Puskomdays 2011

3-5 juni esok mungkin akan menjadi salah satu pengalaman hidup yang hebat bagi saya, ini menjadi salah satu momentum perubahan dan eskalasi bagi saya, bertemu dengan perwakilan LDK-LDK seluruh Indonesia dalam satu kerangka besar Puskomdays 2011.

apa itu Puskomdays ?
dibawah ini saya akan kutip artikel yang saya dapatkan dari islamedia tentang Puskomdays 2011, check this out.

Berbahagialah kita, manusia yang tinggal dan hidup di Indonesia, sebuah negara bergelar zamrud khatulistiwa dengan segala kekayaan alamnya serta kondisi geografis yang berbeda-beda di sepanjang wilayahnya menjadi tanah air bagi berbagai penduduk yang memiliki karakeristik dan budaya yang demikian unik dan mempesona.

Beraneka ragam suku bangsa, etnis, agama, bahasa dan budaya yang berbeda tidak lantas menjadikan negara ini terpecah belah, namun semakin memperkuat jati diri bangsa yang beradab dalam tatanan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah menghujam kuat dalam diri setiap penduduknya, menjadikan bangsa ini bangsa yang kuat, mengantarkannya menjadi bagian penting dari masyarakat dunia.

Namun demikian, pantaskah kita tetap berbahagia karena Indonesia ternyata menghadapi banyak persoalan sampai menginjak usia 66 tahun ini. Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia berbeda di tiap massa. Masalah yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia adalah timbulnya krisis kepercayaan. Tidak hanya di kalangan masyarakat awam, tetapi juga di kalangan pejabat pemerintahan serta kalangan akademisi.

Salah satu penyebab timbulnya krisis kepercayaan tersebut antara lain disebabkan terbentuknya pola pandang masyarakat Indonesia mengenai konsep kemajuan bangsa berdasarkan kepemilikan atas benda-benda fisik (materialisme).

Sesuai konsep dan kenyataan bahwa tolak ukur keberhasilan suatu bangsa dinilai dari kesuksesannya untuk menghargai sejarah, budaya dan tradisi serta keimanan, dan menguasai ilmu pengetahuan. Hal-hal ini yang cenderung menurun dimiliki bangsa kita saat ini. Melihat fenomena tersebut, maka mahasiswa atau pemuda sebagai bagian dari masyarakat harus berperan aktif menyelesaikan permasalahan umat dan bangsa yang dihadapi saat ini. Olehnya itu, pendidikan akan menjadi hal yang sangat utama, meliputi pendidikan untuk membentuk intelektualitas dan moralitas mahasiswa, pemuda dan generasi bangsa Indonesia. Pendidikan Agama, yang mengandung nilai-nilai penting untuk membentuk karakter masyarakat yang dapat hidup dalam sebuah bangsa yang majemuk, sehingga terbentuk masyarakat yang damai, adil dan sejahtera untuk Indonesia yang lebih baik. Di sisi lain, Islam dengan segala ketentuan-ketentuannya mengatur pembentukan karakter dan moralitas pemuda-pemudanya untuk dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan bermanfaat, baik itu kegiatan akademik, kepemudaan, keorganisasian, hukum dan HAM. Dalam berbagai kegiatan itulah para pemuda Islam diharapkan bisa meringankan dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini.

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia sebagai sebuah organisasi yang menghimpun seluruh Lembaga Dakwah Kampus yang ada di Indonesia, yang menghimpun pemuda-pemuda terbaik bangsa ini, mempunyai visi ke depan untuk membangun sinergi di atas segala keanekaragaman yang ada dengan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi jati diri bangsa, dengan memberikan kontribusi nyata bagi keharmonisan dunia. Salah satu cara yang ditempuh oleh FSLDK adalah mengadakan kegiatan PUSKOMDAYS “Temu Lembaga Dakwah Kampus Daerah se-Indonesia” sebagai ajang silaturrahim dan penyatuan kembali gerak langkah LDK di seluruh Indonesia.

