refleksi kepemimpinan

Ini tentang kepemimpinan, beberapa hari yang lalu saya meminjam buku kaka saya yang berjudul The 21 indispensable qualities of a leader karangannya John C.Maxwell.

Buku ini bercerita sifat-sifat apa yang diperlukan oleh seseorang agar bisa menjadi pemimpin yang baik (yaiyalah, udah keliatan juga dari judulnya..hhe..)..

Ada sebuah kisah yang diceritakan John C. Maxwell yang menurut saya sangat bagus.

Jadi begini ceritanya.

 

Ada 2 orang yang memiliki sifat kepemimpinan yang sama. Mereka berdua sangat bagus dalam hal kepemimpinan.

William berpengalaman dalam memimpin partai selama 30 tahun, seorang pembicara besar, ahli keuangan serta pria yang sangat bermoral dan sangat terpercaya. Dipilih 4 kali berturut-turut menjadi Perdana Menteri Inggris, sangat berpihak pada orang kecil.(ni orang kayanya ga ada cacat nya yak..hha)

Benjamin, menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris sebanyak 2 kali, mengawali karir sebagai seorang diplomat, seorang reformator.

***

Dalam hal berbagai hal mereka adalah saingan yang seimbang.

Namun seorang wanita dapat menggambarkannya dengan jelas bagaimana perbedaan tipe kepemimpinan keduanya.

Perbedaan keduanya adalah bagaimana mereka memperlakukan orang lain.

Setelah 2 malam berturut-turut makan dengan kedua negarawan tersebut. Sang wanita bercerita, “ketika selesai makan dengan William, saya mendapat kesan  dialah pria terhebat di Inggris”. Namun setelah makan dengan Benjamin, “Saya mendapat kesan sayalah wanita terhebat di Inggris”.

 

-sebuah refleksi untuk diri sendiri-

*sumber gambar http://www.grafixalicious.com

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s