GEMA (Gerakan Edukasi Mahasiswa) ITB




 

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya (Hasan Al-Banna)


Dr. Syakir Ali Salim pernah berkata, pemuda islam merupakan tumpuan umat. Oleh karena itu, eksistensinya sangat diperlukan di kehidupan masyarakat.

Menilik sejarah islam, kita akan belajar banyak bagaimana eksistensi pemuda-pemuda islam dalam memecah kebuntuan zaman, Nabi Ibrahim As dengan gagah nya menghancurkan berhala-berhala Mekah dan membawa ajaran ketauhidan. Muhammad Alfatih, dalam usianya yang masih belia, beliau telah menjadi sebaik-baiknya panglima yang memimpin sebaik-baiknya pasukan dalam menghancurkan dan mengambil alih konstantinopel.

Dalam ranah Ke-Indonesia-an, tidak akan pernah luput dari benak kita bagaimana peran dan dinamika kehidupan pemuda, hampir seabad silam , ditahun 1928 pemuda Indonesia bersatu dan mengikrarkan sumpahnya, bertanah air satu, berbahasa satu dan berbangsa satu, Indonesia. Dalam momentum kemerdekaan, pemuda pun berada dalam garda terdepan, tak lekang dalam benak kita bagaimana peran Muhammad Natsir, Sutan Syahrir dan pemuda lainnya dalam mendorong proklamator Indonesia untuk memekikkan kemerdekaan, atas nama usaha bangsa, bukan atas pemberian penjajah.

Lebih dekat kita akan melihat begitu heroiknya peran pemuda dalam menumbangkan rezim tirani korup dan membawa panji reformasi di tahun ‘98.

Reformasi telah bergulir satu dekade lebih, pertanyaan yang sering menjadi bahan diskusi adalah kemana pemuda islam Indonesia kini ? Dengan mayoritas penduduk muslim, yang tentunya berbanding lurus dengan kuantitas pemudanya, harusnya menjadi potensi tersendiri bagi kebangkitan bangsa Indonesia.

Namun, kenyataan nya justru tidak sesuai harapan, pemuda Islam kini seolah kehilangan orientasi nya dalam menjalani hidup, alih-alih menginspirasi dan berkarya untuk negeri, eksistensi pemuda kini lebih lekat dengan isu-isu negative dan kerusakan, pergaulan bebas, narkoba, tawuran antar pelajar adalah sebagian dari sekian banyak isu yang dekat dengan pemuda kini.

Bahkan, yang lebih miris lagi, ‘title’ islam berada dalam diri pemuda itu, terkesan hanya nama dalam KTP. event-event islam yang seharusnya lebih ramai dalam hiruk pikuk pergerakan bangsa Indonesia, justru kalah riuh dengan event-event berbau kebarat-baratan.

Tahun baru islam seolah dilupakan, tahun baru masehi selalu lebih wah dalam perayaannya. kemanakah pemuda islam kini ?

GAMAIS ITB dengan dalam satu kerangka besar GEMA (Gerakan Edukasi Mahasiswa) ITB 2011 berinisiatif mengadakan acara bertemakan “saatnya pemuda islam menorehkan karya, menginspirasi dunia”  ini, dengan mendatangkan tokoh-tokoh yang inspiratif dan sangat produktif berkarya di masa muda hingga kini, GAMAIS ingin menginspirasi dan membangkitkan kembali potensi-potensi pemuda Islam Indonesia untuk terus berkarya membangun bangsa, menyadarkan kembali pemuda muslim Indonesia akan peran dan kontribusinya.

Dengan acara ini kami berharap akan banyak pemuda-pemuda yang terinspirasi, dan pada akhirnya akan muncul syakrir-syahrir baru, Muhammad alfatih baru, habibie baru yang akan bahu-membahu membangun Indonesia.

-GEMA (Gerakan Edukasi Mahasiswa) ITB 2011, Sebuah Karya Untuk Indonesia-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s