Baso : Dia yang Membuatku Iri

Ia adalah sosok pendiam, pemalu dan paling tertutup diantara Sahibul Menara. Mulai Halaman 357 A Fuady mulai mendeskripsikan lebih jelas narasi kehidupan Baso. Selama ini kawan-kawannya hanya mengenal sosok satu ini sebagai pemilik photographic memory, murid tercerdas dan terajin diantara Shabul menara bahkan diantara teman seangkatannya di Pondok Madani. Namun, diantara sekian banyak kelebihan yang dimiliki, ternyata Ia menyimpan narasi hidup yang Luar Biasa keras dan penuh perjuangan. Sore itu akhirnya Ia berbagi pada Sahibul Menara, “Ibuku Meninggal Waktu aku lahir dan ayahku meninggal karena sakit ketika aku berumur empat tahun. Tinggal aku sendiri sebatang kara”.

 


Kata-kata itu menjadi pembuka berbagai fakta miris tentang kehidupan Baso. Mulai dari Ia tidak sempat berbakti kepada Kedua Orangtuanya, kehidupannya yang ditopan warung sang nenek yang ternyata hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari hingga alasan mengapa Ia belajar keras di Pondok madani. Buat saya, yang paling sentimentil adalah alasan mengapa Ia sangat bersemangat menghafal Alquran, Anda yang sudah membaca Novel ini pasti tahu. Tapi, mari saya ingatkan lagi.🙂

 

“Kalian tahu aku sudah habis-habisan mencoba menghafal Alqur’an. Sudah selama ini, aku baru hafal 10 juz., atau sekitar 2000 ayat. Aku ingin semuanya, lebih dari 6000 ayat. Tahukah kalian, ada sebuah hadits yang mengajarkan kalau seorang anak menghapal Alquran, maka kedua orangtuanya akan mendapat jubah kemuliaan di akhirat nanti. Keselamatan akhirat buat orangtuaku”

 

“Hanya hapalan….hanya hapalan inilah yang bisa aku berikan untuk membalas kebaikkan mereka kepadaku”

 

 

Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran.’” (Riwayat al-Hakim)

 

 

Inspired by Negeri 5 Menara. A Novel by A Fuady, very recommended Novel.

 

*tulisan ini akan berhubungan dengan postingan selanjutnya, keep reading my blog..:)

 

One thought on “Baso : Dia yang Membuatku Iri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s