Random Thought #16Mei2012

Akhir-akhir ini pikiran itu kembali datang, nostalgia masa lalu, cerita singkat kaka kelas itu tiba terbesit kembali di langit-langit pikiran saya. Sederhana tapi begitu berbekas. Ia hanya bercerita kepada kami, Ia dan temannya (yang juga kakak kelas saya) merasa ketika memasuki bangku kuliah keimanan nya kendur –padahal sepengatahuan saya malah Ia dan temannya bertambah sholeh-. Waktu itu saya masih SMA.

 

Seketika pikiran itu berkaitan dengan kata-kata sayyidina Ali , Al imanu yazidu wa yangkus, bak puzzle yang saling melengkapi. Iman itu bisa naik dan bisa turun, sedikit banyak saya langsung mengerti makna hadits ini ketika pertama kali mendengarnya, tapi dengan persepsi skala disparitas antara yazid dan yangkus yang tidak terlalu jauh, itu SMA.

 

Kembali ke cerita kaka kelas saya diatas, dunia kampus memang amat berbeda dengan bangku SMA, kini setelah 2 tahun merasakan secara langsung, saya tahu makna cerita itu dan ahaa, saya menemukan sebuah fakta menarik, ternyata saya pun sekarang mengerti realita cerita kaka kelas saya diatas dan mengerti lebih dalam makna Al imanu yazidu wa yangkus, dengan tentu skala disparitas yang lebih jauh dari ketika saya SMA.

 

dan ini saling berhubungan dengan firman Allah yang setiap pekan di ingatkan khatib jum’at.

 

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam”.
(QS. Ali Imran : 102)

 

Pikiran awal saya tentang ayat ini, bukankah sudah pasti seorang muslim akan meninggal dalam keadaan muslim ? mana mungkin Ia akan murtad ?

Ternyata persepsi dan paradigma saya masih bocah SMA, bangku kuliah menawarkan berjuta pikiran baru. Ghazwul Fikri. Ternyata bukan tidak mungkin seseorang yang sangat sholeh sekalipun akan keluar dari islam (Murtad), bukan tidak mungkin kawan SMA saya yang saya kenal amat shaleh akan menjadi saya berandal, dan bukan tidak mungkin saya tidak mengalami nya kan (Nauzubillah)?
Tapi tenang, antitesisnya pun punya kemungkinan untuk berlaku.

 

Maka ada beberapa hal yang saya sadari, cerita kaka kelas itu, istilah Al imanu yazidu wa yangkus, ayat ‘wajib’ jumatan itu dan juga hadits ini

Dari Abu ‘Amr atau Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdillah rodhiallohu ‘anhu, aku berkata: wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ajarkanlah kepadaku dalam (agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain selain engkau, (maka) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ucapkanlah: “aku beriman kepada Allah”, kemudian beristiqomahlah dalam ucapan itu” (HR. Muslim)

 

Dan masihkah kau rasakan arti ayat ini Denny?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal” (QS. Al-Anfal : 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s