Bingung-Bingung di Bandara? Ini langkah-langkahnya…

Semakin mahal sebuah benda, entah mengapa semakin rumit juga sistem penggunaannya. Begitu juga dengan transportasi. Semakin rumit dan tingginya teknologi yang digunakan, maka semakin rumit pula manajemen operasionalnya. Anda yang suka melakukan perjalanan, pastinya pernah merasakan bagaimana kebingungan melanda, what should I do? Entah di Terminal, Stasiun apalagi di bandara. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba sharing, bagaimana langkah-langkah keberangkatan di Bandara.

Pada perjalanan ini, tujuan akhir saya adalah Istanbul, tetapi Qatar Airways, maskapai yang saya gunakan tidak langsung menuju Istanbul, tetapi akan transit terlebih dahulu di Doha, Qatar. Pemesanan tiket saya lakukan via online menggunakan BCA paypal seorang kakak kelas, setelah melakukan reservasi online, maskapai akan mengirimkan beberapa file ke email anda, yang cukup anda print out dan anda bawa adalah print out tiket saja.

Penerbangan internasional, di terminal berapa ya?

Bandara Internasional Soekarno Hatta dipartisi menjadi 3 bagian terminal :

  • Terminal 1 untuk Penerbangan Domestik Kecuali Garuda dan Merpati
  • Terminal 2 untuk Penerbangan Internasional dan Domestik oleh Garuda dan Merpati
    • Terminal 2D dan 2E untuk penerbangan Internasional maskapai luar dan 2F Penerbangan domestik garuda nda merpati
  • Terminal 3 untuk pesawat baru penerbangan murah Low Cost Carrier

Nah, anda cukup menyesuaikan saja, karena penerbangan saya Adalah Internasional dan maskapai luar,  jadi saya harus menuju Terminal 2 antara 2D atau 2E. Cukup ikuti penunjuk jalan, cukup jelas ko. :)

Setelah itu, saya Anda masuk ke Seccurity check dengan menunjukkan E-tiket yang sudah Anda print out dan ikuti prosedurnya. Letakan barang Anda di meja rolling X-ray dan Anda memasuki pintu pemeriksaan.

 

IMG_2726 IMG_2728

Setelah selesai melewati security check, bergeraklah menuju antrian check-in, di tempat ini ada beberapa hal yang harus anda lakukan;

  1. Menunjukkan passport Anda kepada petugas
  2. Meletakkan Bagasi Anda
  3. Membayar Airport Tax (Pajak bandara) sebesar Rp.150 ribu

Di area check in ini, petugas akan melabel tas Anda dan akan memberikan boarding pass yang didalam tercantum no kursi, boarding gate dan no pesawat. Pastikan Anda tidak menghilangkan bording pass yng sudah diberikan.

Tips, jangan ragu untuk bertanya hal-hal yang Anda bingungkan kepada petugas di tempat ini, karena mereka akan dengan sukarela menjelaskan kepada Anda segala kebingungan Anda.

 

IMG_2725 IMG_2729

 

Selesai dengan check in saya harus kemana ?

Hal ini pula yang membingungkan saya, dari check in kemana ya? Hehe, seperti tips diatas, saya bertanya kepada petugas check in, setelah itu petugas memberi tahu bahwa saya harus menuju gate imigrasi. Pada dasarnya, penanda rute langkah-langkah ini cukup jelas terpampang di Bandara Soekarno hatta ini, jadi jangan ragu untuk memastikannya dengan bertanya kepada petugas.

 

Sampai di area imigrasi, petugas loket imigrasi akan meminta boarding pass dan passport anda, dan beberapa akan bertanya untuk apa Anda melakukan perjalanan ini.

 

 

IMG_2732 IMG_2731

Langkah terakhir

Setelah melewati imigrasi, Anda cukup mengikuti penanda yang ada. Oiy, jika anda belum menukar uang, di area paska loket imigrasi ini terdapat beberapa money changer yang bisa anda manfaatkan. Jika anda tidak mau rugi, bandingkan saja harga jual mata uang yang akan anda tukar diantara money changer di area ini, dalam jumlah besar bahkan 50 perak pun akan sangat berarti.

1 hal yang harus anda catat, memasuki loket boarding gate anda dilarang membawa cairan yang lebih dari 100 ml, jadi pastikan anda menghabiskan minuman anda sebelum memasuki loket menuju area boarding, atau petugas akan menyita botol minum anda.

Di loket boarding ini, mekanisme nya tidak jauh berbeda dengan security check, letaknya tas anda pada meja meja X-ray, barang elektronik anda satukan pada sebuah nampan dan lewatkan pada meja X –ray juga. Yang memebedakan dengan gat security adalah, gate ini cenderung lebih ketat, karena anda harus meletakkan seluruh aksesoris anda (ikat pinggang, jam tangan, dll) dna melewatkannya pada meja  X-ray.

