Jakarta (Lagi)

Langit masih pekat, gelap, tapi ini bukan karena asap pembakaran hutan seperti di Kalimantan, udara dingin masih menusuk tulang, orang-orang kembali ke kamar bada Shalat shubuh. Sebagian membaca firman tuhan, sebagian melanjutkan potongan mimpi yang terpotong. Jalan pun belum ramai, sangat lengan, pedagang pun seperti masih larut dalam mimpi, lihat saja warung-warung itu masih tertutup rapat. Saya dengan asik terus menggas motor Revo Merah tunggangan saya ini, tujuannya Baraya Travel Suci. Malam tadi saya memesan Travel ini, jam 5.30 tujuan Fatmawati.

Tidak butuh waktu lama, cukup 10 menit saya sudah sampai tempat itu, jam dinding menunjukkan pukul 5.40, alamak ! saya telat !

 

“Mbak yang ke Fatmawati sudah berangkat ?” saya langsung menuju meja kasir dan bertanya.

“udah berangkat” jawab mbak penjaga outlet itu.

“fatmawati yang jam 5.30 mbak” saya terus memburu, memastikan.

“iya, udah berangkat mas” jawab petugas itu meyakinkan.

 

sedih, hikz, kesel,tapi juga seneng. Paling tidak mereka sudah ontime, itu berita baiknya.

 

hari ini saya harus ke Kampus Prasetya Mulya Jakarta Selatan jam 9.30

 

Berpikir secepat kilat, ahaa, saya berpindah ke outlet jurusan Lenteng Agung dkk nya, karena Lenteng Agung tempat paling dekat untuk ke Prasetya Mulya, selain Fatmawati tentunya.

 

“Mbak yang ke Lenteng Agung paling cepet jam berapa” Tanya saya.

“Jam 06.30 mas” jawab mbak2 penjaga nya.

“Oke saya booking yang jam 06.30”.

 

Akhirnya saya mesti menunggu 1 Jam di tempat itu. Berbagai macam orang hilir mudik di depan saya, entah hanya sekedar memesan atau memang ingin berangkat. Tempat ini memang selalu ramai, maklum travel Jakarta-Bandung paling ekonomis🙂. Sambil membunuh waktu saya kembali membaca Meraba Indonesia, dengan sebelumnya membeli 2 buah roti sandwich dari swalayan terdekat, untuk sekedar mendinginkan lambung.

 

Waktu berlalu begitu cepat, perjalanan saya pun dimulai. Di tengah tol Padalarang, pemandangan pegunungan indah terbentang, dan potongan-potongan ingatan beberapa bulan silam, berkelebat dalam alam sadar saya. Bercampur baur dengan narasi dalam buku Meraba Indonesia ini. Saya teringat list judul tulisan yang ingin saya buat ketika saya di Guangzhou beberapa bulan silam, Dilema Sebuah Pembangunan. Tapi saat ini saya sedang tidak ingin membahas itu, nanti sajalah !

 

9.10 saya sudah sampai di Lenteng Agung, 20 menit lagi waktu yang harus saya kejar untuk sampai di Prasetya Mulya.
Oiy, saya ke Prasteya Mulya dalam rangka Seminar Green Business, seorang dosen mengajak saya dan beberapa teman lain. Ternyata itu seminar Internasional, Asia Pacific Business and Sustainabilility Council’s 5th Conference, saya baru tahu kemudian.

 

Setelah bertanya, dan sedikit berjalan kaki, dan sedikit pikir-pikir, tawar-menawar, akhirnya saya naik Ojeg.

ditengah jalan saya sedikit mengobrol sang tukang ojeg, Ia bercerita kalo agak siang sedikit biasanya tidak ada yang mau memenuhi jasa ojeg ke jalan yang sedang kami lalui, Macet ! Dalam hati, sebenarnya saya juga tahu, jalur kearah Pondok Indah ini adalah jalur saya pulang atau pergi ke Kosan kaka saya di Depok. Jalannya sempit, tak sebanding dengan volume mobil yang melaluinya, padahal ini jalur ramai dan penting, siapa yang tidak tahu perumahan elit Pondok Indah.

 

20 menit saya habiskan di jalan untuk sampai ke Prasetya Mulya, secepat kilat saya turun dari ojeg, bertanya kepada Satpam, Resepsionis. Dimana Gedung tempat Seminar Green Businees di gelar ? ternyata tempat acara berlangsung ada di gedung 1 lantai 3. Kampus ini sangat mewah, itu kesan pertama saya. Jejeran mobil, kantin bak hotel, tempat ini lebih mirip perkantoran daripada kampus. Menaikki anak-anak tangga, saya sampai di tempat acara, sebelum masuk saya harus mengisi absen terlebih dahulu.

 

Denny Reza Technology Institute of Bandung

 

Begitu nama saya tertera. paska tanda tangan, saya di beri satu buah goody bag dengan sejumah print out Seminar dan brosure Prasetya Mulya.

 

Seminar atau workshop ini di bagi menjadi 3 bagian

• REDD+ by Conservation International (Mr. Toby Janson Smith, Senior Director)

• Emerging Technologies by Lux Research (Mr. William Polese, Managing Director and Ms. Nadia Suryana, Research Associate)

• Presentation on Sustainable Landscape Partnership (Mr. James Peters, Chief of Party)

 

Sejujurnya saya tidak terlalu fokus dengan materi workshop yang diberikan, selain karena bahasa Inggris, pikiran saya terlajur jatuh pada desain ruangan ini, saya jadi mengerti, mengapa Allah menakdirkan saya hadir di tempat ini. Desain, alur dan pembahasan ini adalah jawaban dari kebingungan saya bagaimana mengelola Desain, tata panggung dan alur International Conference IMSS 2012 nanti. Fantastis !

Pikiran saya menerawang dan membayangkan, 1 bulan lagi saya berada di tempat itu, International Conference IMSS 2012.

 

Pasca 3 rangkaian acara ini selesai, kami lanjut lunch sembari mengobrol dengan salah satu pihak Prasetya Mulya, tentang bagaimana sistem pengajaran mereka, aktivitas mahasiswa dll. Dan yang menarik adalah, kemungkinan sangat besar mahasiswa PM tidak mengenal gerakan mahasiswa vertikal, turun kejalan, demo (aksi). Tapi mereka khatam tentang community development, bahkan comdev di PM masuk kurikulum dengan bobot 4 sks.

 

 

Begitulah cerita saya hari ini, oiy, saya hadir disana dengan beberapa teman lain loh, Dita dan Fia TL ITB 2010, Dheo TI ITB 2010, Mirza NTU serta pak Edward Nababan Dosen Mekanika Tanah Teknik Sipil ITB.

 

hari ini pula diperjalan saya khatamkan buku Meraba Indonesia itu !

 

-30 Mei 2012-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s