Masa Depan Pemberantasan Korupsi di Indonesia #CAA

By : Perwakilan KPK dan Indonesia Corruption Watch

Salah satu masalah Krusial yang dihadapai Indonesia saat ini adalah krisis karakter yang tercermin dari maraknya kasus Korupsi yang menjangkiti negeri ini. Yang lebih membuat miris, menurut Danang Widoyoko, Selaku Koordinator Indonesia Corruption Watch, data tahun 2011 menunjukkan bahwa Sektor Pendidikan merupakan sektor terbesar tersangkut masalah korupsi.

Terus menggeliatnya masalah korupsi menurut Danang setidaknya disebabkan oleh 3 hal, yakni :

 

1. Biaya Politik Mahal

Sejak dibukanya gerbang reformasi dan dilengkapi otonomi daerah, dibuka alh sistem pemilihan kepala daerah yang dipulih langsung oleh rakyat. Disatu sisi hal ini sangat baik karena setiap warga bebas memilih pemimpin yang diinginkannya. Namun disisi lain, hal ini menyebabkan mahalnya biaya politik calon dalam melakukan kampanye. Dibandingkan gaji yang akan diterima saat menjabat, biaya politik ini ditaksir sangat timpang, sehingga tidak menutup kemungkinan calon terpilih akan memanfaatkan jabatannya untuk “balik modal”.

 

2. Sistem anti korupsi belum berjalan dengan baik

Adanya sistem pergantian kepala daerah dalam kurun waktu tertentu terkadang menjadi sebuah dilemma, jika calon yang terpilih adalah calon yang memang benar-benar mewakafkan dirinya untuk melayani rakyat, maka inilah sisi baik demokrasi. Namun jika ternyata yang memenangkan pemilu adalah calon yang hanya berkedok membela rakyat, maka sistem yang sudah baik akan rusak dengan masuknya calon tersebut. Inilah dilemma pelaksanaan pemilu.

Dalam konteks lain, Fungsi anggota dewan selaku penyambung lidah rakyat yang sejatinya mengawal program-program pemerintah tak jarang dikebiri oleh politisi, sehingga keberjalannya tidak maksimal.

 

3. Transparansi belum substansial

Contoh fakta dari buruknya sistem transparansi adalah fenomena mark up data pengeluaran yang sering dilakukan oknum pegawai negeri sipil. Danang menilai, meskipun UU No 14 tahun 2008 tentang transparansi sudah ada, namun implementasi nya masih jauh panggang dari api.

 

Lalu bagaimana sebenarnya agar korupsi ini benar-benar dapat diberantas?
Menurut Danang, berkaca dari pengalamannya bergerak dalam ranah ini, salah satu cara nya adalah dengan membangun sistem denagn SDM yang berintegritas disertai dengan peran serta aktif dari masyarakat. Memang terdengar utopis, tapi memang itulah cara terbaik memberantas korupsi di negeri ini.

 

Disisi lain bang Deddy dalam sesi selanjutnya menjelaskan tentang KPK

 

Pendirian KPK di tahun 2004 berfungsi sebagai wadah pengefektifan pemberantasan korupsi, namun realita menunjukkan KPK berperan dengan sarana dan prasarana yang sangat minimalis.

  1. Jumlah penyidik KP hanya 98 orang. Belum terkadang dari jumlah yang sudah minimalis itu, 1 orang ‘berpacaran’ dengan Angelina, 1 orang kawan baik keluarga Nazaruddin dst.
  2. Sampai saat ini KPK belum memiliki gedung yang tetap.

Serius kah pemerintah memberantas korupsi?

 

Deddy mangatakan pada dasarnya Indonesia adlah Negara yang Unggul, lihat saja Ibu-ibu kita bangun jam 03.00 Pagi mereka bekerja untuk menghidupi kelaurga mereka, masihkan kicta mempertanyakan etos kerja rakyat bangsa ini ?

 

Seharunys kita berkaca pada Brunei, bangsa kecil yang saat ini GDP nya telah mencapai USD 36.000. paradigma yang Brunei miliki adalah bagaimana mencegah korupsi, bukan memberantas korupsi. Bukankah kita sudah khatam pepatah yang mengatakan Mencegah lebih baik daripada mengobati ?. Brunei memasukkan pelajaran tentang integritas dan anti korupsi dalam kurikulum Sekolah Dasar mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s