[Resensi] Cerita Dibalik Berita, Jihad Melawan Mafia

• Judul buku : Cerita Di Balik Berita : Jihad Melawan Mafia

• Penulis        : Denny Indrayana

• Penerbit     : Penerbit BIP (Bhuana Ilmu Populer)

• Cetakan       : I, Oktober 2011

• Tebal            : xxxix + 387 halaman

• ISBN             : 978-979-074-798-2

 

Korupsi masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia, 14 tahun paska reformasi nyatanya Indonesia belum menunjukkan kemajuaan yang signifkan dan sesuai harapan. Korupsi yang diharapkan hilang bersama tumbangnya rezim otoriter ternyata hingga kini masih lekat dengan kehidupan berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Lebih miris lagi adalah ketika korupsi ternyata menjangkiti lembaga peradilan yang seharusnya menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi itu sendiri.

Denny Indaraya, Guru Besar Fakultas Hukum UGM sekaligus Wakil Menteri Hukum dan HAM melalui bukunya yang berjudul Cerita Di Balik Berita : Jihad Melawan Mafia mencoba menceritakan kisahnya yang berjuang melawan korupsi dinegeri ini. Buku ini merupakan kompilasi tulisan dan wawancara Denny di berbagai media. Buku ini, sesuai judulnya, berisi narasi dibalik layar Denny ketika bergelut dengan dunia pemberantasan korupsi utamanya bagaimana memberantas mafia peradilan.

 

Buku ini terdiri dari 6 Bab, Bab 1 Berjudul Jihad Melawan Mafia Hukum, Bab pertama ini adalah kerangka awal untuk membaca bab-bab selanjutnya, pada bagian ini Denny lebih menceritakan bagaimana kondisi geliat korupsi di negeri ini, utamanya diranah peradilan. Selain itu Denny juga menjelaskan bahwa dalam upaya nya memberantas korupsi, tak jarang para pejuang anti korupsi mendapatkan perlawanan balik dari para koruptor (corruptor fights back). Bab ini ditutup dengan wawancara Denny yang menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus memprioritaskan pembersihan di ranah peradilan terlebih dahulu sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi itu sendiri.

 

Bab kedua berjudul Menyelamatkan KPK. KPK yang dibentuk tahun 2004 merupakan garda terdepan dalam hal pemberantasan korupsi dinegeri ini, pelemehan terhadap KPK sama saja dengan semakin membahagiakan para koruptor dan mafia peradilan. Bab ini banyak bercerita tentang lika-liku ketika kasus penahanan Chandra Hamzah-Bibit mencuat, terutama terkait usaha pelemahan terhadap institusi pemberantasan hukum tersebut melalui upaya pengkriminalan para petingginya.

 

BAB ketiga diberi judul Integritas Tak Terbeli. Insitusi antikorupsi tidak akan berguna ketika para penggiatnya tidak memiliki integritas yang kuat. Bab ini bercerita pentingnya integritas dalam menghadapi korupsi yang kian menguat dan kronis di negeri ini, tetapi bukan sekedar integritas biasa, melainkan integritas tak terbeli. Selain itu Bab ini juga banyak bercerita lika-liku kisah eksistensi dan perjuangan Satgas anti korupsi.

 

Bab keempat berjudul Menolak Fulus Gayus, sesuai judulnya, Bab ini sangat dominan bercerita tentang kasus Gayus Tambunan yang sempat sangat menggemparkan Indonesia. Bab ini juga banyak berisi klarifikasi Denny Indrayana terkait tudingan miring yang sempat di alamatkan kepadanya seputar kasus Gayus.

 

Bab kelima berjudul Perang Melawan Mafia. Bab ini berisikan narasi tentang perjuangan Denny Indrayana melawan mafia-mafia peradilan skala besar, mulai dari Artalita Suryani, Kasus Century, dan kasus Vincentius Andi. Bab ini juga bercerita bagaimana pentingnya perlindungan terhadap para pemukul kentongan (whistle blower) sebagai salah satu jalan menangkap mafia-mafia peradilan kelas kakap.

 

Bab terakhir berjudul Keep On Fighting, Bab ini berisi 5 artikel wawancara Denny Indrayana terkait posisinya sebagai Staf Khusus Presiden bidang Hukum. Sebelumnya Denny yang berstatus sebagai aktifis LSM gencar dalam mengkritisi pemerintah, wawancara ini banyak mempertanyakan bagaimana idealisme Denny yang dulu gencar mengkritisi pemerintah dan kini harus duduk sebagai orang dekat Presiden.

 

Buku ini ditutup dengan 2 artikel yang mencoba menawarkan optimism yang berjudul Indonesia Bukan Surga Koruptor dan Reformasi Tidak Mati Suri. Denny Mencoba menjelaskan bahwa perkembangan pemberantasan korupsi di Indonesia kian hari kian baik dan reformasi telah menunjukkan hasil yang baik, meskipun belum signifikan.

 

Satu-satunya kekurangan buku ini adalah, karena hanya merupakan kompilasi artikel dan wawancara, tak jarang beberapa bahasan mengalami perulangan. Meskipun begitu, kelebihan buku ini juga tak kalah, yakni meskipun berisikan materi yang tergolong berat, namun Denny berhasil membuat buku ini menjadi buku yang ‘ringan’ dan ‘renyah’, buku ini cukup bagus untuk membuka mata kita semua terkait bagaimana perkembangan pemberantasan korupsi, karena sejatinya tugas pemberantasan korupsi adalah tugas kita semua. Meminjam kata-kata Denny Indrayana, Keep on Fighting For Better Indonesia.

 

2 thoughts on “[Resensi] Cerita Dibalik Berita, Jihad Melawan Mafia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s