Asia Hemisfer Baru Dunia (Review Buku)

Asia Hemisfer Baru Dunia

 

Beberapa Hari terakhir ini saya (salah satunya) sedang membaca buku yang sangat menarik, berlatar merah dengan judul Asia Hemisfer Baru Dunia. Buku ini memberikan analisis tentang kebangkitan Asia saat ini, selain itu, di dalam bukunya, Kishore Mahbubani memberikan argumentasi tentang kekuatan-kekuatan global saat ini. Berikut saya post-kan resensi tentang buku ini. Resensi ini saya kutip dari sini.

Dalam bukunya, Asia Hemisfer Baru Dunia: Pergeseran Kekuatan Global ke Timur yang Tak Terelakkan, Kishore Mahbubani mengulas dengan bukti-bukti keberhasilan negara di Asia yang berkembang menjadi kekuatan utama dunia, terutama China dan India. Namun, yang menjadi ironi adalah ketika kekuatan-kekuatan baru dari Asia itu tumbuh dengan mengadopsi nilai-nilai Barat, kini justru Barat mulai merasa terancam dan gamang dengan nilai-nilai yang selama ini mereka agung-agungkan.

China dan India sekarang ini tumbuh mengglobal dengan berlandaskan pada tujuh pilar kebajikan Barat, yaitu pasar bebas, ilmu pengetahuan dan teknologi, meritokrasi, budaya enticement, budaya perdamaian, penegakan hukum, dan pendidikan.

March to Modernity (bergerak menuju modernitas) menjadi kata kunci yang dipakai oleh Mahbubani untuk menggambarkan proses panjang perubahan Asia dari kawasan yang “tertinggal” menjadi kekuatan dunia yang disegani. Masyarakat Asia, melalui tujuh pilar tersebut, memperbaiki ketertinggalan di berbagai bidang.

Mahbubani, dosen dan profesor kebijakan publik di Lee Kuan Yew School, Universitas Nasional Singapura, menilai sekarang ini saatnya Asia memegang peranan penting dalam percaturan global, baik politik maupun ekonomi. Di bidang geopolitik, Mahbubani mencontohkan bagaimana China bisa menggandeng negara di kawasan untuk tumbuh bersama.

China berhasil merangkul negara-negara di Asia Tenggara untuk membentuk free trade agreement (FTA), sementara di sisi lain, Barat, yang dikomandoi Amerika Serikat, justru mengajak sekutu-sekutunya mengobarkan peperangan dan kehancuran di Irak dan Afghanistan.

Setelah era Perang Dingin, belum pernah terjadi perang skala besar yang melibatkan negara di Asia. Negara-negara Asia lebih mengutamakan perdamaian alih-alih pertikaian. Friksi-friksi di kawasan Asia bisa diselesaikan dengan diplomasi. Itulah implementasi dari pilar budaya perdamaian.

Sementara itu, dalam kasus hubungan Amerika Serikat dan Iran, yang hingga kini tidak menjalin hubungan sejak 1979, Mahbubani melihat Amerika Serikat tidak mengedepankan pendekatan diplomasi. Kemudian terkait konflik Palestina-Israel, Amerika Serikat juga diyakini berat sebelah mendukung Israel karena kuatnya tekanan politik.

Di bidang ekonomi, Asia sudah mampu berkembang menjadi pasar yang terbuka, menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi global. Lagi-lagi, Mahbubani mengambil contoh paling mengagumkan di Asia, yaitu China dan India. Betapa tidak, kedua negara itu mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia, sementara itu, Eropa dan Amerika Serikat terseok-seok.

Di saat Asia membuka diri, justru Barat yang tampaknya semakin menutup diri. Sesuatu yang kontras dengan salah satu pilar kebajikan Barat, yaitu pasar bebas. Eropa dan Amerika Serikat sibuk melakukan proteksi untuk melindungi kepentingannya, namun di saat bersamaan, mendukung liberalisasi pasar.

Melalui bukunya, Mahbubani juga mengkritik Barat yang tidak bisa menerima kemajuan Asia karena sudah menanamkan di pemikiran mereka bahwa Barat adalah peradaban superior, tidak ada lagi peradaban yang lebih tinggi selain Barat. Mahbubani mendesak Barat menerima Asia dengan kemajuan-kemajuannya, bukannya malah menganggap Asia sebagai ancaman.

Karena kritiknya ini, Mahbubani mengaku sebagian kalangan di Barat mengecam bukunya sebagai karya yang menyebarkan sentimen anti-Barat. Sekali lagi, Mahbubani membuktikan bagaimana Barat tidak mau diusik kemapanannya sebagai kekuatan dominan di dunia sejak Perang Dunia II. (*)

Peresensi adalah Tri Subhki R, Jurnalis
Sawangan, Depok

Judul : Asia Hemisfer Baru Dunia: Pergeseran Kekuatan Global ke Timur yang Tak Terelakkan
Penulis : Kishore Mahbubani
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Tahun : I, November 2011
Tebal : xvii 351 halaman
Harga : –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s