Menu utama di Era Konseptual

Akhir-akhir ini kita akrab sekali dengan sebuah fenomena unik, saya menyebutnya popularitas instan, from nothing to something.

Sinta dan Jojo, dua orang wanita yang awalnya hanya mahasiswi biasa, menjadi bintang, popular mendadak, hanya karena keduanya memasukkan video rekaman lipsingnya yang unik dan konyol, masyarakat pun penasaran dan akhirnya ramai-ramai menonton video itu, efek besarnya, keduanya pun kini menjadi artis mendadak, dan menjadi ikon iklan produk sebuah makanan.

Lain Sinta dan jojo, lain lagi Briptu Norman Kamaru, wajah polisi yang asal Gorontalo ini dalam beberapa hari terakhir ramai menghiasi layar televise berbagai stasiun Televisi.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi ?

Fenomena-fenomena ini, jika ditarik benang merah nya, adalah sebuah efek dari perubahan zaman (era), dalam bukunya Unlimited Wealth, Bong Chandra menggambarkan akselerasi zaman ini menjadi 4 fragmen, yaitu :

1. Era Agraris

Seperti namanya, di era ini yang paling berpengaruh adalah sektor agraris, orang yang paling kaya adalah orang yang memilki banyak kebun dan hewan ternak. Karena hanya mengandalkan kebun dan ternak, seseorang yang dilahirkan dibawah garis kemiskinan, susah sekali menaikkan taraf hidupnya.

2. Era Industri

Era ini ditandai dengan ditemukannya mesin uap pada tahun 1492. IQ adalah sesuatu yang paling diandalkan dalam era ini. Seseorang yang mendapat nilai 90 di mata pelajaran matematika dan 40 di mata pelajaran seni dianggap sebagai anak yang pintar, sementara seseorang yang mendapat nilai 40 di mata pelajaran matematika dan 90 di mata pelajaran seni dianggap sebagai orang yang bodoh. Seseorang yang memiliki otak kiri –yang mengandalkan logika- yang brilian adalah penguasa dalam era ini.

3. Era Informasi

Runtuhnya tembok Berlin menjadi tanda dibukanya gerbang era informasi. Kesuksesan seseorang dalam era ini ditentukan oleh seberapa banyak informasi yang ia ketahui. Karena pada era ini informasi sangat mudah sekali didapatkan, salah satu gerbang utamanya adalah akses internet.

4. Era Konseptual

Era ini dapat dikatakan bertentang dengan era industry, jika di era industry yang paling berpengaruh adalah otak kiri, dalam era ini yang paling berpengaruh adalah otak kanan, yaitu otak yang menitikberatkan pada kreativitas.

Saat ini kita tengah memasuki sebuah era baru, yaitu era konseptual (conceptual age), ketika era informasi, yang paling berpengaruh dalam diri seseorang adalah otak kiri, kini, di era konseptual, yang paling berpengaruh adalah otak kanan, karena ciri utama dari era konseptual adalah kreativitas dan komunikasi.

Dalam era ini, seseorang akan memiliki nilai plus ketika Ia dapat menguasai 2 poin, yang pertama adalah komunikasi, komunikasi dapat dikatakan baik apabila seseorang dapat mengejawantahkan ide-ide, pemikiran, dan argumentasi nya dengan baik, ia dapat memahamkan seseorang tentang ide yang ada di pikirannya.

Kedua adalah Kreativitas, sinta Jojo dan Briptu Norman adalah contoh paling update nya, jika dipikirkan hamper setiap hari ada seseorang yang mengupload video sejenis mereka ke dalam youtube, mengapa justru video mereka yang kemudian menjadi tenar, dapat menarik simpati dan mendapatkan apresiasi tinggi dari sebagian besar masyarakat.

Jawabannya adalah karena video mereka unik dan kreatif.

Ambil contoh lain, dalam bukunya, Bong Chandra menggambarkan poin plus dari kreativitas itu, ada sebuah buku di Amerika dengan judul Everything Men Know about Women, pengarangnya Cindy Cashman, Anda tahu apa isi buku ini ?

Saya yakin tebakan Anda semua salah, karena ternyata buku ini kosong, tidak ada tulisan sama sekali, yang ada hanya sebuah catatan di bagian akhir buku yang intinya mengatakan memang seorang laki-laki tidak mengetahui apa-apa tentang wanita, persis seperti kosongnya buku itu. UNIK.

Karena keunikkannya itulah buku itu laku keras, terjual hingga 1 juta kopi.

Inilah sebagian dari fenomena-fenomena unik di era konseptual, mungkin kedepannya akan semakin banyak keunikkan-keunikkan yang akan terjadi, selamat menikmati menu-menu utama di era konseptual. []

http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/21/menu-utama-di-era-konseptual/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s