Malam Tahun Baru: Momen Perayaan Vs Momen Perubahan

DALAM beberapa jam, kita akan menjelang momen tahun baru. Tidak terasa, 365 hari di 2012 akan segera kita lalui. Seperti pada momen menjelang tahun baru di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pun hiruk pikuk pergantian tahun disambut dengan berbagai macam cara, karena memang setiap orang melihat momen ini dari sudut pandang yang berbeda.
Kota-kota besar di Indonesia pun ikut berhias mernyemarakan malam pergantian tahun ini. Bandung dengan Car Free Night, Jakarta siap menyambut tahun baru dengan Jakarta Night Festival, Semarang menyambutnya dengan Pesta Kembang Api dan pesta hiburan.

Berkaca pada esensi sebenarnya, pada dasarnya momen pergantian tahun ini harus kita lihat secara bijak sebagai momentum untuk mengubah diri, berkaca pada kehidupan setahun belakang, Sudahkah target-target hidup yang kita resolusikan diawal tahun 2012 terlaksana dengan baik? Sudahkah kita menjadi orang yang lebih baik dari tahun 2011 lalu? Atau pertanyaan sederhana, apakah kita sudah siap mengarungi pergantian tahun ini dengan target-target baru, semangat baru dan tentunya resolusi hidup yang akan menjadikan kita sebagai manusia yang senantiasa lebih baik? Seperti yang dikatakan Rasulullah,“Barang siapa memiliki masa sekarang yang lebih bagus dari masa lalunya, dia tergolong orang yang beruntung; bila masa sekarangnya sama dengan masa lalunya, dia termasuk orang yang merugi; bila masa sekarangnya lebih buruk dari masa lampaunya, dia tergolong orang yang bangkrut.”
 
Maka berkaca pada hal itu semua, sudah seharusnya kita lebih mempersiapkan malam pergantian tahun ini dengan hal yang lebih fundamental, lebih dari sekedar sebuah perayaan atau pesta kembang api. Lebih jauh lagi, jika dikalkulasi, berapa banyak akhirnya uang yang terbuang sia-sia dari perayaan dan pesta kembang api ini sementara di bawah jembatan sana, di pojok sudut kota hingga di belantara bumi Indonesia masih banyak saudara-saudara kita yang belum bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik, bahkan untuk makan sehari-hari saja sulit.

Mari kita ambil contoh sederhana, jika harga satu buah kembang api adalah Rp10 ribu dan di malam pergantian tahun ini terdapat sepuluh ribu kembang api yang dibakar, maka sudah Rp100 juta uang melayang sia-sia. Belum lagi biaya untuk beragam atribut perayaan lainnya.

Sebagai sebuah bangsa, sudah seharusnya Indonesia menjaga identitasnya. Globalisasi baik secara langsung maupun tidak langsung memang menawarkan akulturasi budaya, namun kita sebagai sebuah bangsa harus cermat, mana seharusnya hal-hal yang patut kita contoh dan mana yang tidak. Sepakat bahwa kita harus berkaca pada Eropa dan Amerika ketika berbicara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Tetapi ketika sudah memasuki budaya, mari cermati secara jelas, apakah hal itu sesuai dengan kondisi keberadaan kita.

Momen awal tahun yang baik ini seharusnya kita jadikan sebagai momentum refleksi-evaluasi, baik sebagai individu maupun komunal sebagai sebuah bangsa. Mari sama-sama mengevaluasi diri, sudahkah setahun ke belakang kita menjadi pribadi yang lebih baik, atau justru kita menjadi golongan yang bangkrut seperti apa yang dikatakan Rasulullah. Kita yang menentukan, apakah momen pergantian tahun ini sekedar momen perayaan atau momen perubahan. Pilihan itu akan menentukan apakah kita termasuk orang yang berhasil mengambil pelajaran dari sejarah atau tidak. Seperti yang dikatakan George Santaya, seorang Filosof Spanyol, “Those who fail to learn the lessons of history are doomed to repeat them (mereka yang gagal mengambil pelajaran dari sejarah dipastikan akan mengulangi pengalaman sejarah itu).” 

Denny Reza Kamarullah
Mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan
Institut Teknologi Bandung (ITB)

 

dikutip dari kampus.okezone.com, klik disini

2 thoughts on “Malam Tahun Baru: Momen Perayaan Vs Momen Perubahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s