3 Habis 19 Tersisa

Malam ini nasehat itu kembali datang, mengalir sendu, masuk melalui lubang telinga dan menelusup ke relung hati. Inilah salah satu hal yang paling saya suka dari asrama ini, mengingatkan dalam kebaikkan. Tanpa terasa 2012 sudah memasuki akhir  bulan ke 9, September. Menyisahkan seminggu lagi menuju datangnya bulan Oktober dan menandakan akhir dari perjalanan masa internalisasi asrama perjuangan dan kehangatan ini. Oktober dan beberapa bulan kedepan adalah bulan prestasi dan pengembangan diri. Artinya di bulan itu kami harus sudah ‘selesai’ dengan diri kami sendiri, nilai-nilai masa internalisasi harus sudah mendarah daging dan terlihat dalam keseharian pribadi kami. Dan ini yang saya takutkan, saya belum usai menanam benih-benih nilai kebaikkan itu. Dan masa-masa ini kembali membangunkan karakter melankonis-reflektif.

 

Hari ini pun diumumkan bahwa November atau desember akan diadakan evaluasi semester. Bukan saya takut terhadap evaluasi itu, tapi yang saya takutkan adalah ketika saya belum bisa menjaga amanah uang umat ini dengan baik. Seminggu sekali kami mengikrarkan janji itu, idelisme kami. Apakah diri ini sudah benar-benar menginternalisasikan kata-kata demi kata dalam perbuatan, tercerminkah.

 

3 bulan ini memang bukan tanpa peningkatan, tapi entah mengapa saya masih belum maksimal, bahkan jauh dari itu. Malah tak jarang nasihat-nasihat itu seolah tak menyentuh hati ini, pencanangan untuk menjadi muslim berprestasi terkadang harus terbentur maksiat. Amalan yaumiyah pun belum bisa terus terjaga konsisten, fluktuatif.

 

Disini, saya melihat teman-teman dengan segala keterbatasan, bisa memaksimalkan potensi mereka, tentu dengan cara mereka masing-masing.

 

Yang pasti, 3 bulan sudah berlalu, 19 bulan kedepan menunggu, bukan untuk sekedar dilalui, tapi dilalui dengan capaian dan capaian, sebenarnya cara nya sederhana dan saya tahu itu, amalan yaumiyah saya akan selalu linier dengan prestasi, tapi inilah sulitnya, menjaga amalan yaumiyah bukan sekedar urusan mengerjakan, tapi bagaimana esensi nya dapat kita rasakan. Hadirkah pikiran ini saat mengerjakannya?

 

Jadi sebenarnya pertanyaannya menjadi sederhana, bagaimana shalat 5 waktu berjamaah 19 bulan kedepan?

Bagaimana tilawah 1 bulan kedepan?

Bagaimana Qiyamul lail dan Dhuha 19 bulan kedepan?

 

Alih-alih harus dijawab dengan kata-kata, semoga saya bisa menjawabnya dengan aksi dan tindakan nyata. Doakan ya kawan !😀

Selamat pagi Dunia, aku datang dengan Semangat baru !

One thought on “3 Habis 19 Tersisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s