Transformasi Paradigma Peserta PPSDMS #CAA

By : Arief Munandar

 

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa kepada Nyadan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaaan muslim. Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai (QS. Ali Imran : 102-105)

 

“Pada dasarnya paradigma berpikir itu sangat penting, dengan atau tanpa PPSDMS”, begitulah diawal Pak Arief Munandar yang dinisbatkan sebagai pembicara materi tentang Transformasi Paradigmaa Peserta PPSDMS berujar.

 

PPSDMS hanyalah sebuah tools (alat) yang akan semakin menajamkan paradigma berpikir kita. Sebagai peserta PPSDMS, kita harus menyadari profil peserta PPSDMS sebagai Aktivis Dakwah yang shalih dan Kuat. Shalih bermakna mantap dalam pondasi agama dan kuat berarti memiliki ketahanan mental dan fisik yang mantap. Pak Arief menegaskan, bahwa PPSDMS bukanlah sekedar tempat mahasiswa berprestasi berkumpul, peserta PPSDMS adalah da’i yang berjuang untuk agama Allah. Oleh karena posisinya sebagai da’i, maka harusnya sudah tertanam paradigma “tidak ada waktu rehat”. Sesuai perkataan Imam syafii, “ bagi seorang dai waktu untuk rehat adalah ketika kaki sudah menginjak surga”.

 

Selain itu, karakter yang harus dimiliki seorang dai adalah rasa peka, artinya peserta PPSDMS harus menjadi dai yang sensitive terhadap penderitaan orang lain. Sebagai seorang dai di kampus, peserta PPSDMS harus menyadari beberapa hal, yaitu : Masa Studi Mahasiswa Relatif Pendek, Kualitas Input Kampus bervariasai, Tingkat Sosial-Ekonomi relative tinggi, Realita Kehidupan Berbangsa dan bernegara dll. Pak Arief Menjelaskan, oelh karena karakternya yang Shalih dan Kuat, bukan lagi tempatnya bagi anak PPSDMS bermain di ranah dakwah yang homogen, kader PPSDMS harus mencoba berbau dan berdakwah di ranah yang heterogen. Oleh karena itu, Pak Arief mengatakan, kader ppsdms harusnya keluar dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK), LDK tidak butuk SDM dengan kapasitas setinggi anak PPSDMS. Kader PPSDMS seharusnya berdakwah di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

 

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran : 110)

 

Konsekuensi lain sebagai seorang dai, bagi Arief Munandar adalah Kader PPSDMS harus melakukan segala sesuatu dengan hal terbaik. Ini mengutip Surat Ali Imran ayat 110 diatas, Ia mengatakan ayat diatas bukan berbicara takdir bahwa umat muslim adalah umat terbaik, tetapi ayat itu adalah ayat yang berbicara perintah. Perintah yang mengatakan umat Muslim harus jadi umat yang terbaik.
Jika kader PPSDMS menjadi ketua BEM, apa beda BEM yang dipimpinnya dengan jika tidak kader PPSDMS yang memimpin? jika tidak ada perbedaan, buat apa jadi ketua BEM, biarlah orang lain yang jadi ketua BEM.

 

Pak Arief menambahkan, persoalan mendasar saat ini ada 2, yakni :

  1. Banyak Muslim Shalih tapi lemah
  2. Banyak orang Kuat tapi tidak shalih

 

Menurutnya kondisi saat ini dalam konteks keIndonesiaan, para pengelola Negara ini adalah (kebanyakan) tipikal orang nomor 2, kuat tapi tidak shalih. Oleh karena itu, sebagai kader PPSDMS, kita diharapkan tidak apolitis, sehingga kedepannya diharapkan semakin banyak orang shalih yang kuat yang mengelola Negara ini. Sebagai kader PPSDMS, kita diwajibkan jauh-jauh meninggalkan paradigmaa seorang pecundang, yakni suka membenturkan, menyalahkan, mengabaikan.

 

Diakhir materi, pak Arief mnyampaikan bahwa kader PPSDMS harus berupaya mencapai 10 karakter ptibadi seorang muslim, yakni :

  1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
  2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)
  3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)
  4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
  5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
  6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
  7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
  8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
  9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
  10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)

 

*ini ada materi National Leadership Camp Sesi 1 yang disampaikan oleh Arief Munandar. #CAS adalah hashtag yang akan saya gunakan untuk memposting hal-hal seputar kehidupan asrama.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s