Nama Kegiatan

Kegiatan ini bernama PUSKOMDAYS “TEMU LEMBAGA DAKWAH KAMPUS DAERAH SE-INDONESIA”

Tema Kegiatan

Optimalisasi Potensi Dakwah Kampus Indonesia di Kancah Internasional.

Bentuk Kegiatan

Stadium General

Mengangkat tema Potensi Indonesia dalam restrukturisasi Dunia Internasional/Nasionalisasi Indonesia dalam Kancah Internasional.

Sharing Grand Design FSLDK Indonesia

Sharing Grand design FSLDK menjelaskan mengenai Arahan Puskomnas dalam hal Grand Design-nya sehingga menjadi Brain Storming masing-masing komisi dalam rapat dan pelatihan masing-masing komisi nantinya.

Rapat Komisi

Rapat komisi diawali dengan FGD (Focus Group Ddiscussion), dimana FGD membahas Grand Design yang disampaikan saat Sharing di awal. Dalam hal ini, sudah di bagi masing-masing komisi, yaitu komisi isu, komisi LDK dan Komisi Humas

Sekolah LDK

Meliputi:

Sekolah Rekruitmen & Pertumbuhan LDK disampaikan oleh komisi P2LDK Puskomda
Sekolah Penyikapan Media & Creatif Aksi disampaikan oleh komisi PKIN Puskomda
Sekolah ADK Kompetensi & Penokohan disampaikan oleh komisi Humas Puskomda
Sekolah BSN diperuntukkan bagi Calon Tim BSN BP Nas
Sekolah Mentoring bagi Badan Mentoring BP Nas
Training For Trainer (Calon Trainer PMLDK Daerah)

Sekolah Dunia Islam ( BK Isu Dunia Islam )

Seluruh peserta digabung kembali. Untuk konsep sekolah Dunia Islam, pemateri beberapa menit menyampaikan materi mengenai keadaan dunia islam saat ini kemudian pemaparan secara teknis di lapangan mengenai teknis Jaringan Donasi Nasioanal sehingga untuk masing-masing Puskomda, mempunyai Tim JDN Daerah yang di PJ kan ke Komisi A tiap-tiap Puskomda dan berkoordinasi langsung dengan BK Isu Dunia Islam.

LDK Mandiri secara Finansial

Semacam training untuk membahas konsep mengenai teknis pencarian dana

Jambore ADK Nas dan Kordinasi FSLDK – Kord JRMN

Lounching Buku Panduan Muslimah, Kaderisasi Nasional oleh Pusat Komunikasi Nasional, LDK Birohmah Unila, juga Lounching SC FSLDK Nas

Reward Puskomda terbaik masing-masing komisi ( Puskomnas )

Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan PUSKOMDAYS insya allah akan dislenggarakan pada hari Jum’at-Ahad, tanggal 3-5 Juni 2011 bertempat di Kampus Darmaga, Institut Pertanian Bogor

Sumber : Islamedia.web.id

emang mirip banget ya ?

Hari itu saya pulang kota (bukan pulang kampung ye :) , kan pulang nya ke Jakarta), selaen emang udah bosen di Bandung (ga ada kerjaan lebih tepatnya), saya juga diamanahi buat ikut sebuah forum FSLDK di Jakarta, ngwakilin GAMAIS ITB, selain saya, ada juga kang Ardian Fajar, sebagai Kepala Departemen FSLDK GAMAIS ITB, tapi kami berangkat sendiri-sendiri, kang Ardian langsung dari Bandung, saya berangkat dari rumah.

Meskipun sempat nyasar-nyasar, akhirnya sampe juga di tempat forumnya.

Pas sampe sana. beh, ternyata cuma saya yang angkatan 2010, dan yang laen pada pake baju formal-formal banget, batik, kemeja, ya Allah..
dalam hati “ni cuma gw yang paling ga niat, rambut acak-acakan lagi..”. untungnya jaket FTTM yang waktu itu saya pake bisa sedikit memperlihatkan keformalan saya.

