Masa Muda ku, Untuk apa ?

Empat syuhada berangkat pada suatu malam

Gerimis air mata tertahan di keesokan

Telinga kami lekapkan ke tanah kuburan dan simaklah itu sedu-sedan

Mereka anak muda pengembara tiada sendiri

Mengukir reformasi karena jemu deformasi

Dengarkan saban hari langkah sahabat- sahabatmu beribu menderu-deru

Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu

Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu

Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian di Trisakti bahkan di seluruh negeri

Karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri

Merah putih yang setengah tiang ini

Merunduk di bawah garang matahari

Tak mampu mengibarkan diri karena angin lama bersembunyi

Tapi peluru logam telah kami patahkan dalam doa bersama

Dan Kalian bersih pahlwan bersih dari dendam

Karena jalan masih jauh dan kita perlukan peta dari Tuhan

 

(Taufik Ismail, 1998)

Dikutip dari buku Dari Gerakan ke Negara, Anis Matta

 

Sore itu saya tidak ada kuliah, akhirnya saya putuskan untuk membuka buku pelajaran yang belum saya pahami. Namun, nyata nya hal itu tidak berlangsung lama, beberapa menit kemudian, hati ini tergoda untuk melanjutkan membaca buku lain, letak meja belajar dan rak buku yang bersebelahan membuat saya tidak konsentrasi, ada beberapa buku yang belum selesai saya baca, akhirnya kututup buku James E. Brady dengan ketebalan 1000 halaman itu, mataku mengarah ke sebuah buku lain, bercover hitam, simpel namun cukup menarik, Dari Gerakan ke Negara.

Yap, ini memang salah satu buku yang belum selesai saya baca, Anis Matta pengarang nya. Buku yang dari beberapa hari lalu menjadi pengisi waktu luang, meskipun akhirnya belum juga selesai saya baca.

Membaca redaksi awalnya, buku ini adalah kumpulan artikel karya Anis yang dimuat di beberapa surat kabar. Yang kemudian dijadikan satu dan dibukukan.

Berhubung saya lupa sebelumnya saya baca sampai mana, saya memutuskan untuk membaca nya dari belakang.

Wow, beberapa kali kata itu keluar dari mulut saya, menandakan ekspresi kekaguman atas diksi buku ini. Membaca beberapa lembar buku ini memberikan semilir-semilir angin semangat, sebuah energy perubahan, untuk bergerak lebih cepat, berkarya lebih banyak

Lalu, apa hubungannya dengan sajak Taufik Ismail itu ?

Bagian belakang buku ini banyak bercerita tentang pemuda, cocok banget dengan saya…(ciiee..haha)

Lebih tepatnya menceritakan pemuda-pemuda pembawa perubahan, mereka lah agent of change sesungguhnya. Merekalah fajar baru yang menandai lahirnya generasi baru, begitu Anis membahasakannya.

Elang Mulyana, Hartanto, Hendriawan Lesman, Hafidin Royan. Merakalah 4 pahlawan dari Trisakti, merekalah yang merelakan nyawa nya demi sebuah perubahan, mereka jemu dengan deformasi dan menginginkan reformasi, begitu Taufik ismail mengungkapkannya.

Anis melanjutkan, Abad 20 sesungguhnya adalah sejarah anak-anak muda. Bukan hanya milik Indonesia dengan angkatan 98 nya. Tanggal 23 Oktober 1956 revolusi Hungaria meletus ditangan para pemuda dan mahasiswa yang menentang pendudukan Uni Soviet dan pemerintahan boneka. Para pemuda bahkan mempelopori perlawanan terhadap Negara adikuasa itu di seantero kawasan Eropa Timur. Mahasiswa Spanyol bangkit menentang diktator jenderal Franco pada 1965.

Jika dalam usia yang begitu muda ke empat mahasiswa Trisakti itu telah menorehkan tinta emas sejarah, bagaimana dengan kita, menggunakan bahasa Anis, mereka memang telah meninggalkan dunia, tetapi umur sejarah mereka lebih panjang daripada umur biologis nya.

Berkaca pada sejarah, kita memang tidak akan pernah habis akan sejarah-sejarah kepemudaan dengan segala aksi “heroik” nya.

Mungkin, memang harus begini kejadiaanya, bahwa sejarah menghendaki kita melangkah lebih cepat untuk menyelamatkan bangsa ini .

Ehm, mungkin sekarang giliran saya, belajar dari mereka, arsitek peradaban sesungguhnya…[]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s