refleksi

Entah mengapa batas itu menjadi bias.

benarkah ini untuk dakwah?

benarkah ini atas nama dakwah ?

boleh jadi hal itu berawal dari niat yang tulus, namun, di pertengahan jalan, Ia bertemu dengan godaan dunia, popularitas. Popularitas itu begitu menggoda, bias itu kian menganga.

Ia lupa dengan niat awalnya, misi kenabian yang diusungnya kini bercampur dengan ambisi pribadi.
Inilah beratnya, jika tidak siap dengan popularitas itu, tujuan awal itu dapat bercampur dengan ambisi pribadi, bahkan mungkin dikalahkan.

Maka, yang dibutuhkan adalah orang-orang dengan prinsip yang kokoh, kepribadian yang matang, pemahaman medan yang komprehensif dan tentunya ia membutuhkan saudara-saudara yang senantiasa setiap mengingatkan dan menasihatinya dikala ia khilaf.

Wallahu’alam bishawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s