Politik Kampus dalam Perspektif Mahasiswa Baru

18-20 April 2011 adalah waktu yang paling menentukan bagi seluruh masa kampus ITB, karena dalam kurun 3 hari inilah mereka akan menentukkan pemimpinnya, Presiden  Keluarga Mahasiswa (KM) ITB 2011-2012. Setelah melalui proses yang cukup panjang, dimulai dari mencari suara minimal untuk maju menjadi Calon Presiden,kampanye, kini Pemira ITB memulai babak barunya.

Telah sering sekali didengung-dengungkan, kampus adalah miniatur bangsa, perbedaaan kelas sosial, keberagaman asal daerah mahasiswa menjadi satu dalam suprastruktur kampus, benar-benar menjadikan kampus sebagai miniature bangsa.

Hawa kebangsaan itu semakin menjadi ketika Pemilu Raya dimulai, Politik mulai mengambil bagiannya, kampanye dengan poster, selembaran, Baliho menjadikan kampus tak ubahnya miniatur Pemilu Presiden RI, pesta demokrasi tahunan ini semakin bertambah semarak dengan hearing calon-calon Presiden itu.

Tidak dapat dipungkiri, dalam keberjalanan suatu kampus, akan ada benturan kepentingan yang senantiasa menjadi pengisi dianamikanya. Karena kampus kini tidak hanya sebagai  ajang unjuk kemampuan akademik, kampus kini dijadikan ajang akselerasi diri bagi mahasiswa –meskipun belum seluruh mahasiswa-.

Dalam masa kampanyenya masing-masing calon dengan dibantu para pendukung nya mencoba menarik perhatian masa kampus, mereka saling berlomba-lomba membuat bentuk kampanye yang paling menarik.

Bagi seorang mahasiswa baru seperti saya, PEMIRA ini seharusnya menjadi wahana pembelajaran politik, namun, sangat disayangkan karena mahasiswa tingkat 1 atau yang biasa disebut TPB tahun ini kembali belum diperbolehkan menggunakan hak suaranya. Efek sampingnya pun terasa, wajar jika saat hearing masa TPB yang datang jauh dari harapan, karena akan ada yang berfikir, “untuk apa datang hearing, toh kita belum bisa milih”. Esensi hearing calon memang tidak sesempit itu, lebih jauh agar kami bisa mengenal siapa pemimpin kami nanti. Namun, tidak salah juga rasanya jika ada mahasiswa TPB yang berfikir demikian.

3 hari itu pun berlalu.

Lalu, siapakah yang kan membawa nakhoda KM ITB periode 2011-2012 nanti. Akankah Tizar Bijaksana ataukah Filman Ferdian ?

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/04/21/politik-kampus-dalam-perspektif-mahasiswa-baru/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s