Krisis Kepemimpinan Indonesia

Sejatinya reformasi adalah perubahan menyeluruh, bukan sebatas perubahan pada struktur pemerintahan, karena reformasi bermula dari ketidakpuasan masyarakat terhadap amanah kekuasaan yang di jalankan oleh pemerintah, peningkatan infrastruktur dan sektor perekonomian yang seharusnya memberi manfaat kepada rakyat justru hanya menciptakan jurang pemisah yang semakin luas antara si kaya dan si miskin.

13 tahun gerbang reformasi di buka selebar-lebarnya, nyatanya negeri ini masih saja dirundung berbagai masalah, pendapatan perkapita menginjak USD3000 pun bukan menjadi gambaran sebuah negara sejahtera (welfare state), justru hanya menggambarkan yang kaya semakin kaya, yang miskin tetap berkutat pada kemiskinannya. Dibidang penegakan hukum pun kita masih saja tertatih-tatih, korupsi masih saja menjadi penyakit kronis yang mengakar ke sendi-sendi kehidupan bangsa ini, mirisnya lagi dalam survei Transparency International, Indonesia masuk negara paling korup di dunia (Kompas.com, 2006). Survei terjadi 5 tahun yang lalu, bagaimana dengan kondisi sekarang ? kita sama-sama berharap label “terkorup” tidak lagi kita emban, namun, melihat realita yang ada, sepertinya jauh panggang dari api.

Mari merefleksi, sebenarnya apa yang menyebabkan kita masih saja terkungkung sebagai negara dunia ketiga, padahal kita memiliki semua potensi untuk menjadi nomor 1 didunia, Sumber Daya Alam melimpah, Letak geografis yang strategis, keragaman budaya, masif nya jumlah Sumber Daya manusia kita. bahkan seorang pengusaha Singapura pernah berkata ” Dunia takut mengembargo Indonesia, Karena Indonesia memiliki segalanya”. ya, kita memiliki segalanya.


Segalanya Karena Krisis Kepemimpinan

Pemimpin adalah gambaran orang-orang yang dipimpinnya.

Jika di tarik benang merahnya, krisis multidimensi yang sedang melanda negeri ini disebabkan (salah satunya) oleh Krisis kepemimpinan, karena bagaimana seorang pemimpin bertindak, bisa dikatakan menjadi gambaran bagaimana begara yang dikelolanya. Mari kita tengok bagaimana negara-negara di dunia dapat bangkit dari ketepurukannya dengan andil pemimpin-pemimpin mereka.

1. Cina

sebelum tahun 1979 Cina masih terpuruk sebagai sebuah negara raksasa yang miskin, bergerak dengan landasan sosialisme membuat Cina layaknya raksasa yang malas bergerak, stagnan. Namun, segalanya berubah ketika Deng Xiaoping mulai memimpin Cina di tahun 1979, Ia menyadari Sosialisme tidak akan memajukan negaranya, maka Ia mengubah Sosialisme dengan sistem ekonomi Pasar, meskipun dari kberjalanannya banyak pihak yang menetangnya, termasuk sahabat dekatnya di partai Komunis Cina, tetapi pada akhirnya Deng berhasil membuktikan, perubahan haluan sistem yang Ia terapkan berhasil membawa Cina dari Raksasa miskin menjadi top of the top negara dunia.

2. India

Nasib india tidak jauh berbeda dengan Cina, ‘terlahir’ sebagai negara dengan potensi jumlah penduduk yang melimpah, India masih saja terkungkung sebagai negara miskin. Tokoh perubahan India adalah Perdana Menteri Dr. Manmohan dan Presiden Dr. A.P.J. Abdul Kalam.  Tahun 1991 ketika menjabat sebagai Menteri Keuangan, Dr. Manmohan melakukan kebijakan swastanisasi dan mengurangi dominasi negara dalam perekonomian nasional, selain itu ia pun melakukan kebijakan memotong pajak dan jalur birokrasi, dampak dari kebijakannya itu cadangan devisa India meningkat drastis hingga 118 Milyar dollar Amerika. Sebagai seorang profesor terkemuka, kontribusi yang dilakukan Dr. A.P.J. Abdul Kalam adalah dengan mengembangkan satelit, misil jarak jauh dan sistem pertahanan mandiri. Kedua tokoh diatas dianggap ideal oleh banyak pengamat India, karena selain dapat membangkitkan India dari keterpurukan, keduanya juga saling melengkapi kekurangan masing-masing.

3. Singapura

Sosok bernama Lee Kuan Yew tidak dapat dilepaskan dari hegemoni Singapura saat ini, negeri dengan luas wilayah tidak lebih dari Jakarta itu sudah sepantasnya berterimakasih kepada Lee. Memulai kontribusi nya sebagai perdana Menteri, Lee merancang ekonomi Singapura dengan dua sistem, kapitalisme dan sosialisme. dibukanya investasi asing, insentif pajak adalah bentuk dari kapitalisme Singapur. Selain populer dengan kebijakannya itu, Lee juga dikenal sebagai sosok visioner, hal itu tergambar dari salah satu bukunya yang berjudul “From Third World to First: The Singapore Story”.

4. Malaysia

Mereka pernah belajar dari Indonesia, tapi kini yang terjadi justru sebaliknya, kini mereka mulai mendaki menjadi negara Maju, Mahathir Mohamad dapat dikatakan menjadi salah satu tokoh kunci kebangkitan Malaysia, Mahathir melakukan transformasi ekonomi Malaysia, dari awalnya berbasis pertanian menjadi berbasis manufaktur yang fokus terhadap komputer dan elektronik. Mahathir juga dikenal sebagai seorang pemimpin visioner, hal itu tercermin dari bukunya yang berjudul “The Malay Dilemma”, buku itu menggambarkan bagaimana Malaysia membangun negaranya dari negara miskin menjadi negara berkembang dan kini mulai menapaki menjadi negara maju.

Keterangan dari beberapa negara tadi harusnya menjadi gambaran untuk kita, bahwa kita benar-benar dalam keadaan membutuhkan  seorang pemimpin yang memiliki kapabilitas, ketegasan, semangat perubahan dan tentunya integritas.

 

Salam Perubahan Indonesiaku…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s