Model Aktivis Abad 21

Bagi Anda penggemar buku Anis Matta pasti sedikit engeh dengan judul diatas, yap, tepat, judul itu adalah judul yang saya adaptasi dari buku Anis Matta, “Model Manusia Muslim Abad 21”, hanya saya ganti kata manusia menjadi Aktivitis dan saya hilangkan kata muslimnya.

Secara sederhana Aktivis dapat dikatakan sebagai sesosok manusia yang memiliki mobilitas yang lebih dibandingkan dengan manusia lain. Ia ikut berbagai macam organisasi, aktif dimana-mana, jika Ia mahasiswa, dia adalah seorang “KURA-KURA (KUliah RApat-KUliah RApat)”, bukan seorang “KUPU-KUPU (KUliah PUlang-KUliang PUlang)”.

Yang menjadi bahan pertanyaan adalah sosok aktivitis seperti apa yang dikatakan aktivis ideal ? karena jika berbicara tentang aktivis, entah mengapa label yang disematkan lebih banyak label-label negatif, kuliah gak karuan, nilai jelek, kuliah datang telat, ngumpulin PR telat dsb. Tentunya  hal ini menjadi sebuah catatan tersendiri bagi seluruh aktivis maupun saya sendiri, bagaimana seharusnya profil seorang aktivis, agar stigma negatif itu tergantikan dengan suatu nilai plus, gini loh sosok aktivitis, aktif dimana-mana, peduli lingkungan social, berprestasi lagi.

Disini saya mencoba mengangkat seorang tokoh yang menurut saya adalah representative dari aktivis ideal.

Dia adalah Shofwan Al-Banna Choiruzzad, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Indonesia yang berhasil menyabet gelar Mahasiswa Berprestasi Nasional Tahun 2006. Ketika mendengar kata Mahasiswa Berprestasi mungkin yang terbayang di sebagian benar orang adalah sesosok manusia dengan akademik yang sangat mumpuni, kerjaannya belajar tok.  Pun begitu dengan saya, awalnya saya berpikir Shofwan adalah seorang SOO ( Study Oriented Only), tapi begitu membaca aktivitasnya di sebuah buku, saya terkagum-kagum, ternyata ia adalah sesosok ativitis tulen. Keren !

Selain mumpuni dalam hal akademik, Shofwan juga sangat aktif dalam organisasi kemahasiswaan, mulai dari Sekretaris Jendral FSI FISIP UI, Pengurus SALMAN (Salam Muda Mandiri) SALAM UI, Sekretaris Jendral Sahabat Asrama (Rohis Asrama Mahasiswa UI), Tim Studi dan Pergerakan BEM UI, MWA Wakil Mahasiswa UI, Direktur Al-Hikmah Research Center (ARC), Penulis Muda PPSDMS Award, sampe menulis 4 buah buku. Beh, dahsyat…

Keberjalan karir shofwan bertambah berwarna dengan kemenangannya dalam sebuah ajang bergengsi kelas dunia, mengharumkan nama bangsa dan Negara.

Di 2009 kemarin ia berhasil menjadi juara dunia kompetisi internasional tentang ekonomi global di Swiss. Shofwan tidak hanya menjadi juara, tapi mengalahkan peserta dari Harvard University, dan lebih dari 200 peserta terbaik lainnya dari seluruh dunia.

Yang lebih mengagumkan lagi, ajang yang diadakan di St. Gallen Symposium Universitas St. Gallen Swiss (universitas paling bergengsi di Eropa) dihadiri oleh 600 pemimpin bisnis dan politik serta 200 intelektual muda. Sebut saja nama-nama berikut : Hans-Rudolf Merz (Presiden Swiss), Hiroshi Watanabe (Kepala Japan Bank for International Cooperation), Boris Tadic (Presiden Serbia), Kamal Nath (Menteri Perdagangan dan Industri India), Shanmugaratnam (Menteri Keuangan Singapura), hingga Hiroyuki Ishige (Wakil Menteri Luar Negeri Jepang).

Dari kalangan bisnis hadir wakil dewan direktur FIAT, CEO Price Water House Coopers, CFO Airbus, sampai Pimpinan Dewan Direktur Embraer Brazil. Selain itu juga hadir para ilmuwan pemenang Nobel seperti Robert Aumann, jurnalis seperti Riz Khan dari Al Jazeera dan Peter Day dari BBC dan juga Presiden Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) Torsten Akesson.