Udah gitu yang hadir rata-rata petinggi LDK masing-masing euy, ada ketua JMMI, Sekjen Puskomnas dan yang dibahas tentang dakwah Thulabiyah, sedikit cerita, dipikir-pikir takdir Allah banget nih, soalnya beberapa hari sebelumnya saya beli dan alhamdulillah udah selesai baca bukunya Ust. Mahfudz Siidiq, Risalah Dakwah Tulabiyah. coba kalo belom baca tuh buku, bisa-bisa saya gak ngerti sama sekali ama bahasannya.

Dipertengahan acara akhirnya saya tahu, yang hadir di forum itu cuma perwakilan LDK dari Jawa dan Sumatera aja, gak sampe seluruh Indonesia. tapi aga bingung juga, sampe pertengahan acara, perwakilan SALAM UI belom muncul-muncul, berharap sih saya kenal ama perwakilan SALAM.

Detik berkumpul detik, menit berkumpul menit, jam berkumpul jam (naon ???), ba’da dzuhur -kalo gak salah- muncul juga perwakilan dari UI, kebetulan dia duduk disamping tempat saya tadi duduk dan ini untuk kedua kalinya saya dibuat SHOCK dan KAGET, pas banget saya mau duduk di kursi saya, dia langsung bilang “Adek nya Topan ya ??”..

siiing,*ceritanya sunyi

dalam hati saya mikir “antum bisa ngbaca pikiran saya ya ?”. ini kedua kalinya anak SALAM UI bilang gitu, sebelumnya bang Agung Nurwijoyo (Ketua SALAM 2010) pas Rapimnas LDK beberapa bulan lalu di ITB juga berhasil nebak gitu, bedanya waktu itu saya sedang pake jaket Al Nahl, jaket yang desainnya sama PERSIS jaket AlKahfi kakak saya, jadi mungkin dari situ bang Agung bisa nebak-nebak gitu.

setelah berkenalan, akhirnya saya tau nama beliau, Mardi Santoso, Teknik …(saya juga ga tau teknik apa) 2007..

pertemuan itu jadi ngbuat saya aga berpikir, merenung, merefleksi, kontemplasi (???), emang saya mirip banget ya ama kakak saya, sampe pernah ada temen kakak saya yang bilang Denny tuh ama Topan cuma beda tinggi badan aja..Parahlah, mentang-mentang saya lebih kecil..
oiy, jadi dari tadi saya belom cerita ya, kakak saya itu anak FEUI 2008, anak SALAM juga.

emang mirip banget yah ?

Hidup adalah pilihan

Hidup adalah pilihan, setiap saat kita dihadapkan pada bagaimana membuat sebuah keputusan atas pilihan-pilihan yang ada, entah terdapat 2, 3, 4 atau bahkan jumlah pilihan itu tidak terbatas. Membuat keputusan memang tidak sebatas perkara tebak-tebakan, harus ada kalkulasi kelebihan dan kelemahan dari pilihan-pilihan yang ditawarkan.

Catatan sejarah banyak mengajarkan kepada kita bagaimana perkara pilih-memilih ini menjadi begitu penting. Al-Qur’an menggambarkan bagaimana karena kesombongannya iblis lebih memilih menjaga harga dirinya sebagai makhluk yang diciptakan dari api, dari pada harus menyembah manusia yang diciptakan dari tanah.Eksistensi Indonesia kini juga di dasarkan atas perkara pilihan, apakah kemerdekaan itu harus diraih oleh tangan kita sendiri, atau menunggu pemberian Jepang.

Bagi seorang muslim, jika dihadapkan pada perkara yang cukup sulit untuk diputuskan, Rasulullah mengajarkan untuk melakukan shalat istikharah, mengharap petunjuk Allah SWT atas pilihan kita dan agar pilihan yang kita ambil diridhoi olehNya.

