Catatan Tahfizh : Kurangi Jam Tidur !

tatajaafaa junuubuhum ‘ani almadaaji’i yad’uuna rabbahum khawfan wathama’an wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (Qs. As Sajdah ; 16)

 

TTA

 

Menggambarkan seorang mukmin yang hatinya tertambak kepada Allah, sehingga waktu tidur pun ia kurangi, ia ambil untuk bermunajat kepada Allah.

Lambung nya Ia jauhkan dari tempat tidur

 

Syekh Abdul Azzam, seorang Syekh dari Afghanistan pernah mengatakan. “Seorang mukmin memiliki karakter menghabiskan malam-malamnya untuk bermunajat kepada Allah dan siang seperti singa”

Inilah karakter seorang mukmin, apalagi yang mengaku calon pemimpin masa depan, serta para pendakwah.

 

  • junuubuhum (lambung) bukan mata juga bukan jasad, mengapa lambung?

Rasulullah bersabda “1/3 hak Allah, 1/3 hak diri kita, 1/3 hak keluarga”

Dalam sunnah makan pun Rasulullah mengatakan bahwa ““Tidaklah seorang manusia mengisi wadah yang lebih buruk daripada mengisi perutnya sendiri. Bagi seseorang cukuplah beberapa suap yang bisa menegakkan punggungnya. Dan kalau tidak kuat demikian maka hendaklah sepertiga isi perutnya untuk makanannya, sepertiga lainnya untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk udara/nafasnya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim)

Hadits pertama diatas menjelaskan bahwa “hak” Allah pada manusia hanya sepertiga, tetapi bagi seorang muslim bahkan aktivis dakwah tidak seperti, hak Allah bukan hanya sepertiga, tetapi tiga per tiga atau semuanya untuk Allah. Setiap aktivitas dan kegiatannya dibingkai sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Maka dikatakan lambung, tempat makan. Imam Ghozali mengatakan,  “mengisi malam, lambung jangan diisi terlalu penuh”. Selain itu, Lambung seorang mukmin adalah lambung yang diisi oleh makanan  yang thoyib, seimbang, tidak hanya halal tetapi juga thoyib.. Artinya seorang mukmin, sangat hati-hati menjaga makanannya, menjaga makanan yang thoyib, bukan hanya hala-haram. Jadi, berhati-hati terhadap lambung.

 

  • yad’uuna rabbahum, Mereka banyak meminta/berdoa kepada Allah

Seperti Sabda Rasulullah, “wahai malaikat, cari hambaku yang berwajah putih nanti di hari kiamat”. Ketika hari kiamat wajah manusia terbagi menajdi dua, hitam dam putih. Cirinya mereka yang terbangun diatas orang tidur, mereka yang berwudhu, mereka yang menangis dalam sujudnya.Malam hari bagi seorang mukmi adalah momen yang dirindukan.

 

  • khawfan wathama’an, dengan rasa takut dan harap

Orang-orang yang bangun dimalam hari adalah orang yang amal nya disiang hari lebih, mereka rindu tambahan amal.

 

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur`an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur`an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Muzammil ; 20)

 

Poin tambahan, dari pertanyaan beberapa teman saya.

Bagaimana agar tidak tidur lagi ba’da shubuh.

Imam Syaffi mengatakan, cara menyegarkan mata : membaca quran, melihat alam. Jadi setelah shubuh usahakan membaca quran atau melihat alam agar tidak mengantuk (tidur lagi). Perhatikan juga aktivitas kita. penyebab yang mempengaruhi tidur, mata kebanyakan maksiat. Jadi perhatikan mata, biasakan mata untuk tidak melakukan maksiat = mendekatkan pada ketakwaan.

 

“Orang yg paling baik di antara kalian adl seorang yg belajar Al Qur`an & mengajarkannya” (hadits)

755985295 (1) 755985397 755985546

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s