Panas Bumi dan Kendalanya..

Di artikel sebelumnya yang berjudul Energi saya sempat menyinggung tentang panas bumi (Geothermal) yang ada di Indonesia dan Potensi yang ada didalamnya.

Mungkin kita akan terheran-heran dengan potensi 40 % (28 GW) panas bumi dunia, mengapa sampai saat ini, penggunaan nya baru sebatas 4% (1200 MW) dari 40% itu ? padahal jika melihat berbagai aspek, panas bumi ini memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan energy lain terutama energy fosil (Minyak Bumi, Batubara, Gas Bumi dll).

Keunggulan pertama adalah panas bumi termasuk Energi Baru Terbarukan (EBK). Tidak seperti energi fosil yang akan habis jika telah digunakan, panas bumi merupakan energy yang dapat diperbaharui.

Selain itu, panas bumi pun tergolong bersih bahkan tergolong paling bersih jika dibandingkan minyak bumi, batu bara dan nuklir.

Keunggulan ketiga adalah background sejarah panas bumi itu sendiri,  Kegiatan eksplorasi panas bumi Indonesia telah dimulai sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Saat itu Indonesia memulai kegiatan eksplorasi panas buminya di Lapangan Kamojang. Maka PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Kamojang lah yang menjadi PLTP pertama di Indonesia.

Jika meneropong lebih jauh, mungkin  kita akan lebih banyak menemukan kelebihan energi potensial ini.

Namun, disini saya akan lebih membahas mengapa potensi melimpah energi ini belum di optimal kan penggunaan nya.

Disini saya akan mengutip kata-kata  Executive Director CIDES, Rohmad Hadiwijoyo dalam surat kabar nasional.

Menurut pak Rohmad, Kendala pertama ialah investasi awal yang sangat besar. Memang tidak dapat dipungkiri, tidak jauh berbeda dengan Industri Minyak Bumi, Industri panas bumi juga merupakan Industri yang padat modal. Sebagai gamabaran, pak Rohmad memberikan contoh, untuk pengembangan energi panas bumi yang dapat menghasilkan listrik 45 MW diperlukan investasi sekira USD105 juta.

Kendala kedua ialah letak lokasi panas bumi itu sendiri, sebagian besar lokasi panas bumi terletak di wilayah hutan lindung, yang keberadaannya dilindungi dan akan tergolong bentuk penebangan liar jika kegiatan eksplorasi panas bumi ini tetap dilakukan.

Kendala ketiga, datang dari PLN yang kurang agresif terjun langsung membeli listrik dari pengembang panas bumi. Menurut pak Rohmad, Bank Dunia tertarik untuk memberikan dana sebesar USD1 Miliar dengan skema pinjaman lunak untuk kegiatan eksplorasi panas bumi ini.
Sesuai kendala pertama diatas, kegiatan eksplorasi panas bumi adalah industri padat modal, sementara saat ini bank-bank lokal di Indonesia kurang berminat memberikan pinjaman dalam proyek-proyek panas bumi. Tinggi risiko menjadi salah satu alasan kuat perbankan enggan meminjamkan modalnya.

Semoga kedepannya segala kendala ini bisa teratasi dan kemandirian energy Nasional benar-benar bisa tercapai.[ ]

referensi : okezone.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s