cinta

Alam pembicaraan tentang cinta, adalah tentang memberi, memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan pengorbanan. Ketika seseorang berkata “Aku mencintai mu”, itu bukan saja perkara ketertarikan, tapi juga soal integritas diri, siap memberi, memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan pengorbanan kepada orang yang dicintai.

Perkara Cinta tidak selalu membicarakan tentang insan berbeda gender, ukhuwah dan cinta, adalah dua sisi koin tak terpisahkan, berbicara ukhuwah tanpa cinta, hambar, kering dan tak bermakna.

Mencintai memang bukan perkara mudah, sebagai qiyadah, berarti harus siap mencintai seluruh jundinya, tanpa terkecuali, karena perkara memimpin identik dengan cinta, memberi, memperhatikan dan tentu pengorbanan.

Belajar memberi berarti harus terlebih dulu belajar memiliki, belajar memperhatikan berarti harus siap untuk tidak diperhatikan, belajar mengakselerasi seseorang berarti harus terlebih dulu mengakselerasi diri sendiri.

Memang seperti itu, menjadi seorang qiyadah berarti menjadi pecinta sejati, ketangguhan fisik dan psikis nya diuji.

Belajar mencintai sejantan Salman Alfarisi ataupun belajar mencintai sejantan Ali, adalah kisah para pecinta sejati.

#Inspirasi ; (Serial Cinta, Anis Matta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s