kekayaan Indonesia untuk siapa ?

“orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”


Lagu koes plus itu memang bukan isapan jempol belaka, minyak bumi, batubara, gas bumi, timah, emas, nikel dan beragam mineral berharga lainnya begitu melimpah di negeri ini. dari timur hingga ke Barat. Kita beruntung, letak geografis Indonesia tidak mengharuskan nya bertemu musim dingin. Kita beruntung, tanah kita tak segersang afrika.

 

Pertanyaan nya adalah, bagaimana pengelolaan Sumber Daya Alam itu ? Sudahkah memberikan hasil positifkah bagi anak bangsa sendiri ?

17 agustus 2011 nanti Indonesia akan genap berusia 66 tahun, hal itu berarti sampai saat ini Indonesia sudah berusia 65 tahun. 65 tahun yang lalu para founding fathers telah menggemakan Indonesia merdeka, lepas dari belenggu penjajahan.

 

Namun, apa yang membedakan dahulu (sebelum Indonesia merdeka dengan sekarang (ketika Indonesia merdeka) ? 65 tahun yang lalu penjajah bebas menjarah kekayaan bangsa ini. Sekarang? hal itu masih terjadi kawan, hanya bentuk dan cara nya saja yang lebih rapih dan terorganisir.

 

Kita akan “terbang jauh” berkunjung ke salah satu pulau terbesar di Indonesia di kawasan timur. Papua, pulau yang kaya akan emas dan tembaga. Data pada tahun 2005, Indonesia menempati posis ke 3 dalam sector tembaga dan dalam sector emas berada di posisi ke 8. (http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity http://www.kohlenstatistik.de )

 

Namun, sungguh miris rasanya ketika membandingkan segala potensi dan kekayaan itu dengan keadaan penduduk Papua. Busung Lapar, kekurangan gizi, seolah tak lepas menghiasi pemberitaan media akan saudara-saudara kita disana.

 

Tahun 2003 UNICEF menyebutkan angka kematian bayi dan balita di Papua adalah tertinggi di dunia, yakni mencapai 186/1000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi 122/1000 kelahiran hidup. Badan Internasional dibawah naungan PBB itu kembali menambahkan bahwa 12% anak-anak balita di Papua menderita kekurangan berat badan yang parah. Tahun 2005 Oxfam GB Indonesia In Action menyebutkan ada sekitar 69,883 jiwa yang menderita gizi buruk di Papua. 58 orang diantaranya meninggal dunia.

Kita memang telah merdeka, lepas dari penjajah katanya, namun, melihat realita, tersadarkah kita, saat ini kita masih dijajah.

 

Ketika belajar kekayaan alam Indonesia, mungkin anak-anak papua akan bertanya ?

“Pak guru, tanah kita kan kaya, tapi kenapa penduduknya kekurangan gizi ?”

 

Kekayaan Indonesia, Untuk siapa ?

 

*sebuah refleksi kontemplasi untuk diri sendiri, sebagai mahasiswa Teknik Perminyakan dan Pertambangan, tentu saya akan berkutat dengan masalah kekayaan Indonesia di sector bumi seperti itu. Yap, semoga saya bisa benar-benar memanfaatkan kekayaan Indonesia untuk Indonesia sendiri.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s