Beberapa hari terakhir saya dihadapkan pada sebuah pilihan yang menurut saya akan menentukan arah kehidupan saya kedepannya, yaitu memilih jurusan kuliah.

Beberapa hari mencari referensi dengan googling, shalat istikharah, akhirnya saya memutuskan Teknik Pertambangan ITB

Let’s move and contribute !!

Surabaya Dulu, Gaza Sekarang

Langit gelap. Bukan oleh awan yang hendak menurunkan hujan. Angkasa dipenuhi pesawat sekutu yang bergemuruh. Di dalamnya, para serdadu masih menyisakan keangkuhan. Mereka baru saja menghancurkan pasukan Jepang di Front Pasifik. Dari langit, mereka menebar ancaman: “menyerah, atau hancur”.

Beberapa pekan sebelumnya, pengibaran bendera Belanda memicu amarah para perindu kemerdekaan. Seorang pejuang mencabik warna biru dari bendera Belanda di Tunjungan, menggemakan pesan bahwa negeri ini tak rela kembali dijajah. Tentara sekutu menjawab dengan salakan senapan, bersembunyi di balik alasan “memulihkan perdamaian dan ketertiban”. Jiwa-jiwa merdeka itu berontak. Brigadier Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris di Surabaya, terbunuh. Sekutu murka.

Rakyat gelisah. Surabaya telah lama dikenal sebagai salah satu pusat perlawanan. Laskar-laskar dari berbagai pesantren dan daerah banyak yang menjadikan kota ini sebagai markas. Di kota ini pulalah, Cokroaminoto dan Soekarno muda mendiskusikan cita-cita kemerdekaan.

Suara dari lelaki kurus itu menghapus semua keraguan.

“Saudara-saudara rakyat Surabaya.
Bersiaplah! Keadaan genting.
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak.
Baru kalau kita ditembak.
Maka kita akan ganti menyerang mereka itu.
Kita tunjukkan bahwa kita itu adalah orang yang benar-benar ingin merdeka.
Dan untuk kita saudara-saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap.
Merdeka atau mati.
Dan kita yakin, Saudara-saudara.
Akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita.
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah Saudara-saudara!
Tuhan akan melindungi kita sekalian.
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Merdeka!”

Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya itu akan terus dikenang sebagai tonggak kemerdekaan Indonesia. Semua yang mengaku mencintai negeri ini tidak layak untuk menjadikan peristiwa itu berdebu di pojokan sejarah.

***

Gaza, peralihan tahun 2008-2009

Kota padat berpenduduk sekitar 1,5 juta orang –mayoritas pengungsi akibat pengusiran biadab Israel sejak tahun 1948, 1967, dan ekspansi ilegal pemukiman yahudi yang tak pernah menghormati perjanjian yang dibuatnya sendiri- itu mencekam. Sejak 27 Desember 2008, pesawat-pesawat Israel yang dilengkapi dengan bom-bom terbaru kiriman Washington membombardir kota ini. Ehud Barak, Menteri Pertahanan Israel, menyatakan bahwa operasi berjudul “Cast Lead” ini akan memakan waktu lama. Hingga hari ini, 510 orang telah meninggal dunia dan ribuan luka-luka. Tidak ada jurnalis diizinkan masuk. Bantuan medis pun kesulitan.

Demonstrasi bergolak dari Jakarta sampai Eropa. Dari Jordania hingga Amerika. Posko bantuan dibuka di mana-mana, meskipun masih sangat kurang dibandingkan kebutuhan penduduk Gaza.

***

Hati saya sakit saat ada yang berkata: “Ngapain kita ngurusin Palestina, wong negeri kita saja masih amburadul”.

Semoga kita tidak melupakan sejarah bahwa Al-Hajj Amin Al Husaini, Mufti Palestina, adalah orang pertama yang menyiarkan kemerdekaan Indonesia di radio internasional.

