Di awal kepengurusan nya sebagai presiden RI, Tsunami menguncang Indonesia, satu tahun kepengurusan period ke-2 nya, demo besar-besaran di gelar dengan tema besar “gagalnya pemerintahan”, beberapa hari setelah itu, berturut-turut bencana menghampiri negeri ini, mulai dari timur hingga ke barat, banjir wasior, meletusnya merapi, hingga tsunami mentawai.
“Selamat belanja masalah pa BEYE” tak salah memang ketika sebuah buku memberikan judul besar seperti itu. Mengesampingkan opini yang berkembang bahwa bencana ini merupakan ujian atau cobaan, nyatanya segala hal itu menuntut reaksi yang cepat dari pemerintah, SBY yang selama ini identik dengan politik pencitraannya, kini dihadapkan dengan sebuah realita, sebuah tantangan besar akan penanggulangan bencana tersebut.
Belum selesai segala penanggulangan bencana, Indonesia kembali disuguhkan kenyataan pahit, rasa keadilan rakyat Indonesia kembali tercoreng. Gayus HT pelakunya, mafia pajak yang seharusnya meringkuk di sel Mako Brimob kelapa dua ‘tertangkap’ kamera salah seorang wartawan surat kabar sedang asik menonton pertandingan tenis Internasional di Bali. Seketika seluruh jajaran kepolisian merasa tertampar, Inilah saatnya kinerja Timur Pradopo sebagai Kapolri baru diuji, Kasus Gayus ini ibarat sebuah panggung besar bagi timur untuk menunjukkan kapabilitasnya yang sempat diragukan oleh khalayak ramai, selain itu kasus gayus juga menjadi momen pembuktian bagi SBY yang selama ini selalu menempatkan pemberantasan korupsi dalam agenda pemerintahannya.