Intropeksi kekayaan energi ibu pertiwi

Berbicara tentang energi tentunya kita tidak lepas dari kehidupan ekonomi suatu bangsa, begitu pun dengan Indonesia, energi mengambil peran yang sangat vital dalam keberjalanan kehidupan masyarakat dan ekonomi bangsa ini. Tak jarang isu energi pun menjadi isu sentral yang dapat mengendalikan naik turunnya reputasi pemerintahan. Masih hangat dalam memori kita ketika pemerintahan Kebinet Indonesia Bersatu Jilid I menaikkan harga BBM, kebijakan itu dianggap tidak memihak rakyat dan efeknya menurunkan citra pemerintahan itu.

Energi pun memiliki peran yang sangat sentral karena sektor inilah yang memberikan sepertiga dari APBN Negara. Selain itu, energi memang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat, kelas bawah hingga eksekutif. Dalam kehidupan nya sangat bergantung akan energi, mulai dari urusan dapur yang bergantung dengan LPG atau minyak tanah, hingga transportasi yang menggunakan premium, solar, hingga pertamax.

Isu energi memang menjadi sesuatu hal yang menarik, kekayaan bangsa ini akan sumber buminya menjadi salah satu pemicu tersendiri.

Namun, dalam keberjalanan Indonesia harus Intropeksi diri, kebergantungan penggunaan Energi Fossil tak terbarukan seperti minyak bumi dapat memberikan dampak yang buruk. Menurut saya ada 3 faktor yang menyebabkan Indonesia harus memulai mengurangi kebergantungan akan energi fossil ini.

Faktor pertama ialah cadangan minyak bumi yang semakin lama semakin berkurang. Dalam bukunya yang berjudul The Extreme Future: the Top Trends that Will Reshape the World in the Next  5, 10, and 20 Years, James Canton membeberkan 10 tren yang akan mengubah wajah dunia masa depan. Salah satu poin yang di tuangkan Canton dalam bukunya itu ialah masalah krisis Energi.

Canton meramalkan, pada tahun 2015, krisis minyak bumi makin memuncak. Singkat kata, jika tak bisa mengurangi penggunaan minyak bumi, manusia harus mencari sumber energi baru.

Sebagai Energi tak terbarukan, tentu saja yang diandalkan dari minyak bumi adalah cadangan yang ada dan yang telah ditemukan dari minyak tersebut.  Data per 1 januari 2005, Cadangan minyak bumi Indonesia ialah sekitar 8,6 miliar barel dengan tingkat produksi kurang lebih 400 juta barel per tahun. Jika kita hitung secara matematis

8.600.000.000 : 400.000.000 = 21.5

Hal itu mengartikan dalam 21,5 tahun atau pada tahun 2027 cadangan Minyak Bumi Indonesia akan habis. Atau malah sebelum 2027 Cadangan Minyak Bumi Indonesia akan habis, dan krisis yang disebutkan Canton benar-benar akan terjadi.

Hal itu karena semakin hari semakin dapat dilihat tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin cepat dan berimplikasi terhadap konsumsi energi. Dampaknya secara langsung meningkatkan produksi akan Minyak Bumi itu sendiri.

Faktor kedua ialah potensi sektor lain yang tidak kalah menguntungkan. Salah satunya adalah Panas Bumi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) Darwin Zahedy Saleh pernah mengatakan Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 40 persen dari potensi yang ada di dunia, namun pemanfaatannya baru sebesar 4 persen. Walaupun baru dimanfaatkan empat persen atau setara dengan 1200 MW tapi Indonesia sudah menduduki peringkat ketiga dunia.

Faktor ketiga ialah berkaitan dengan isu lingkungan, Staf ahli bidang teknologi dan pembangunan berkelanjutan pada Kementerian Lingkungan Hidup, Dana Kartakusuma pernah mengatakan gas rumah kaca yang disebabkan oleh pemanasan global karena tingginya konsumsi terhadap energi fosil dapat mengancam lingkungan dan kehidupan manusia.

 

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita sama-sama intropeksi diri, mengurangi ketergantungan akan energy fossil dan mulai mengembangkan segala potensi Energi Terbarukan yang ada di Negeri ini.[]

 



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s