 

IMG_2733

Jika anda ingin ke toilet atau mushola, jangan khawatir, area tunggu boarding Bandara Soekarno Hatta menyediakan toilet dan mushola di dalamnya. Setelah memasuki area boarding gate, cukup menuggu arahan dari petugas, kapan pesawat Anda akan berangkat.

Sebuah pameo yang harus dipegang ketika berada di bandara adalah “ jangan takut dan malu untuk bertanya”. Karena petugas akan senantiasa sedia untuk menjawab pertanyaan Anda. Selamat melakukan travelling.

 

Selamat Mencoba !

@dennyrezak

Inspirasi Turki : Happy Jump

Satu tahun lalu ketika ditakdirkan berkunjung ke negeri Tirai bambu China, saya bertemu dengan seorang “bapak-bapak” bernama bang Baban Sarbana, sosok yang kemudian saya tahu sebagai salah satu penggerak socialpreneur Yatim Online. Salah satu kebiasaan beliau adalah Happy Jump di berbagai belahan dunia. Happy jump? Lompat Senang? Lompat gembira? :D , agak sulit memang jika di translate seperti itu. secara sederhana Happy Jump saya artikan sebagai sebuah aktivitas melompat dengan latar tempat-tempat terkenal dunia, ya tentu, ketika seseorang melompat, artinya ia sedang bahagia kan?

Terinspirasi sosok Baban Sarbana itu, akhirnya saya juga mentekadkan dalam diri, saya juga akan melakukan Happy Jump jika berkesempatan berkunjunjung ke suatu tempat. nah, kebetulan  berkesempatan mengunjungi negeri 2 Benua Turki ini, maka tak saya sia-siakan untuk mengambil action Happy Jump ini, Selamat menikmati !

Inspirasi Hari 1 Turki : Namanya Durum

Sekitar jam 3 kami sampai di KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Istanbul, sebuah tempat berlantai 3 dengan 1 ruang dasar. Agak sulit memang jika ingin mengenali gedung ini sebagai KJRI, karena memang tidak ada tulisan yang menandainya, satu-satunya penanda adalah bendera Indonesia dan Asean. Di KJRi kami berkenalan dengan beberapa orang, mbak Lale, Bu Yut (beliau menikah dengan orang Turki loh :D ), pak Suri, pak Husein dan pak Jamal (warga Turki yang bertugas menjada KJRI ini. Disana kami mengobrol berbagai macam hal, tentang conference yang kami ikuti, perjalanan  kami, hingga cerita tentang Indonesia. Hal yang membuat kami kagum adalah mereka sangat baik kepada kami, padahal detik itu adalah pertama kami bertemu. Ikatan kebangsaan di negeri orang memamg dahsyat !

Setelah beberapa saat mengobrol, pak Husein membawakan kami sebuah makanan, dari penampakan luarny kami menebak bahwa itu kebab, jika kamu baru pertama kali mengujungi Turki, pasti akan mengira bahwa makanan ini adalah Kebab, karena memang di Indonesia makanan dengan campuran daging dan sayur yang dibungkus semacam tepung tipis seperti ini di sebut Kebab.Tapi, ternyata selama ini kita salah kaprah, di Turki makanan ini disebut Durum, bukan Kebab, Kebab justru adalah dagingnya atau daging yang ditusuk seperti sate, oalah.

 

IMG_2754 IMG_2755

Durum ini terdiri dari 2 isi : Daging atau ayam, yang dicamur dengan sayuran dan kentang. rasanya  sangat enak dan yang lebih menyenangkan adalah ukurannya yang cukup besar, bahkan saya yang kelaparan pun harus berusaha menambah air agar mampu menghabisan Durum itu. Berapa harganya? Sejujurnya saya tidak tahu, karena di traktir pak Husein J, tapi setelah itu saya bertanya kepada penjual yang dan ternyata harganya kisaran 4-5 Lira.

Ciparay, Sebuah Realita

Namanya Yusuf, siswa SMA di sebuah daerah bernama Ciparay, Kabupaten Bandung. 1 tahun lalu Ia berbicara kepada kedua orangtuannya “bu, pak, insyaAllah tinggal 1 tahun lagi Yusuf akan membebani ibu bapak, setelah SMA Yusuf mau langsung kerja”.

 

Satu tahu kemudian ketika sudah di penghujung masa SMA nya, Yusuf kembali berbicara kepada kedua orangtuanya, “Bu, pak, Yusuf mau melanjutkan ke kuliah, tidak jadi kerja”. Sontak pernyataan itu membuat ibu bapak serta kakaknya kaget, “Kamu tidak tahu diri, uang darimana?! Bentak kedua orangtuanya.
“UANG DARIMANA ?!” Mau bagaimana lagi, cita-cita republik ini untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsanya masih terganjal biaya, pendidikan di negeri ini masih menjadi barang langka bagi sebagian kalangan, pendidikan masih MAHAL.