Alasan yang sepintas terlihat nasionalis ini adalah pengkhianatan kejam pada nasionalisme Indonesia itu sendiri. Preambule Undang-undang Dasar 1945 mendeklarasikan dengan jelas perlawanan pada segala bentuk penjajahan. Soekarno dan Hatta berkali-kali menandaskan bahwa nasionalisme Indonesia tumbuh di taman kemanusiaan. “Jangan pikirkan hal lain kecuali Indonesia” adalah logika yang menghina keindonesiaan.

Hati saya lebih sakit lagi saat ada yang mengatakan “Itu kan salah HAMAS sendiri yang tidak mau damai dan menembakkan roket! Media di Indonesia terlalu berpihak pada Palestina, nih…gak berimbang!”

Lalu, yang berimbang itu seperti apa? Seperti media massa Barat yang lebih menyalahkan HAMAS, menyiarkan propaganda Israel bahwa serangan ini adalah respon dari tindakan HAMAS menyerang Israel, menyalahkan sikap HAMAS yang memutus gencatan senjata? Sepertinya kita harus menelaah peringatan Finkelstein, seorang ilmuwan Yahudi, dalam bukunya Beyond Chutzpah: On the Misuse of Anti-Semitism and Abuse of History dan Image and Reality of Israel-Palestinian Conflict. Sejarah telah dibajak untuk tidak pernah mengkritisi Israel dan media massa pun tidak bebas dari pembajakan ini. Untuk melihat bias media barat dalam isu Palestina, silakan buka http://www.ifamericansknew .org.

Bahkan, menurut saya, media di Indonesia masih terlalu berpihak pada Israel. Tidak ada yang menyebutkan fakta bahwa pemutusan gencatan bersenjata oleh HAMAS itu didahului oleh surat protes gerakan perlawanan itu atas terbunuhnya 4 orang petani di Gaza oleh tentara Israel. Tidak ada yang mengingatkan bahwa Israel terus melanggar perjanjian damai yang disepakatinya sendiri dengan membiarkan pemukiman ilegal terus tumbuh. Kita juga tak boleh lupa dengan tembok pemisah apartheid Israel yang memutus akses rakyat Palestina pada kebutuhan vital kehidupan. Belum lagi blokade Gaza yang lebih kejam dari Blokade Berlin pada masa Perang Dingin.

“Itu kan salah HAMAS sendiri yang tidak mau damai…”

Sampaikan pernyataan itu pada Bung Tomo dan para pendiri negeri ini. Alhamdulillah, para pendiri negeri ini menolak iming-iming perdamaian palsu di bawah ketiak Ratu Belanda. Soekarno bahkan menantang: “Ini dadaku, mana dadamu!”

Kalau kita menggunakan logika yang sama, berarti kita mendukung Agresi Militer Belanda pada tahun 1948. “Itu kan salah para pejuang kemerdekaan Indonesia yang tidak mau damai!”

Tidak banyak yang mengingatkan bahwa Israel berdiri dengan berkubang darah pembersihan etnis yang menghalalkan pembantaian dan pengusiran terhadap penduduk asli Palestina (Ilan Pappe: The Ethnic Cleansing of Palestine). Komunitas Yahudi yang hidup dalam perdamaian di bawah Khilafah Utsmaniyah tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan saudara-saudara mereka yang mengungsi dari kebiadaban Eropa dan membawa ide rasis radikal untuk mendirikan Israel (Amy Dockser Marcus, Jerusalem 1913). Bayangkan, komunitas yahudi saat itu yang sekecil komunitas muslim di Swedia saat ini tiba-tiba menuntut Negara sendiri dengan luas wilayah yang melebihi luas wilayah penduduk aslinya. Kalau muslim di Swedia tiba-tiba menuntut mendirikan Negara Islam, mereka pasti segera dicokok dan dilabeli teroris.

