uniknya Lembaga Dakwah.. (part 2)

#Respon 3 (Fuad)

Yap .. izinkan saya sedikit menuangkan aspirasi disini.

kita memang sama-sama telah mengetahui dan juga telah merasakan ketidak-idealan suatu kondisi yang kita rasakan di kehidupan ini.

terutama di kampus, tempat kita belajar.

terutama di gamais, tempat kita hendak memperdalam ilmu.

dan mungkin termasuk di rumah, di kosan, di asrama, dan dimanapun tempat kita tinggal.

hal yang menarik dan cukup menjadi training topic diantara kita adalah kehidupan kita di GAMAIS – Keluarga Mahasiswa Islam

coba kita sedikit melirik ke belakang. tentang kehidupan rasul dulu.

*mungkin saya tidak banyak lebih tahu dari teman2 semua, jadi punten kalo banyak salah.

ketika rasul hidup dalam lingkungan masyarakat yang JAHILIYAH, apakah rasul lantas bersembunyi SEJAK KECIL di dalam gua dan berharap ALLAH segera menurunkan wahyu, menurunkan perintah2 nya untuk MENYEMPURNAKAN islam, agar kondisi masyarakat -BEGITU IA MUNCUL KE PERADABAN- akan segera kondusif dan berubah drastis menjadi peradaban yang islami ??

dan apakah .. selama masa berda’wahnya rasul selalu duduk manis dalam sebuah majelis yang tentram -MESKIPUN ISLAM ITU INDAH- ??

lalu .. apakah Allah TEGA, membiarkan rasulnya yang mulia, menyampaikan risalah dengan dihina, dicacimaki, dihujat, dan diperlakukan dengan tidak baik, TIDAK SELAYAKNYA RASUL yang seharusnya mulia ??

dan ketika Nabi berada dalam keadaan yang terjepit – diambang kematian- dalam kelelahannya. Nabi selalu HANYA menengadahkan tangannya, dan meneteskan air matanya untuk mengiringi doa-doanya agar segera dikabulkan oleh Allah ??

saya rasa tidak ..

ya .. setahu saya (*mohon dikoreksi jika banyak salah)

*Nabi hidup dalam kondisi tanpa wahyu, selama 25 tahun. sampai adanya berita kerasulan padanya.

*Nabi hidup dalam kondisi tanpa syariat (yang rinci) selama sktr 32 tahun, sampai akhirnya terjadi peristiwa Isra Mi’raj. dan turun perintah shalat.

coba kita fikirkan itu .. apa yang Nabi kita lakukan dalam masa tanpa syariat ?? tanpa tuntunan yang jelas akan proses ibadah ??

yup, betul sekali. wahyu-wahyu yang turun diawal-awal masa kerasulan, adalah masa PEMBENTUKAN akidah. masa-masa sosialisai Nabi terhadap keindahan ISLAM. dan juga masa-masa pengokohan akidah para sahabat. sahabat yang kelak turut menjadi pengukir peradaban islam.

“Sabarlah kawan .. ini tentang edikasi, yang tak kau dapat dari sekolah, ataupun skripsi” -bondan.

cobalah sedikit melirik hasil pembinaan rasul terhadap para sahabatnya.

“sampaikanlah, walau satu ayat” – umar bin khattab

“barang siapa yang mengajariku satu ilmu, maka aku rela menjadi budaknya” -umar bin khattab

hingga sahabat Abu bakar as-shidiq, mampu (bukan hanya rela) menyumbangkan SELURUH hasil panen kebunnya saat itu, untuk kelancaran roda da’wah Nabi.

Hingga khadijah pun mampu menghibahkan SELURUH, ya SELURUH harta yang ia miliki, untuk kemenangan da’wah. ya .. murni untuk kemenangan dan kejayaan da’wah islam.

__

Semua hal menakjubkan yang dilakukan para sahabat itu, tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecintaan mereka terhadap RABB.NYA, terhadap kejayaan ISLAM, terhadap kemenangan da’wah, terhadap terciptanya suatu peradaban yang indah.

__

saatnya saya bertanya kembali pada diri saya dan anda semua.

– apakah kondisi mereka saat itu sudah semua menghafal Qur’an (bahkan saya berfikir al – Qur’an pun belum selesai seluruhnya diturunkan) saat mereka MENGANGKAT SENJATA dan MENERIAKAN TAKBIR untuk menghalau musuh-musuh islam .. untuk kembali menegakkan agama yang fitrah ini .. ??

– apakah mereka mengeluh, bahkan menghindar ketika panggilan da’wah itu datang sedang mereka belum memahami seluruh hadist yang disampaikan rasul ??

+ kalau boleh sedikit saya menanggapi, jika itu semua yang mereka lakukan. (mungkin) islam tidak akan pernah kita rasakan saat ini. (naudzubillah .. )

– dan apakah dalam proses pencariannya, bukhori berdiam diri, tanpa menyampaikan apa-apa kepada ummat di sekitarnya saat itu tentang hadist-hadist yang telah is ketahui ??