Kisah Yusuf adalah contoh kisah nyata salah satu anak Ciparay, kisah miris yang saya rasa harus saya bagikan ke khalayak.

Lain Yusuf lain Juju, baginya lulus SMP adalah sebuah prestasi besar. Sang ayah menderita gangguan kejiwaan, hingga hampir setiap akan berangkat kesekolah, sang ayah pasti melarangnya, dan akan mengejar Juju sambil membawa golok. Edan !

IMG_2109

 

Kisah miris anak-anak desa Bumisari Ciparay tidak berhenti sampai disitu, hampir semua anak-anak disini berstatus yatim, piatu bahkan yatim piatu. Mereka sudah lama tidak merasakan kasih sayang orang tuanya. Belum lagi kondisi ekonomi desa ini yang sangat miris. Bagi mereka melanjutkan pendidikan adalah persoalan pelik yang harus dipikirkan dengan sangat berat. Mulanya Ekonomi, ekonomi yang akhirnya menggurita menjadi berbagai persoalan : pendidikan, akses informasi, paradigma dan lain sebagainya.

 

Kondisi Desa ini mungkin hanya merupakan 1 dari sekian banyak kondisi miris pendidikan-sosial-ekonomi rakyat Indonesia, mengingatkan faktanya desa ini hanya berjarak 1.5 jam dari pusat kota Jawa Barat, Bandung. Pun jaraknya sangat dekat dengan jalan utama. Hati saya ngilu, bagaimana membayangkan kondisi mereka di pelosok sana, Papua, Kalimantan, Sulawesi. Kita sama-sama tahu, pembangunan dinegeri ini sangat Jawasentris, atau mungkin Jakartasentris. Awalnya saya tidak ingin menulis ini, karena saya insyaf, media kita (sudah) terlalu banyak mengabarkan kekurangan negeri ini dan minim berita baik. Tapi saya pun sadar, hal ini perlu saya kabarkan ke khalayak, bukan untuk menyebarkan pesimisme akan bangsa ini, tetapi saya ingin membangun kesadaran-melek sosial kita.

Semoga !

 

-Bandung, Ketika mendengar pemaparan pak Tatang di Pusdai-

 

Mau Bantu-bantu anak Ciparay ? bisa hubungi saya atau anak PPSDMS Bandung lain. Yuk !

UN harus dievaluasi !

Segala bentuk permasalahan UN tahun ini pada dasarnya hanya ujung dari persoalan pendidikan Indonesia, substansi permalahan Ujian Nasional bukan pada ketidaksamaan waktu pelaksanaan atau buruknya kualitas lembar jawaban Ujian Nasional. Lebih dari itu, permasalahan Ujian Nasional adalah tentang sistem pendidikan yang akan menghasilkan manusia-manusia penerus keberjalanan bangsa ini kedepannya.

 

Wajah pelaksanaan Ujian Nasional yang mulai dilaksanakan sejak 2007 silam ini bisa jadi adalah wajah Indonesia kedepannya, saya tidak menekankan pada masalah penundaan pelaksanaan Ujian Nasional itu, tetapi bagaimana Ujian Nasional hanya mengukur calon penerus bangsa ini dengan kalkulasi kemampuan intelektual kognitif. Padahal sama-sama kita sadari faktanya Indonesia tidak pernah kekurangan manusia cerdas, hanya minim manusia cerdas bermoral.

Pun jika ingin berkaca pada banyak negara maju, nyatanya mereka sama sekali tidak pernah membatasi siswanya dengan Ujian serentak bertajuk Ujian Nasional. Finlandia, yang dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik, ‘menyerah’kan sistem evaluasi siswa kepada masing-masing guru, dengan tidak ada sistem ranking, Finlandia paham bahwa setiap murid unik, memiliki bakat dan minat yang berbeda, maka sistem evaluasi coaching individu dengan sang guru adalah jalan terbaik.

Di Amerika, yang notabene terdiri dari Negara bagian pun tidak mengenal istilah Ujian nasional, sistem pendidikan di Negara Adidaya ini memiliki konsep individual quality, kualitas invidulah yang menentukan kesuksesan siswa, tidak berpatok pada kualitas sekolah ataupun wilayah. Memang tiap Negara bagian memiliki ujian terukur, tetapi ujian ini tidak bersifat wajib bagi tiap sekolah, tiap sekolah di ‘biarkan’ mengatur sistem ujiannya sendiri, hal ini karena setiap sekolah unik dan berbeda.

