Popularitas

Popularitas itu mengganggu, begitu kata anis Matta. Popularitas memang menciptakan peluang dan ancaman yang sama. Peluang membangun optimisme diri, Ancaman rasa tinggi hati dan gila popularitas.

Namun, memang seperti itu, dakwah ini membutuhkan orang-orang yang harus tampil ke depan, orang-orang yang harus dikenal, sebagi representasi kemuliaan islam. Orang-orang itu yang seharusnya menjadi wajah kemuliaan dan keagungan islam.

Segalanya berpulang ke individu pengemban amanah masing-masing, sanggupkah ia menahan godaan dunia itu. Fir’aun adalah contoh korban penyakit ini, kepongahan mengantarkannya  kepada narsisme yang berlebih sehingga ia berani mengklaim dirinya sebagai Tuhan.

Tapi, hal itu bukan berarti ia harus menepi dari altar hedonisme dunia, karena Rasulullah mengatakan “Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakatnya dan sabar terhadap gangguan mereka, lebih baik dari mukmin yang tidak berbaur dengan masyarakatnya dan tidak sabar dengan gangguan mereka.” (HR. Ahmad).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s