+ alangkah naifnya sang bukhori yang telah diberikan banya ksekali kelebihan untuk mengumpulkan, memahami, mengkoreksi hadist-hadist yang disampaikan rasul, kemudian dia tidak menyampaikannya sama sekali, menyimpannya hingga kelak seluruh hadist ia fahami.

bahkan mungkin saya pun tega menghina dan mencaci, bahkan mengutuk beliau akan kebodohan perbuatannya itu. tapi syukurlah, ia tidak melakukan itu .. hingga kini kita dapat mengetahui berbagai hadist yang telah Rasul sampaikan.

sedikit intermezzo ..

bahwa kita juga dulu dilahirkan dengan tanpa ilmu sama sekali. hingga kita melihat sekitar, dan membentuk diri kita mampu menyesuaikan dengan lingkungan. pernahkah kita mensyukuri nikmat Allah yang besar itu ??

walau tanpa ada yang mengajari, kita bisa memahami bahwa berbagi itu indah. karena itu FITRAH.

walau tanpa ada yang mengajari, kita bisa memahami bahwa belajar itu perlu. karena itu KEBUTUHAN.

keduanya harus berjalan BERIRINGAN .. BERDAMPINGAN .. SALING MELENGKAPI. tak bisa dipisahkan, maupun terpisahkan. tak boleh ada kekurangan satu apapun dalam perjalanannya. tak ada keluhan kekurangan atau apapun yang menyebabkan mereka tidak berjalan berdampingan lagi. karena Allah maha Luas, biarkan Dia yang maha mencukupi. maka .. buat mereka berlari berdampingan, berkaselerasi dalam gerakan yang cantik dan apik. membuat syariat ini terlihat makin indah, walau dari mata musuh-musuh islam.

#saya, fuad assifa, juga bukanlah orang yang murni lahir dari keluarga para ustad, orang-orang yang cukup banyak memahami ilmu dan amal secara menyeluruh, tapi insya Allah kami selalu mengarah untuk memajukan keduanya berdampingan. ya .. antara ilmu dan amal.

#saya, fuad assifa, juga bukanlah orang yang lancar mengaji sejak kecil. jujur, baru dalam 3 tahun ini saya bisa lancar mengaji. tp saya beranikan diri untuk mengemban amanah sebagai ketua angkatan gamais 2010.

saya hanya berfikir dan berdo’a .. semoga saja saya dipertemukan dengan orang-orang yang jauh lebih pintar mengaji dibanding saya, sehingga saya bisa belajar padanya. dan semoga saya bertemu orang-orang yang bernasih seperti saya dulu .. agar kita bisa sama-sama belajar

#saya, fuad assifa, juga bukan orang yang hanya memandang tugas, kerja, pengkaryaan, dan apapun namanya itu sebagai kepentingan ummat. karena disitupun saya bisa selalu berkumpul, dan saling bertukar ilmu dengan orang-orang hebat di kampus.

#saya, fuad assifa, termasuk juga ke dalam orang-orang yang MENUNTUK AKAN PERBAIKAN KEADAAN.

maka saya pun sadar, bahwa saya termasuk dalam orang-orang yang menyebabkan keadaan menjadi seperti ini. maka saya pun berusaha memperbaiki diri saya sebaik mungkin.

#saya, fuad assifa, termasuk juga ke dalam orang2 yang menuntut ADANYA PERBAIKAN, terutama dalam sistem dan proses pembinaan diri saya dan teman-teman saya, anggota gamais 2010 yang lainnya.

saya BERHARAP DENGAN SANGAT TINGGI, bahwa dengan perbaikan kualitas pribadi, kualitas kerja dan karya yang dihasilkan juga akan lebih baik.

tapi saya tidak memungkiri UNTUK SEGERA BERBUAT.

karena ummat membutuhkan kita kawan. mereka membutuhkan ilmu kita (yang meki hanya sedikit ini)

lalu apa yang akan kita sampaikan kepada mereka ?? apakah hanya statement penolakan karena kita merasa belum siap ??

ingatlah kawan, akan firmannya yang indah mengelus hati di surat Ali Imran 133-134 ::

“dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertakwa. (yaitu) orang yang berinfak, AIK DIWAKTU LAPANG MAUPUN SEMPIT, dan orang-orang yang menahan amaranya dan memaafkan (kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang YANG BERBUAT KEBAIKAN.”

dilanjutkan ke ayat 139 :

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab KAMU PALING TINGGI (DERAJATNYA), JIKA KAMU ORANG YANG BERIMAN”

maka ..

teruslah bergerak,

teruslah belajar,

teruslah sampaikan risalah,

teruslah meminta nasihat untuk perbaikan diri,

teruslah menjadi contoh yang baik,

teruslah berbuat untuk saling menasihati,

dan ..

teruslah bergabung dalam keluarga yang indah ini.

 

#Respon 4 (Ochen)

Semangat untuk kawan-kawan gamais 2010,

Bersama kita membangun kampus madani
dari Bandung untuk Indonesia.
Bersama kita inspirasikan dunia kata,karsa dan karya untuk menjadi pengukir peradaban yang akan merangkai senyum Indonesia

 

masih bersambung…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s