Imagination Journey: Asia Tenggara

Langit sangat cerah siang ini, matahari masih jauh dari atas ubun-ubun, orang-orang sudah beraktivitas sejak pagi. Bandara ini pun terus menampakkan geliatnya, bandara yang dinamai dari nama Proklamator Indonesia makin hari makin sesak, kapasitas nampaknya semakin bebanding terbalik dengan lalu lalang penumpang.

 
Sabtu siang itu saya harus sudah berada di Bandara itu, terminal 2F, hari itu adalah hari pertama bagi saya menjelajahi Asia Tenggara. Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Itulah itenary (rute perjalanan) yang sudah saya susun sejak berbulan bulan lalu. Promo gila-gilaan salah satu maskapai penerbangan berbasis Low Cost Carrier yang diadakan beberapa bulan lalu menambah semangat untuk benar-benar merealisasikan mimpi menjelajah Asia tenggara ini.

 

Perjalanan pertama saya dimulai dengan rute Jakarta-Singapura, Soekarno Hatta-Changi Airport. Setelah membayar Airport Tax dan mendapatkan Boarding pass, saya langsung menukarkan Rupiah ke Dollar Singapura di Money Changer ruang tunggu, karena menurut pengalaman teman-teman, akan lebih baik menukarkan uang di Indonesia, karena harga lebih stabil. Kurs dollar Singapura saat itu adalah 7100 Rupiah. Oiy, berkunjung ke Negara-negara di Asia Tenggara tidak memerlukan Visa, jadi saya tidak perlu mengurus Visa sebelumnya.

 

Perjalanan perdana ini berlangsung tidak terlalu lama, cukup menghabiskan waktu 1 jam 30 menit. Berbeda dengan maskapai Premium berplat merah yang beberapa bulan lalu saya gunakan, maskapai ini sangat minim dalam pelayanan, maklum low cost carrier. Saya tiba di Changi Airport pukul 11.00 WIB atau 12.00 waktu Singapura, karena Indonesia dan Singapura berbeda waktu 1 jam.

 

Takjub dan Kagum, itu pertama kali yang saya rasakan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Negeri yang identik dengan Gajah ini. Arsitektur dan Kondisi Changi Airport benar-benar menggambarkan kesiapan Singapura dalam menyambut wisatawannya dengan pelayanan terbaik, First Impression Of Matter. Sepertinya Pemerintah Singapura sangat mengerti arti kata-kata marketing itu. Dengan kondisi modern Bandara yang dibangun tahun 1981 ini, kita seolah mendapat kesan pertama yang sangat baik tentang Kondisi Negara ini, negeri kecil dengan dengan pernduduk yang hanya 1/3 penduduk Jakarta bahkan air bersih pun kesulitan. Tapi mereka benar-benar mampu mengelola keterbatasan itu menjadi satu kekuatan besar. Fiiiuhhh..

 

Inilah beruntungnya menjadi backpacker -selain tidak terlalu pusing masalah keuangan-  setelah melewati bagian imigrasi, saya tidak perlu lagi menunggu keluarnya barang-barang bawaan saya, karena ya memang Cuma tas jinjit ini yang saya bawa. Mengelilingi Changi Airport selama 30 menit, saya keluar dan segera membeli tiket MRT. MRT (Mass Rapid Tranportation) adalah satu sistem integrasi transportasi massal yang dimiliki oleh Singapura, dengan moda kendaraan berbentuk seperti kereta listrik, MRT merupakan solusi nyata menyelesaikan masalah kemacetan di negeri ini.

 

Tujuan pertama saya adalah kawasan Merlion, apalagi yang saya ingin tuju kalau bukan melihat dan berfoto dengan Latar Patung Merlion, Patung Singa ini seolah merupakan latar foto wajib bagi wisatawan yang berkunjung Ke negeri ini. Untuk mencapai kawasan Merlion Park, saya harus menuju stasiun MRT Raffless Place, setelah itu berjalan beberapa saat untuk menuju Patung Merlion. Oiy, tidak seperti moda transportasi di Indonesia, MRT ini menggunakan sebuah kartu bernama ez link card, semacam kartu tabungan yang digunakan untuk menaiki MRT berkali-kali. Ez link card sendiri dapat dibeli dengan harga S$15, dengan rincian S$5 untuk harga kartu dan S$10 dollar untuk saldo kartu kita. Masa berlaku ez link card selama 5 tahun, wow, lama kan ya. Tetapi, karena memang tujuan wisata saya kali ini di Singapura tidak terlalu banyak, saya memilih untuk membeli tiket sekali jalan, cukup datanag ke sebuah mesin pembeli tiket (berbentuk seperti ATM), pilih tujuan kita, lalu masukkan uang. Harga Tiket MRT menuju Rafless Place station adalah $S2.4. beberapa saat menaiki MRT, akhirnya saya sampai di Raffless Place stasion, setelah itu saya harus berjalan sekitar 15 menit untuk sampai ke area Merlion Park. Perjalanan 15 ini nyatanya tidak membosankan, karena pemandangan gedung-gedung pencakar langit di kiri-kanan jalan sungguh sangat memanjakan mata.

Bersambung…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s