Tuangkan saja pikirannya, biar ramai..

Setiap Zaman mempunyai masalah dan pahlawannya sendiri.

Tidak asing lagi bagi kita akan kata-kata itu, setiap masa memang memiliki masalahnya sendiri. Tidak sama masalah yang dihadapi kakek kita dengan zaman kita.

Jika menilik ke gerakan kemahasiswaan, tentu kita akan setuju, masalah gerakan kemahasiswaan kini berbeda dengan sebelum reformasi. Orientasi gerakan mahasiswa saat itu adalah menumbangkan rezim tirani. Tentu pasca reformasi, ketika segalanya telah berubah, demokrasi telah dikibarkan, orientasi gerakan mahasiswa pun telah berbeda.

Reformasi memang telah menumbangkan rezim tirani, namun, hal itu bukan berarti gerakan mahasiswa terhenti.

Gerakan kemahasiswaan harus kembali mencari tujuan keberjalanan nya dan menentukan arah gerakannya untuk menyelesaikan masalah-masalah kekinian bangsa.

Aku beruntung lawanku adalah penjajah, kalian tidak beruntung karena lawan kalian adalah bangsa sendiri (Bung Karno)

Mungkin yang berkuasa saat itu bukan penjajah, namun, terlihat jelas di belakang itu semua, ada kekuatan Imperialisme modern yang bermain.

Berkaca pada romantika lalu, mungkin terpikirkan segalanya akan lebih mudah ketika rezim korup saat itu tumbang, namun, nyatanya hal itu tidak berlaku. Kita harus kembali mengais sejarah dan memaknainya.

***

Anis matta pernah mengatakan, mahasiswa yang masih berpikir hanya jago orasi dengan akademik buruk adalah mahasiswa yang terjebak dalam romantisme lama.

Mahasiswa kini tidak hanya sekedar jago aksi-aksi, orasi ditengah jalan, dengan akademik kurang.

Yah, sekarang ini mahasiswa mulai menggaungkan sebuah format baru dalam koridor pergerakannya, sebuah format berlandaskan intelektualitas. Intellectual movement (pergerakan intelektual), begitu sebagian orang menyebutnya. Sebuah format baru dengan membaca, menulis, dan berdiskusi sebagai bentuk kegiatannya.

Tapi memang, format baru ini akan tidak berarti kita output yang dihasilkan tidak tersampaikan terhadap khalayak ramai, atau bahkan tidak tersampaikan terhadap pemerintah. Maka dalam penyampainya aksi-aksi turun ke jalan tetap dibutuhkan, namun dengan system yang lebih rapi, dan terorganisir.

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

– Reff :
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

 

Pasti ada sedikit kebingungan dengan judul tulisan ini, apa sih maksudnya, saya sendiri ga tau mao ngasi judul apa, saya hanya ingin menuangkan pikiran-pikiran dalam bentuk tulisan,..hehe..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s