Mempertemukan Pertumbuhan Ekonomi & Pembangunan Manusia

Okezone 8 januari

SEBAGAI sebuah bangsa,dan negara, saat ini kita pantas untuk percaya diri dan bangga. pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menunjukan angka-angka positif di atas enam persen.Di tengah tidak menentunya kondisi perekonomian Eropa dan Amerika, angka ini merupakan angka pertumbuhan yang fantastis. Hasilnya Deutsche Bank bahkan memprediksi pada 2015 rata-rata pendapatan per kapita Indonesia meningkat dua kali lipat dari USD3.000 menjadi USD6.000. Sementara itu,  Standard Chartered Bank meramalkan Indonesia akan memiliki ekonomi terbesar ke 10 pada 2020 dan naik lagi menjadi kekuatan keenam ekonomi dunia pada 2030.

Tentu hal itu merupakan sebuah kebanggan bagi kita. Namun yang harus menjadi fokus utama di tengah gegap gempita awal tahun ini adalah bagaimana peningkatan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan linier dengan pembangunan (karakter) manusia Indonesia. Sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi memang penting, tetapi hal itu sama sekali tidak berguna ketika watak manusia Indonesia tidak turut serta menyertainya. Hal ini seperti yang tersirat disampaikan di dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“..Bangunlah Jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia raya…..”
 
Hal pertama yang harus dibangun adalah jiwa (karakter) sebelum berbicara pembangunan badan (fisik). Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan seorang pakar ekonomi, Todaro, bahwa sebagian besar pakar pembangunan sepakat, sumber daya manusia dari suatu bangsa bukan modal fisik atau sumber daya material merupakan faktor paling menentukan karakter dan kecepatan pembangunan sosial dan ekonomi suatu bangsa bersangkutan.Pernyataan Todaro itu jelas menafsirkan bahwa untuk mencapai pembangunan sosial dan ekonomi yang optimal yang paling utama adalah melakukan pembangunan SDM.

Hal ini semakin dipertegas oleh pernyataan Kishore Mahbubani, Dekan National University of Singapore (NUS) sekaligus pengarang buku Asia Hemisfer Baru Dunia. Dia menjelaskan bahwa dua kunci kokohnya peradaban Barat adalah education dan science and technology. Objek pada kedua kondisi ini  adalah manusia. Kemajuan barat bukan ditopang karena megah dan mewahnya infrastruktur kota yang mereka miliki, namun karena pendidikan manusianya sangat baik.

Maka menjadi sebuah pekerjaan rumah besar di tahun 2013 ini bagaimana pemerintah dapat mengawinkan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan karakter, sehingga Indonesia tidak hanya kuat secara ekonomi tetapi juga berstatus negara timur dengan karakter yang kuat. Di tengah arus pusaran globalisasi yang memungkinkan budaya begitu mudahnya masuk dan mempengaruhi identitas nasional, maka menjadi penting sekali menggerakkan pembangunan  karakter ini.

Selain itu, kita pun harus sadar, pertumbuhan ekonomi tanpa moral dan karakter sama saja kehancuran. Kita sepatutnya berkaca pada runtuhnya imperium-imperium besar dalam sejarah global. Runtuhnya kekaisaran Romawi yang disebabkan perilaku  korupsi, perilaku hedonis dan pembunuhan politik pada para penguasanya saat itu. Sebut saja bagaimana bagaimana Brutus membunuh Julius Caesar, demi mengejar kekuasaan dan kehidupan yang hedonis. Dan hal yang sama, sebelumnya dilakukan oleh Julius Caesar terhadap Antonius yang merupakan sahabatnya sendiri. Ini adalah buah pembangunan fisik yang tidak dibarengi pembangunan karakter.

Sejarah bangsa ini pun mengajarkan betapa pentingnya pembangunan manusia itu. Di era orde baru, pembangunan infrastruktur dan ekonomi Indonesia sangat baik. Kita mengenal istilah Trilogi Pembangunan yang terdiri dari: Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dan Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.

Namun berbekal minimnya integritas penguasa dan terlalu sentralistiknya kekuasaan saat ini, Indonesia hampir saja berjalan menuju jurang kehancuran, hingga terjadilah peristiwa reformasi dengan semangat mengubah tatanan pemerintahan yang korup dan tak berintegritas.

Berkaca dari itu semua, maka di tahun 2013 ini, pemerintah selain terus menjaga pertumbuhan ekonomi, juga harus mengikutinya dengan program pembangunan manusia Indonesia.

Tulisan ini di Muat di Kampus.okezone.com 8 Januari 2013, klik disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s