Ospek, Sesuaikan Kebutuhan, Bukan Keinginan !

Sudah menjadi tradisi dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia, setiap mahasiswa baru harus mengikuti Orientasi Studi Pengenalan Kampus (OSPEK) sebelum memulai aktifitas perkuliahannya. Orientasi Studi Pengenalan Kampus atau yang lazim dikenal dengan OSPEK ini adalah sebuah tradisi turun temurun yang dilakukan Senior kepada Juniornya yang baru diterima sebagai mahasiswa baru. Pada dasarnya, tujuan pelaksanaan OSPEK sangat mulai, mulai dari pengenalan lingkungan kampus, meningkatkan kekompakkan angkatan serta memperkenalkan karakter mahasiswa.

 
Namun dalam keberjalanannya, Ospek cenderung mengalami disorientasi, Sejak dulu hingga kini Ospek lebih identik sebagai ajang perploncoan yang militeristik dan tak mengenal kritik daripada ajang pembangunan karakter. Senior selalu benar, adalah salah satu tagline yang jamak ditemui dalam pelaksanaan orientasi kampus ini. Ospek jamak ditemui hanya dijadikan ajang balas dendam senior terhadapa juniornya, kondisi ospek seolah sebagai camp latihan militer, salah sedikit hukuman fisik menanti.

 

Pelaksanaan Ospek yang didentik dengan ajang militer adalah warisan dari tradisi turun temurun tanpa disertai sikap kritis. Melihat dari sejarahnya, Ospek adalah tradisi zaman kolonial, saat itu pemerintah Belanda merasa membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melawan Jepang yang kian gencar melakukan agresinya, melihat SDM pelajar yang potensial, dilakukanlah orientasi yang hingga kini dikenal sebagai Ospek.

 

Kondisi saat itu hingga pra-reformasi memang membutuhkan SDM yang memiliki fisik yang kuat, karena analisis kondisi dan kebutuhan saat itu menyatakan porsi latihan fisik lebih dibutuhkan daripada pengembangan karakter.

 

Saat ini,  orientasi pergerakkan mahasiswa yang utama bukan lagi turun kejalan, melainkan bagaimana mahasiswa dapat menunjukkan kualitas intelektualitasnya dengan berbagai macam cara seperti community development, karya ilmiah dll.

 

Tulisan ini dimuat dalam Opini Publik Media Indonesia edisi Senin 13 Agustus 2012.

5 thoughts on “Ospek, Sesuaikan Kebutuhan, Bukan Keinginan !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s