Tentang Prestasi

Sunnatullah karakter manusia adalah selalu ingin menjadi yang terbaik, perasaan tidak mau kalah inilah yang senantiasa mengantarkan manusia secara individu maupun kolektif berusaha melakukan pencapaian-pencapaian atau prestasi dalam periode waktu tertentu. Namun, sebetulnya apa makna prestasi itu sendiri, apa yang pertama kali akan terbayang di benak kita ketika seseorang menyebutkan kata prestasi. Menang lomba, bikin karya Tulis, ikut Konferensi internasional, IPK cumlaude dll. Sampai saat ini bisa dikatakan sebagian besar paradigma “prestasi” berada pada lingkaran kata-kata itu.

 

Pagi ini kami diingatkan tentang makna prestasi ini, sebenarnya untuk apa? Akan terus menjadi penting untuk memperkuat pondasi awal mengapa kita melakukan sesuatu, pun tentang Prestasi ini.
Bisa dikatakan ada 3 tahapan atau level mengapa seseorang ingin berprestasi.

 

1. Perbuatan
Pada tahapan ini, seseorang ingin atau mengejar prestasi lebih karena faktor eksternal, bahasa kasarnya ikut-ikutan.
“oh, teman saya ikut lomba ini dan menang, gue gak mau kalah”
“Oh asik ya dia banyak prestasinya, di sukai banyak orang”

Pada tahap perbuatan,landasan seseorang dalam berprestasi belum terlalu kuat, karena tujuan dari prestasi mereka lebih karena self estimate (capaian pribadi). Mereka yang berada pada ini akan senantiasa terpengaruh lingkungan hidupnya.

 

2. Karakter
Pada tahap ini, seseorang berprestasi merupakan implikasi dari karakter kesehariannya, karena memang sehari-harinya mereka dengan karakter ini adalah orang-orang dengan karakter prestatif, mulai dari hal-hal sederhana maka hal-hal besar pun turut mengiringi.

 

3. Kontribusi
Ini tahapan tertinggi dari prestasi, yakni kontribusi, mereka yang sudah mencapai tahap ini memiliki paradigma bahwa prestasi adalah kontribusi bagi sekitar apa pun bentuknya, atau bisa dikatakan juga mereka adalah manusia dengan landasan berprestasi untuk kontribusi bagi sekitarnya. Sehingga bagaimanapun kondisi lingkungan Ia tinggal, hal itu tidak akan mempengaruhi semangatnya untuk berprestasi, karena pada dasarnya visi nya adalah visi jangka panjang.

 

Apa yang dilakukan Soekarno, Hatta, Syahrir dan founding fathers bangsa lainnya adalah contoh prestasi tahap 3, mereka rela mewakafkan kehidupannya untuk ornag lain. Rasulullah sang manusia terbaik pun sudah mengajarkan pada kita, khairunnas anfa’uhum linnas “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.

 

Semoga kita terus bisa senantiasa memperbaiki niat dan landasan kita, sebenarnya untuk apa kita terus mengejar prestasi.

 

Inspired by Deden Amwar (Supervisor PPSDMS Angk VI Reg II Bandung)

 

 

4 thoughts on “Tentang Prestasi

  1. Pingback: diki's weblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s