Mimpi itu, sesuatu.

Saya ingin memulai tulisan kali ini dengan sebuah kata mutiara ”Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok, kenyataan hari ini adalah mimpi hari lalu”. Kalimat itu rasanya sudah sering sekali kita dengar, apalagi dalam usia-usia muda yang diidentikkan sebagai generasi penerus seperti kita ini. Kalimat itu mengajarkan bagaimana pentingnya sebuah mimpi dalam menjalankan kehidupan ini, mimpi ibarat bahan bakar kehidupan kita. Sejarah banyak menceritakan kepada kita mimpi-mimpi besar yang akhirnya terealisasi menjadi sebuah kenyataan. Contohnya nyatanya adalah 3 tokoh bapak bangsa Indonesia. Tan Malaka, Hatta dan Bung Karno. Tan Malaka jauh sebelum Indonesia merdeka sudah membuat blueprint (cetak biru) Negara Indonesia melalui bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) (1925), Hatta menulis Indonesia Vrije (Indonesia Merdeka) sebagai pleidoi di depan pengadilan Belanda di Den Haag (1928), dan Bung Karno, yang menulis Menuju Indonesia Merdeka (1933). Mereka memiliki satu kesamaan, memimpikan konsep Indonesia merdeka masa depan, dan sama-sama kita ketahui 1945 konsep Indonesia itu terealisasi melalui sebuah konsep besar Indonesia Merdeka.

 

Alhamdulillah beberapa hari lalu saya mendengar sebuah kabar gembira, melalui suatu rangkaian tes, saya diterima beasiswa Asrama PPSDMS Nurul Fikri. Asrama yang saya kenal sejak memasuki bangku kuliah, bukan melalui poster-poster publikasinya, tapi melalui peserta nya yang sangat luar Biasa. Oleh sebab itu, sejak mengetahui Beasiswa ini, saya langsung memasukkan nya dalam list target hidup saya.

 

PPSDMS Angkatan VI (Bismillah..)

 

Begitu saya menulisnya.

 

Ada beberapa alasan mengapa saya sangat tertarik dan berusaha keras untuk diterima ditempat ini.

 

Pertama adalah lingkungan. Manusia tidak jauh bedanya dengan enzim, cenderung dipengaruhi oleh keadaan atau kondisi lingkungan sekitar nya.

 

“Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamubisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium ban wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap“. (HR. Bukhari & Muslim)

Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal: orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca”. (Charles “Tremendeous” Jones)

 

Kedua adalah PPSDMS mengajarkan mimpi. Salah satu nilai yang sangat kental dari kehidupan di PPSDMS yang saya ketahui adalah bagaimana asrama ini menanamkan pentingnya bermimpi, berpikir masa depan. Arief Munandar, salah satu pengurus PPSDMS pernah mengatakan

“Bermimpi adalah kompetensi yang mutlak dimiliki seorang leader. Bukan sekedar bermimpi, namun melakukan visualisasi dalam pikiran sedemikian rupa sehingga mencapai titik disosiasi. Disosiasi adalah sebuah kondisi di mana kita seolah-olah melihat rekaman video tentang mimpi kita – lengkap dengan gambar, suara, dan sensasi rasa (visual, auditory, kinesthetic) – di mana kita melihat diri kita sendiri dalam film itu sebagai aktor utamanya. Disosiasilah yang membuat otak dan pikiran kita “tertipu”, merekam imajinasi itu, mimpi kita, sebagai realita, sehingga menjadi referensi yang sangat kuat, dan pada gilirannya mampu menciptakan sense of certainty, rasa pasti, yang membangun keyakinan kita, belief, terhadap visi itu. Dan jangan lupa,sense of certainty, belief, merupakan perintah mutlak, unquestioned command, terhadap sistem saraf dan proses-proses biokimia dalam tubuh kita, yang pada gilirannya akan membangunkan seluruh potensi tak terbatas yang sebelumnya lelap tertidur.”

 

Dalam bukunya yang berjudul Berpikir dan Berjiwa besar, David Schwart menganalogikan seorang yang memiliki mimpi sebagai seorang yang sudah memiliki tujuan ketika datang ke bandara, ketika Ia datang ke tempat penjualan tiket, Ia langsung memesan tiket dengan tujuan yang Ia inginkan, sementara seseorang yang tidak memiliki mimpi dianalogikan sebagai seseorang yang tahu hendak kemana ketika sampai di bandara, Ia pun bingung ketika sampai ke tempat penjualan tiket.

 

Kekuatan Mimpi

 

Dalam konteks kontemporer, ada kisah unik ketika kita berbicara mimpi. Kisah ini terjadi di tanah Palestina, tersebutlah 2 orang yang memiliki mimpi di tempat ini, tokoh pertama bernama Ahmad Yasin dan Tokoh kedua bernama Theodore Hertzl.

 

Ahmad Yasin, seorang yang pada awal nya adalah seorang manusia normal, namun karena suatu hal akhirnya harus mengalami kelumpuhan sejak remaja. Namun, yang lumpuh hanya jasadnya, mimpinya belum lumpuh, mencetak generasi-generasi terbaik islam. Oleh karena itu, meskipun dalam lumpuh fisik, karena kekuatan tekad dan mimpi lah Ia tetap dapat mencetak manusia-manusia terbaik di tanah Palestina. Fisiknya boleh lumpuh, tapi semangat dan mimpinya terus menyebar kedalam pikiran generasi muda Palestina. Dan Ia lah sosok yang di takuti tentara zionis Israel, dalam lumpuhnya.

 

Lain Ahmad yasin, lain pula Theodore Hertzl. Pada tahun 1898 Theodore Hertzl pernah berkata. “Hari ini kuproklamasikan Negara Yahudi raya di Palestina. Hari ini memang aku pantas ditertawakan. Tapi selambat-lambatnya 50 tahun lagi, aku yakin bahwa mereka yang mengabdi untuk zionisme-lah yang akan tertawa. Hari ini kuproklamasikan Negara Yahudi raya di Palestina”

 

Hari ini sama-sama kita saksikan, sejak 1948 Israel telah berdiri di tanah Palestina. Bermula dari sebuah mimpi yang ditertawakan.

Begitulah kekuatan mimpi bermain. Jadi, Ayo bermimpi kawan !!

 

-dituliskan diatas kereta argo Parahyangan, saat itu saya belum diterima PPSDMS, saya hanya bermimpi-
7 Juni 2012

2 thoughts on “Mimpi itu, sesuatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s