Nostalgia PROKM ITB 2011

gak kerasa sebentar lagi kuliah semester 4 saya berakhir, sunnatullah tahun baru, akan hadir adik-adik baru dan seperti biasa, salah satu agenda kaderisasi awal ITB dimulai, PROKM / INKM / OSKM, apapun namanya, intinya 1, gerbang awal kaderisasi mahasiswa baru.

Tiba-tiba saya jadi teringat PROKM 2011 lalu, ketika saya di percaya untuk membuat blog Tugas besar Diklat Panitia, salah satu hal yang saya buat adalah bagian latar belakang blog nya, begini narasinya…

***

Berikan aku sepuluh pemuda, akan ku guncangkan dunia

Soekarno dengan gagah pernah mengatakan hal itu, sebuah kata yang secara realita dan logika, sulit untuk dipercayai, tapi tanpa keraguan soekarno berani mengatakannya, mengapa ? Karena ia percaya dengan kekuatan dan potensi seorang pemuda, khususnya pemuda Indonesia.

Kondisi hari ini nyatanya menyadarkan kita akan kebenaran kekuatan dan potensi seorang pemuda. Shofwan Albanna, seorang mahasiswa berprestasi Nasional tahun 2005, pada tahun 2009 berhasil mengalahkan mahasiswa-mahasiswa terbaik Dunia dalam sebuah ajang kompetisi internasional tentang ekonomi global, Shofwan menjadi juara dalam ajang bergengsi itu dengan mengalahkan 200 mahasiswa terbaik dari seluruh dunia.

Lain Shofwan, lain pula Mark Zukenberg, anak muda ‘hasil’ DO Harvard University ini berhasil mengubah wajah dunia, atau meminjam kata-kata Soekarno, ia telah berhasil mengguncang dunia, Facebook berhasil merekonstruksi dan mentranformasi seluruh lini kehidupan, sosial, politik, budaya, ekonomi, dan juga sisi marketing.

Kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat dalam alam demokrasi ini pun tak bisa dilepaskan dari eksistensi pemudanya. Semua berawal pada 20 Mei 1908, lebih dari seabad silam, sebuah organisasi yang nantinya menjadi cikal bakal gaung semangat keindonesiaan. Yang didirikan oleh para Intelektual muda (baca: mahasiswa) Indonesia. Budi Otomo Berdiri, pemuda Indonesia menemukan organisasi tempatnya bernaung.

20 tahun kemudian, tepatnya pada 28 Oktober 1928, Semangat keindonesiaan itu menemukan titik puncaknya, jiwa kepahlawanan itu bertemu dengan momentumnya, Sumpah pemuda, bertanah air, Berbangsa, Berbahasa Satu, Indonesia. Lagi-lagi pemuda.

27 tahun kemudian, jiwa kepahlawanan pemuda Indonesia kembali menemukan momentumnya, berawal dari keresahan dan kegelisahan, Sutan Syahrir dkk menyampaikan ketidaksetujuannya, jika hak kemerdekaan negeri ini harus atas nama penjajah, bukan atas nama Bangsa. Perbedaan pendapat antara kaum muda dan tua itu pun tak terelakan, debat pun dimulai, hingga penculikan.

Uniknya, akhirnya membahagiakan, happy ending, sejarah mencatatkan, kemerdekaan indonesia bukan dari pemberian Jepang, namun atas nama usaha anak bangsa.

Kegelisahan memang selalu memunculkan dan membangkitkan jiwa kepahlawanan, 1998, 32 tahun dalam kungkungan Rezim Tirani yang sama sekali tidak menunjukkan ketidakpeduliannya terhadapa nasib rakyat, pemuda (mahasiswa) akhirnya bergerak, berkumpul, dan sama-sama meninggalkan arogansi kampus masing-masing, melebur menjadi satu entitas, Mahasiswa Indonesia. Disana mereka menunjukkan peran dan kontribusinya, menduduki gedung DPR/MPR untuk kemudian menurunkan rezim Tirani dan membawa bangsa ini ke alam demokrasi.

“Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya” (Hasan Al-Banna, Pemikir Mesir)

 

Blog ini adalah kumpulan pemikiran kami calon panitia PROKM ITB 2011, tentang permasalah yang sedang menghinggapi Indonesia yang kemudian kami analisis dan cari solusi nya. Disaat yang sama kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan eksekusi atas solusi yang telah kami pikirkan.

 

Melalui blog ini kami Mahasiswa ITB, khususnya calon panitia PROKM ITB 2011, berharap kami dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa ini, karena paham yang kami miliki, kami harus memulainya dari hal kecil, dari diri kami sendiri dan mulai dari sekarang.

 

Selain itu, kami berharap kedepannya blog ini tidak hanya sebagai ladang informasi, namun juga ladang inspirasi. Dengan begitu kami mengharapkan akan muncul kontribusi dan gerakan aktif lainnya dari pemuda umumnya dan mahasiswa khususnya dalam pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Jiwa muda ini mengatakan kami harus bergerak.

Label seorang mahasiswa menagih kontribusi.

Saatnya beralih dari meja diskusi ke lapangan aksi.

 

“SEMANGAT BERKEMAHASISWAAN UNTUK INDONESIA”

***

Lihat lebih lengkap Blog Tugas Besar PROKM ITB 2011 di sini.

Semoga PROKM 2012 bisa lebih baik lagi, meskipun sepertinya kendala waktu yang sangat mepet Lebaran menjadi salah satu kendala terbesarnya. SEMANGAT !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s