMAIS ITB

Ketika seseorang ditanya apa yang diharapkankan dalam sebuah lembaga dakwah seperti gamais, tentu yang terpikirkan adalah memperdalam keislaman (pembinaan). Ya, begitu juga saya, secara garis besar yang saya harapkan adalah pemahaman terhadap Islam secara lebih mendalam. Saya membagi impian besar itu menjadi potongan-potongan kecil sebagai berikut :

  1. 1. Memiliki pemikiran islam (dakwah) yang komprehensif

Sebagai sebuah lembaga dakwah, tentu 2 pilar utama yang mutlak dibutuhkan adalah syiar dan kaderisasi, oleh karena itu, harapan yang ada dari kaderisasi(tarbiyah) yang diberikan oleh gamais, 1 tahun kedepan saya telah memiliki pemahaman terhadap islam dan dakwah secara benar.

  1. 2. Hafal 5 juz alqur’an (minimal)

Berada dalam lingkungan islam, alqur’an menjadi keseharian, tentu jalan menjadi hafiz qur’an terbentang lebar. Ya, gamais adalah jalan menuju mimpi besar saya menjadi seorang hafiz. Semoga 1 tahun kedepan minimal saya telah menghafal 5 juz alqur’an (amiin).

  1. 3. Memiliki 500 teman (minimal)

Lembaga dakwah, unit kegiatan terbesar dan tersebar di ITB, tentu ukhuwah adalah bagian dari kegiatan yang ada di gamais. Dengan berada dalam lingkungan gamais sebagai sebuah unit yang terbesar dan tersebar di ITB,  satu tahun kedepan saya berharap telah memiliki minimal 500 teman, hal yang sangat menyenangkan ketika saya berjalan di ITB bisa menyapa dan mengucap salam semua orang karena ukhuwah yang terjalin.

  1. 4. Kompetensi dalam Teknik Perminyakan(amiin)

satu keluarga menjadi model LDK Nasional berbasis pembinaan dan kompetensi, melingkupi seluruh sayap dakwah menuju Indonesia Islami”.

Berbicara sebagai seorang kader gamais yang notabenya adalah lembaga dakwah salah satu institut terbaik bangsa, tentu tidak pas rasanya jika kita hanya memiliki pemikiran islam secara baik saja, menjadi kader yang memiliki kompetensi dalam bidang masing-masing tentu menjadi sebuah keharusan.

Saya sangat setuju dengan kata-kata kang yusuf dalam acara temu tokoh lalu, beliau mengatakan, “di gamais kalian tidak akan menjadi seorang kyai, kalian disini didik untuk menjadi ilmuwan muslim, pengusaha muslim ataupun tekhnokrat muslim”. Oleh karena itu, tak salah rasanya mengharap keberadaan saya dalam gamais dapat menjadi penunjang impian meraih prodi Impian, belum lagi jika melihat dari visi gamais diatas “LDK Nasional berbasis pembinaan dan kompetensi’.


Semoga sebagai kecil mimpi saya ini bisa terwujud dengan keberadaan saya dalam lingkungan Gamais dalam 1 tahun kedepan. (Amiin).

Memperbaiki sistem persepakbola Indonesia

Sudah lebih dari 1 dekade sepakbola Indonesia tidak menunjukkan prestasi membanggakan, kekalahan telak 7-1 dari Uruguay semakin menunjukkan sepakbola kita membutuhkan perbaikan. Padahal, jika kita telusuri beberapa waktu silam, Indonesia memiliki latarbelakang sepakbola yang cukup membanggakan, keikutsertaan Indonesia dalam piala dunia di tahun 1938 salah satu contohnya.

Pertanyaannya adalah, mengapa dengan majunya teknologi, semakin berkembangnya zaman, sepakbola kita tidak menunjukkan sebuah perbaikkan, malah cenderung mengalami kemunduran.

Sesusah itukah memilih 11 pemain berkualitas dari 230 juta penduduk negeri ini. Saya rasa tidak, apalagi, jika kita pikirkan, sesungguhnya Indonesia memiliki potensi sepakbola yang sangat besar, suporter fanatik, sumber daya manusia berlimpah dan populernya sepakbola di kalangan masyarakat.

Lalu apa sebenarnya masalah krusial sepakb ola negeri ini? itulah sebuah pertanyaan besar dalam benak kita semua.

Menurut saya, ada beberapa faktor penyebab mengapa sepakbola negeri ini tidak kunjung menunjukkan sebuah perbaikan. Pertama ialah tidak berjalan dengan baiknya pembinaan pemain muda. Sering sekali kita melihat pemain sepakbola junior kita memenangi kejuaraan dunia, teranyar, tahun 2006, pemain junior Indonesia menjadi juara 4 di ajang Danone Nations Cup, dengan status the best defense team, di ajang yang sama, tahun 2004 Indonesia menjadi peringkat ke-11 dari 32 negara dengan status the best attack team dengan memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang penyelenggaraan ajang tersebut. Itu hanya lah satu dari sekian banyak prestasi pemain muda Indonesia. Lalu, mengapa ketika memasuki jenjang sebagai pemain senior, pemain Indonesia tidak btajinya. Menurut saya hal itu disebabkan adanya miss pembinaan dari junior menuju senior, miss pembinaan ini membuat sebuah lubang yang sangat besar dalam perkembangan para pemain muda Indonesiaisa kembali menunjukkan , talenta pemain muda itu menjadi tidak berkembang secara maksimanl. PSSI sangat diharapkan memperbaiki masalah ini, salah satu solusinya ialah dengan mengembangkan akademi-akademi sepakbola yang saat ini belum terlalu populer di kalangan masyarat Indonesia.

