Celoteh seorang MABA..

Ini sebuah cerita sekumpulan anak SMA, 1 tahun lalu, tiba-tiba saya teringat cerita 1 tahun lalu saat saya masih duduk dibangku SMA-masa paling indah-, saya bersama beberapa teman sering mengadakan diskusi ringan, diskusi setelah kami selesai liqo (mentoring), rasanya sulit sekali beranjak dari posisi duduk setelah liqo itu, mungkin karena kami berada di Masjid, tempat pusat aura positif.

Menarik, jika saya ingat apa yang kami diskusikan, memang tidak ada topik yang jelas dalam pembicaraan itu, ngalor-ngidul orang betawi bilang, mulai dari urusan dunia, agama, membicarakan tokoh, dan yang menurut saya topik yang tidak pernah kami lewatkan ialah membicarakan INDONESIA, entah, entah yang siapa yang memulai, secara tidak sengaja tema itu muncul ke permukaan.

Mungkin bagi sebagian orang hal itu aneh, anak SMA kok bicara Indonesia.

Tapi dalam forum inilah kami membangun rasa peduli terhadapa permasalah bangsa, ya, rasa peduli itu yang terpenting.

Hingga puncak dari topik besar INDONESIA itu menyeruak ketika pertemuan kami di Masjid BI Jakarta Ramadhan lalu, seorang teman mengungkapkan sebuah pertanyaan besar yang sangat monumental menurut saya, SEBENARNYA APA YANG MEMBUAT INDONESIA BELUM BISA MAJU ?

Kami yang notabenya adalah mahasiswa baru, membawa sebuah pertanyaan besar dalam diri, mengapa, karena dalam lingkup kampus yang baru kami temui, kami melihat, tiap tahun, perguruan tinggi TOP Indonesia meluluskan mahasiswanya, terpikir dalam benak kami masing-masing, dengan lulusan-lulusan terbaik bangsa yang jumlahnya ribuan tiap tahun, mengapa bangsa ini mengalami stagnansi, atau pertanyaannya kemana para sarjana tersebut ??

***

Beralih dari seorang murid SMA menjadi seorang mahasiswa, seharusnya saya sadar, saya bukan lagi murid SMA yang hanya pandai beretorika.

guardian of value, agent of change, agent of social control, iron stock

dengan sederet label mahasiswa tersebut, kini, secara sadar tidak sadar, suka tidak suka, serius tidak serius, kita dituntut merubah tatanan retorika itu menjadi sebuah amal nyata, kita dituntut melompat dari meja diskusi menuju lapangan AKSI.

MAHASISWA, Ayo kita berkarya !!!

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya” (Hasan Al-Banna)

-celoteh seorang MABA-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s