Amanah Lagi, Bismillah..

*Sebuah Narasi Hari  1 Diklat divisi PROKM ITB 2011 (Kamis, 30 Juni 2011)

 

Setelah 3 hari menikmati massa transisi, kini calon panitia PROKM 2011 kembali menjalani kegiatannya, diklat PROKM 2011, yang membedakan hari ini dengan hari-hari sebelumnya,  hari ini adalah hari pertama diklat divisi, artinya setiap calon panitia sudah menempati tempat diklat yang berbeda-beda, tergantung Ia masuk ke divisi apa.

Sesuai pilihan 1 saya, kini saya berlabel Calon Taplok, memulai diklat divisi di Lapangan Cinta ITB. Kontras, itu yang tergambar jika boleh membandingkan antara diklat terpusat dengan diklat hari ini. Mungkin memang karena taplok adalah orang yang nantinya berinteraksi langsung dengan mahasiswa 2011, maka pendiklat disini adalah orang-orang yang nyeleneh, aneh, gokil, seru, mantaplah pokoknya. Diklat dimulai dengan pembagian kelompok, dan kemudian sang MC memanggil beberapa peserta untuk menceritakan kronologi peserta melihat pengumuman divisi.

Setelah itu dimulai lah perkenalan pendiklat divisi Taplok ini, dari perkenalan ini saya dapat menyimpulkan ada 3 tipe pendiklat, yang pertama tipe serius terlihat dari saran nya yang menyemangati peserta, ada yang tipe pencari jodoh, yang taulah, saran nya gak jauh-jauh dari modus..hha, ada tipe emang nyeleneh, sarannya bener-bener gak nyambung.

Revolusi Jargon, itu yang terjadi kemudian, pada diklat terpusat jargon kami adalah seperti ini.

Pendiklat :  Siapa Kalian ? Peserta : 2010 Pendiklat : 2010  Peserta : Iteebe  Pendiklat : ITB  Peserta ; ITB…ITB…ITB..

 

Maka hari ini jargon itu udah gak berlaku, yang terjadi malah seperti ini :

Pendiklat : Siapa Kalian ? Peserta : KOLPAC 2010 Pendiklat : Kolpac 2010 Peserta : ASEEK (dengan gaya nggas motor) Pendiklat : Aseek Peserta : HU..HU..HU (kaya suku bar-bar gitu..haha)

Revolusi 180 derajat,haha..

 

#Amanah Lagi, Bismillah..

Kumpul kelompok, itulah yang terjadi setelah Revolusi Jargon itu, peserta berkumpul di spotspot tertentu berdasarkan kelompok masing-masing.
Idealnya ketika berbicara kelompok atau organisasi, maka kita akan berbicara kepemimpinan, harus ada yang mimpin, mengkoordinir, gak mungkin kan semua mimpin. Maka menu awal kumpul ini adalah pemilihan ketua kelompok –meskipun sebelumnya ada perkenalan masing-masing-.

Tunjuk-tunjuk, lirik-lirik, tengok-tengok, ternyata gak ada yang mao yang mengajukan diri, ehm, mantap nih, berarti kelompok saya orang baik-baik, buktinya pada ngerti kalo kepemimpinan itu amanah, dan gak sepantasnya kita minta-minta amanah. Dan setelah beberapa lama, muncul lah seorang nama, Arwin, karena ketika perkenalan Ia mengatakan ciri khasnya adalah bertanggung Jawab. Ciri khas seorang pemimpin banget yakan. Saya pun mendukung, karena saya cukup mengenal siapa Arwin.

Namun, entah ini saya sebut sial atau apa, tapi yang pasti saya cukup berhusnuzhan (berbaik sangka) kepada Allah, Arwin justru menunjuk saya, haduh, udah dah yang ada kemudian malah maen tunjuk-tunjukan (elu aja win, elu aja den). Sampe akhirnya kami disuruh suit (ya Allah, suit..). meskipun akhirnya gak jadi, karena akhirnya saya diskusi dengan Arwin (gak diskusi juga sih, lah orang Cuma beberapa detik..haha).

MIMPIN lagi AMANAH lagi, akhirnya saya bersedia jadi ketua, gak masalah lah jadi ketua, yang penting saya sudah minta kerjasama Arwin dan tentunya bukan saya yang minta amanah ini. Dan ini kedua kalinya harus jadi ketua, tapi yang ini orangnya lebih banyak gan, 26 orang (dan mungkin bertambah). Bismillah..

Setelah itu peserta diberi materi tentang CAPLOK itu sendiri, jadi tugas caplok itu kurang lebih sebagai berikut :

  1. Penata tertib Kelompok
  2. Pengayom Kelompok
  3. Penyalur Materi Informal
  4. Pengevaluasi Ketersampaian Materi (feed back)

 

Taplok juga harus DEWASA, DEWASA disini berarti 3 hal :

 

  1. Matang dalam berpikir (Penuh pertimbangan, Proaktif)
  2. Bertanggung Jawab
  3. Bisa Menempatkan diri (Pintar Beradaptasi)

 

Selain itu taplok juga harus Kreatif, Kritis, Solutif, Ceria, Komunikatif, Pengayom, Sigap, Inisiatif.

#SESI 2 (setelah Dzuhur)

Sesi 2 ini lebih banyak diskusi peraturan (tapi lebih banyak nglawaknya..haha). ya intinya emang begitu kalo mao jadi Taplok, mesti rame, gokil, nggaring, ngjayus juga gpp.^^

 

SEMANGAT !!!

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s