Faktor kedua adalah mandulnya PSSI, 7 tahun kepengurusan PSSI periode ini sama sekali tidak menghasilkan prestasi yang membanggakan, yang ada hanyalah berita miring dari organisasi ini, bagaimana mungkin sepakbola kita akan maju jika pemegang otoritasnya saja bermasalah. Oleh karena itu, perbaikkan ditubuh PSSI sebagai lembaga tertinggi sepakbola negeri ini mutlak dibutuhkan. Teriakkan suporter yang membahana di Stadion Bung Karno saat laga Indonesia vs Uruguay yang meminta ketua PSSI periode ini turun dari jabatannya adalah bukti tidak puasnya suporter Indonesia terhadap kinerja PSSI saat ini. Faktor ketiga Ialah kurangnya sarana yang ada, semakin modern jaman, semakin jarang kita temui lapangan hijau, yang ada hanya gedung-gedung beton yang semakin menjalar. Imbasnya, tak jarang kita menemui anak-anak yang bermain sepakbola ditengah jalan. Pemerintah seharusnya mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang ada, bukan malah semakin menguranginya. Oleh karena itu, peran serta pemerintah dalam membangun sarana dan prasarana jelas sangat dibutuhkan.

Masuknya henri mulyana (supporter Indonesia asal bekasi) ke lapangan saat Indonesia melawan Oman dalam laga piala Asia lalu, semakin menegaskan kepada para pemegang kekuasaan, betapa suporter Indonesia sangat tidak puas dengan performance sepakbola Indonesia saat ini. Rakyat Indonesia sudah sangat haus akan prestasi yang membanggakan.

Perbaikan total jelas dibutuhkan, agar kelak sepakbola Indonesia kembali dapat menunjukkan kelasnya di kawasan ASIA bahkan DUNIA. Amiin.

*tulisan ini seharusnya muncul di Harian Seputar Indonesia, tapi ya gitu, belum waktunya kayanya.,.hhee.

Tugas KPIP

Perkembangan teknologi dewasa ini semakin mengejutkan, perkembangan riset dan penelitian telah membawa manusia ke dalam sebuah zaman yang penuh dengan pembaharuan. Salah satu contoh dampak dari berkembang nya teknologi ialah Bom Nuklir. Ya, bom nuklir adalah salah satu implikasi dari berkembangnya zaman. Selain itu, belakangan ini Bom Nuklir menjadi isu yang santer kita dengar, isu itu bermula dari tuduhan Amerika Serikat atas Iran yang diduga memiliki bom tersebut, AS menuduh Iran akan menggunakan Senjata Nuklirnya sebagai senjata pemusnah massal. Tetapi, terlepas dari itu semua, mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, apa sebenarnya Bom Nuklir itu ? Bagaimana pembuatannya ? apa bahan baku pembuatannya ? dan berbagai pertanyaan lainnya.

Pada kesempatan ini, saya akan berusaha membahas beberapa pertanyaan seputar bom nuklir tersebut.

Bom nuklir adalah sebuah bom yang memiliki energy yang sangat besar, contoh penggunaan bom nuklir yang tidak asing lagi bagi kita ialah Bom di Hiroshima dan Nagasaki saat terjadinya perang dunia ke-2. Selain secara fisik menghancurkan dan meluluhlantahkan 2 kota tersebut, Bom Atom (Nuklir) juga berefek samping secara genetis, karena bom tersebut berefek terhadap pertumbuhan warga Jepang saat itu dan keturunannya hingga beberapa generasi.

Energy yang begitu dahsyat dari sebuah bom atom (nuklir) tersebut didapat dengan dengan 2 cara, yang pertama ialah reaksi fisi (pembelahan) atom-atom dan yang kedua adalah reaksi fusi (penggabungan). Reaksi fisi adalah sebuah reaksi pembelahan atom-atom berat menjadi unsure yang lebih sederhana, sedangkan reaksi fusi adalah penggabungan inti-inti isotop hydrogen.

Agar sebuah reaksi dapat berjalan

, tentunya memerlukan berbagai bahan, begitu juga Reaksi  fisi,  agar reaksinya dapat terjadi, reaksi ini memerlukan bahan-bahan sebagai berikut, yaitu: U235 (uranium 235) Pu239 (Plutonium 239), dan (uranium 233)U233. Ketiga bahan itu disebut bahan yang bersifat fisi, karena jika bahan-bahan tersebut  menyerap neutron, akan dengan mudah terjadi reaksi fisi yang kemud

ian akan menghasilkan sejumlah energy yang sangat besar. Dalam reaksi fisi, terdapat ukuran minimal agar terjadi rangkaian reaksi fisi secara besar-besaran, ukuran tersebut diistilahkan sebagai  critical mass’ atau massa kritis. Bom atom adalah kumpulan dari beberapa massa kritis yang terjadi secara cepat. Rangkaian reaksi bahan fisi dengan neutron saat massa kritis inilah yang kemudian dalam waktu singkat menghasilkan energy yang sa

ngat dahsyat membentuk bom Atom (Nuklir).

Cara kedua untuk menghasilk

an bom atom (nuklir) ialah dengan reaksi fusi. Berbeda dengan reaksi fisi yang dapat berjalan sendiri, reaksi fusi memerlukan sebuah trigger dari reaksi fisi, karena reaksi fusi atau reaksi penggabungan  isoto-isotop hydrogen ini hanya terjadi pada suhu beberapa juta derajat Celcius lebih dan panas sedemikian tinggi itu hanya dihasilkan saat reaksi fisi. Oleh karena itu, pada

reaksi fusi, terjadi pula reaksi fisi.