Bung Hatta dan Kekagumanku

Bung, kau memang bukan peramal masa depan, bukan pula ahli nujum, apalagi sekadar ‘orang pintar’, tapi aku kagum bung, pikiran mu menembus batas-batas ruang dan waktu.

“Dimana-mana orang merasa tidak puas. Pembangunan tak berjalan sebagaimana mestinya. Kemakmuran rakyat masih jauh dari cita-cita, sedangkian nilai uang makin merosot. Perkembangan demokrasi pun telantar karena percekcokan politik senantiasa. Pelaksanaan otonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah. Tentara merasa tak puas dengan jalannya pemerintahan di tangan partai-partai”.

Kau mungkin tidak pernah berpikir bung ,gagasan setengah abad silam mu itu kini menjadi realita bangsa ini. Entah apa yang akan kau katakan ketika kau masih masih ada disini, kau tidak dapat lagi menyalahkan Soekarno, karena sistem one man show nya, apalagi kembali berdebat dengan pikiran Komunis Tan Malaka.

Kau memang bukan penganut kredo Hitler yang dipegang Soekarno ini “Gross sein heist Massen bewegen konnen (Besarlah seseorang yang mampu menggerakkan massa untuk bertindak)”, karena kau bukan seorang Orator, kau adalah intelektual, kau lebih memilih membina rakyatmu secara bertahap, dengan sistem kaderisasi yang jelas, sehingga muncul Soekarno-Soekarno baru.

Kau yang terlihat lebih senja dari partner mu (Soekarno), padahal kau terlahir satu tahun setelah “Putra Sang Fajar” itu dilahirkan, kau mengajarkan putra-putri bangsa mu untuk menggunakan bahasa asing dalam menyuarakan berdirinya bangsa ini, agar dunia Internasional melihatnya.

Nyatanya hidup dalam hegemoni barat tidak menyebabkan kau kehilangan Nasionalisme mu, dengan lantang didepan pengadilan Belanda kau sampaikan pembelaan mu “Indonesia Vrij (Indonesia Merdeka).”

Elit bangsa ini masih bertengkar bung, demokrasi masih jauh dari harapan, otonomi daerah pun masih jauh dari ideal dan hanya menimbulkan kesenjangan dan masalah-masalah baru, partai bung, kini partai penguasa sedang dalam guncangan kadernya sendiri, rakyatmu dipertontonkan dengan kebobrokan-kebobrokan, aku tidak berbicara pemimpin kita tidak bergerak, hanya terlalu banyak peluang yang dilewatkan bung.

Yasudahlah, aku tidak ingin hanya berkutat pada pikiran negatif itu, sekarang biarkanlah aku menyelami pikiran mu, gagasan mu, tindakan mu, dan segala keberanian mu, biarkan aku sejenak melupakan masalah bangsa ini, dan beralih kepadamu, menyadari bangsa ini adalah bangsa hebat, yang pernah melahirkan sosok hebat sepperti mu, dan berharap semoga ibu pertiwi belum bosan melahirkan sosok-sosok seperti mu lagi.

Ya, aku kagum bung, kagum dengan gagasan dan keluasan wawasan mu, Bung Hatta.

Bravo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s