Sistem yang lebih menarik diterapkan di Selandia baru, siswa level SMA di Negara ini hanya diwajibkan mengambil dua mata pelajaran wajib, yakni Matematika dan Bahasa Inggris. Selebihnya adalah pelajaran pilihan yang disesuaikan dengan cita-cita masing-masing. Bagi yang ingin menjadi dokter silahkan mengambil pelajaran Kimia dan Biologi, bagi penyuka Fisika dan Kimia akan diarahkan menjadi engineer, sedangkan pencinta ilmu ekonomi bisa mengambil Statistik dan Akuntansi. Dengan menerapkan sistem pendidikan semacam ini, siswa di Selandia Baru akan belajar sesuai minatnya, dan hasilnya negara kecil ini bisa menjadi penghasil susu dan makanan terbaik di dunia.

 

Undang-undang No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan tegas menggariskan,“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa…” sementara bagaimana Ujian nasional dapat membentuk watak siswa, faktanya karena ketidaksiapan pelaksanaannya, UN cenderung mendorong berbagai pihak menghalalkan segala cara untuk mendapat label “lulus”.

Pakar Pendidikan Columbia University, Linda Hammond (1994) pun Berpendapat bahwa nasionalisasi ujian sekolah tidak bisa memberi kreativitas guru. Sekolah tidak bisa menciptakan strategi belajar sesuai dengan perbedaan kondisi sosial, ekonomi, budaya, serta kemajuan teknologi. Sistem pendidikan top down oriented, tak bisa menjawab masalah yang ada di daerah-daerah berbeda.

 

Maka, sudah seharusnya perlaksanaan Ujian Nasional dievaluasi, sudahkah dalam beberapa tahun pelaksanaanya ini UN menghasilkan anak-anak bangsa cerdas berkarakter yang siap mengemban estafet kepemimpinan bangsa ini. []

Diversifikasi dan Pembangunan Infrastruktur Sebagai Solusi Permasalahan BBM

Semakin membengkaknya subsidi terhadap BBM mengharuskan pemerintah kembali mengeluarkan wacana menaikkan harga BBM, tetapi tidak seperti sebelumnya, rencana pemerintah kali ini tergolong lebih rumit dalam hal pelaksanaan teknisnya. Pemerintah berencana mempartisi harga BBM (premium) menjadi 2 klasifikasi : Rp.4500/liter untuk Angkutan Umum dan Kendaraan roda dua dan Rp.6500/liter untuk mobil pribadi. Disparitas harga yang cukup besar tentu dapat menimbulkan peluang-peluang kecurangan jika tidak diawasi dengan peraturan dan sistem pengawasan yang ketat. Contohnya, bukan tidak mungkin setelah membeli BBM, supir angkot lebih memilih menjual BBM yang dibelinya daripada menawarkan jasa angkotnya, karena tentu keuntungannya akan lebih menggiurkan.

Namun, bagaimanapun kita harus mengargai itikad baik pemerintah. Tetapi memang akan lebih baik momentum kenaikkan harga BBM ini diikuti dengan tindakan pemerintah untuk “banting setir” dari penggunaan BBM ke bahan bakar nonminyak bumi. Tanpa disadari kebergantungan Indonesia terhadap BBM sudah sangat parah. Padahal Indonesia memiliki sumber energi lain yang potensial untuk dikembangkan dengan lebih massif, seperti gas bumi dan batubara. Pada Blueprint  Pengelolaan Energi nasional (PEN) 2006-20025 pun disebutkan bahwa pada tahun 2025 penggunaan minyak bumi maksimun hanya 20% dari penggunaan enegri nasional, serta penggunaan Gas bumi dan batubara masing-masing 30% dan 35%. Selain itu Indonesia juga memiliki sumber daya energi terbarukan seperti biomass, biogas, air, tenaga surya, hingga tenaga angin, meskipun sumbangan sumber energi ini terhadap konsumsi energi nasional tidak akan terlalu besar.

Upaya diversifikasi, khususnya dengan lebih mengoptimalkan penggunaan Gas Bumi dan batubara harus diikuti dengan pembangunan Infrastruktur, pembangunanan pipa-pipa saluran gas bumi dan sarana prasarana angkutan batubara harus segera dioptimalkan pembangunannya.

Karena permasalahan selama ini adalah adanya ketidak-match-an antara lokasi penggunaan energi yang utamanya berada di pulau Jawa dengan sumber energi yang berada di luar Jawa (Kalimantan dan Sumatera).

Maka momentum ini harus benar-benar menjadi momentum bagi pemerintah untuk melaksanakan kedua hal itu, jangan sampai isu diversifikasi energi hanya digaungkan ketika wacana kenaikan harga BBM mencuat dan kembali redup setelahnya. Kemandirian enegri hanya bisa dicapai dengan political will yang kuat dari pemerintah dengan berpatok pada analisis cadangan dan konsumsi energi nasional.