Memori pembantaian ini dihapus dari sejarah dunia dan dari kesadaran rakyat Israel. Pada saat yang bersamaan, kenangan pahit ini terus hidup di antara rakyat Palestina. Maka, sangat sulit bagi orang Palestina untuk menerima perdamaian yang tidak pernah berpihak pada mereka, lha wong keberadaan Israel saja tidak legal! Wajar jika popularitas HAMAS semakin lama justru semakin meningkat.

Indonesia saat itu tegas tidak mengakui Israel karena melihat fakta ini. Sayang, kini banyak yang sudah lupa. Banyak yang terjebak dalam narasi fiktif “Israel yang cinta damai terancam keberadaannya oleh HAMAS yang ekstrimis yang tidak mau damai”.

Kalaupun kita harus menerima fakta bahwa berdasarkan hukum rimba Israel itu eksis, tidak berarti bahwa kita berhak menyalahkan mereka yang menghendaki perdamaian sejati yang lahir dari kemerdekaan. Saya mendukung proses perdamaian, tapi harus dengan dialog yang adil dan terbuka yang melibatkan HAMAS sebagai kekuatan riil di Timur Tengah. Tidak sekedar perjanjian sepihak yang dibuat AS dan Israel lalu dipaksakan pada Palestina.

Kemanusiaan. Keindonesiaan. Islam. Ketiganya memaksa saya berpihak pada yang lemah dan tertindas.

“If you stand for nothing, you will fall for anything”

Malcolm X

diambil dari http://alwaysthink.multiply.com (Multiply Shofwan AlBanna)

Sebuah ide Latarbelakang FSLDKN 2012

Tema : Demokrasi dalam perspektif Islam

Latar Belakang

Demokrasi memang akan menjadi tema yang selalu unik untuk dibahas, belum lagi jika dibenturkan dengan perkembangan gerakan-gerakan islam yang semakin pesat di Nusantara kini. Diskursus tentang demokrasi akan semakin hangat dalam pembahasannya. Disatu sisi ada pihak yang secara ekstrim menolak terang-terangan sistem ini, karena dinilai bertentangan dengan syariat-syariat islam, disisi lain, ada pihak yang begitu mengagungkannya.

Lalu, bagaimana sebenarnya demokrasi dalam pandangan islam ?

3 dekade sudah tarbiyah berlangsung, menjadi sangat penting mengetahui makna demokrasi ini dalam kacamata islam. Karena dengan mengetahui bagaimana islam memandang demokrasi, akan semakin memudahkan dan meyakinkan kita dalam mengembangkan sayap-sayap dakwah dalam sistem demokrasi ini.

Mengapa tema ini harus diangkat dalam FSLDKN 2012 nanti ?

FSLKN 2012, adalah sebuah momentum yang akan dijadikan pembahasan dan penyatuan sikap gerak langkah LDK se-Indonesia dalam beberapa tahun kedepan, dan tentunya ini akan berdampak pada penyikapan kader dakwah dalam PEMILU Presiden RI 2014 nanti.
PEMILU Presiden merupakan bagian besar dari sistem demokrasi, maka menjadi penting mengetahui demokrasi dalam perspektif islam. Selain itu, esensi FSLDKN 2012 ini adalah ajang pembuktian keberadaan kader dakwah, kita ingin agar kader dakwah diakui keberadaannya, diakui kontribusi dan perannya. (info dari kang adjie). Maka optimalisasi peran dan kontribusi itu tentu akan lebih terasa jika kita memahami bagaimana seharusnya menyikapi demokrasi ini.

Tujuan :

• Agar kaum muslim umumnya dan kader dakwah khususnya dapat mengetahui bagaimana sebenarnya Islam dalam menyikapi demokrasi.
• Dengan pemahaman yang mendalam diharapkan ada semangat lebih dan gerak langkah yang pasti dari kader LDK dalam kontribusi nya dibawah system demokrasi ini.

*disampaikan saat syuro Tim inti FSLDKN 2012