Untuk mu Indonesia ku..

Untuk mu Indonesia ku..

 

Sunguh aku sangat mencintaimu..

Indah, itulah gambaran dirimu saat ini..

Bijaksana, itulah gambaran pemimpinmu

Sejahtera, itulah gambaran masyarakatmu.

Rukun, itulah gambaran kehidupan rakyatmu.

Dihormati, itu gambaran dunia internasional memandangmu.


Hari ini aku kembali mendengar tentang dirimu, rakyat mu sangat sejahtera, tidak ada lagi busung lapar, kurang gizi ataupun kelaparan yang menjangkiti masyarakatmu, sudah tidak ada lagi berita korupsi yang menghinggapi siaran berita di negeri mu. Semua orang hidup rukun, biaya pendidikan pun sudah murah dan dapat di jangkau semua orang. Tidak lagi ku dengar seorang anak putus sekolah karena kekurangan biaya.

 

Indonesiaku, sungguh aku sangat bangga…

Kini, tidak ada lagi negara yang berani melecehkanmu, karena pemimpinmu sangat tegas, batas-batas negaramu tidak ada lagi yang melanggar, kekayaan alam mu sudah dapat dirasakan oleh rakyatmu sendiri, kekayaan budaya mu tidak ada yang lagi mengklaim. Aspirasimu pun sangat didengar oleh dunia internasional,  sungguh kini kau sudah dihormati oleh setiap negara.

 

Indonesia ku, sungguh aku bangga melihatmu seperti ini..

Kini, tidak ada lagi kesenjangan antara si kaya dan si miskin,mereka hidup rukun dan saling membantu. Mahasiswa mu kini sudah sadar akan perannya sebagai agen perubahan, mereka berlomba-lomba untuk berkontribusi membangun mu, perpolitikan pun kini telah lebih rapi, semua partai fokus untuk membangun diri mu, bersama-sama menyingsingkan lengan baju,bersama-sama bekerja, meningggalkan kepentingan masing-masing.

 

Indonesiaku, tapi, ternyata itu hanya lukisan imajinasi ku…

Indonesiaku, kamu masih seperti dulu, kelaparan tak pernah lepas mengisi headline surat kabarmu, pragmatisme dan hedonisme masih mengisi jiwa-jiwa mahasiswa mu, kekerasan dan pembuat kerusuhan masih melekat dalam pikiran masyarakat tentang pergerakan mahasiswa mu. Kekayaan mu belum memberikan kebermanfaatan untuk masyarakatmu. Berita kematian dan pelecehan Tenaga Kerja mu masih sangat sering kudengar.

 

Indonesia ku, ternyata keadaan dirimu belum seindah lukisan imajinasiku…

Kamu masih seperti dulu, budaya mu dengan mudah di klaim negara lain, aspirasi mu pun belum banyak di dengar dunia internasional. Anak putus sekolah, kekerasaan dan pelecehan masih menjadi bagian hidupmu. Para pemimpin mu pun belum sadar akan perannya, kebijakan yang memihak rakyatmu masih menjadi barang langka. Korupsi menjalar di semua lini kelembagaan mu, kesenjangan sosial semakin membuat jurang pemisah antara si kaya dan si miskin.

 

Indonesia ku, sungguh aku mencintai mu lebih dari apapun…

Yang aku inginkan hanyalah melihat senyum mu merekah setiap saat, tak bosan aku melihat senyum indah itu, kau sejahtera, kau bahagia,..

Indonesia ku, mungkin hanya ini yang dapat kulakukan, menuliskan surat ini, berusaha untuk menyadarkan pemimpin-pemimpin mu, menyadarkan semua orang, menyadarkan diri ku sendiri, bahwa kau memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi Macan dunia.

Aku akan terus menuliskan surat-surat seperti ini, berusaha agar semua orang sadar, untuk tidak hanya meminta atau pun mengeluh, tetapi aku ingin mengingatkan seluruh anak bangsa mu, untuk terus bergerak dan berkarya, untuk membantumu bangkit dari keterpurukan ini..

Untuk mu Indonesiaku, bangsa yang tidak pernah henti untuk ku cintai.


*diikut sertakan dalam lomba esai Panggung Rakyat ITB 2011, ehm, ternyata sy romantis juga…haha^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s