Dahsyat kan, dengan segala prestasinya itu, Shofwan telah mengangkat posisi tawar seorang aktivis, lebih khusus aktivis dakwah. Liat saja artikel dalam Era Muslim dibawah ini.

Aktivis Kampus Indonesia Mengalahkan Mahasiswa Harvard

Namanya Shofwan Al Banna Choirozzad, seorang mahasiswa asal Indonesia yang menang di The 39th St Gallen Symposium, Swiss.

Saya masih ingat pertama kali berkenalan dengan Shofwan AL BANNA Choiruzzad di sebuah reuni alumni rohis yang masuk UI.

Inilah beritanya yang dimuat detik.com.


Minggu, 24/05/2009 06:58 WIB
Mahasiswa Asal Indonesia Menangi The 39th St Gallen Symposium
Laurencius Simanjuntak – detikNews


Jakarta – Satu lagi penghargaan ditorehkan putra terbaik bangsa. Shofwan Al-Banna Choiruzzad, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Jepang memenangkan The 39th St Gallen Symposium yang berlangsung di Swiss, 7–9 May 2009.

St Gallen Symposium adalah acara tahunan yang dihadiri sejumlah pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia untuk berdialog dengan para pemimpin muda. Dalam acara tersebut, para ratusan pemimpin muda diseleksi lewat karya tulis bertemakan krisis global, untuk kemudian diambil 3 terbaik dan dipersilakan menyampaikan gagasannya di hadapan forum dunia.

Shofwan, sapaan akrab anak muda kelahiran Juli ’85 ini, menjadi pemenang pertama dari tiga besar tersebut. Dengan karya tulis berjudul ‘Boundaries as Bridges: A Reflection for Transnational Business Actors’, ia mengungguli Jason George, mahasiswa program master dari Harvard University (peringkat 2) dan Aris Trantidis, mahasiswa program doktoral dari London School of Economics (peringkat 3).

“Saya bersyukur dan (penghargaan ini) membuatku yakin bahwa kita semua bisa menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan,” ujar Shofwan saat mengobrol (chat) dengan detikcom, Minggu (24/5/2009).

Menurutnya, kapasitas anak-anak Indonesia tidaklah kalah untuk bersaing dengan siswa asing di bidang pendidikan. Hanya saja, kata dia, sistem pendidikan di Indonesia belum bisa menyatukan potensi-potensi anak bangsa yang tersebar, yang jika disatukan bisa menjadi kekuatan besar.

“Barangkali, selama ini kita hanya kurang baik manajemennya,” tutur pria yang gelar S1-nya didapat dari Hubungan Internasional, FISIP UI ini.

Di kota tua St Gallen itu, sejumlah 600 pemimpin bisnis dan politik dari seluruh dunia berkumpul untuk berdialog dengan 200 pemimpin muda mengenai krisis global hari ini.

Dari kalangan politisi, daftar pembicaranya antara lain Presiden Swiss Hans-Rudolf Merz, Presiden Serbia Boris Tadic, Presiden Estonia Ilves, Kepala Japan Bank for International Cooperation Hiroshi Watanabe, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Hiroyuki Ishige, Menteri Perdangan dan Industri India Kamal Nath, sampai Menteri Keuangan Singapura Shanmugaratnam.

Nama-nama besar juga ada di daftar pembicara dari kalangan bisnis. Mulai dari CEO PriceWaterHouseCoopers, CFO Airbus, wakil dewan direktur FIAT, direktur Hindustan Construction, sampai Pimpinan Dewan Direktur Embraer Brazil.

Selain dari kalangan politik dan bisnis, tokoh dunia lain yang tampil di depan adalah para ilmuwan seperti Pemenang Nobel Robert Aumann, Presiden Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) Torsten Akesson dan juga jurnalis seperti Riz Khan dari Al Jazeera dan Peter Day dari BBC. (lrn/lrn)

http://www.stgallen-symposium.org/symposium.htm
http://www.stgallen-symposium.org/student_award/award_2009

Tentu sangat menyenangkan jika semakin hari semakin bertebaran artikel-artikel serupa.

SEMANGAT !!!

referensi : imperiumindonesia.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s