Catatan Latgab : Inspiring Talk (really Inspiring !)

Ghibran Huzaifa (Aqua Cyber)

Untuk memulai sesuatu perencanaan, coba mulai dari masalah “always start with problems

Masalah perikanan :
• Pakan
• Prosedur yang tidak terkontrol

IMG_1657

“Dari berbagai masalah itu maka saya membuat sistem ini” ujar kang Gibran

Always Run with values
Always grow with vision” kita tidak hanya berhenti sampai sini (mesin), kita ingin ini menjadi gerakan : fatin cyber, lele cyber dll. Kita juga ingin mem-merge gerakan-gerakan yang sudah ada, kita empower, kita tingkatkan produktifitasnya.

 

“Sekarang bagaimana memperluas pasar, domestik, nasional dan internasional. Dari inisiasi area marketing ini, maka bukan saja Indonesia tidak impor ikan tetapi juga akan ekspor ikan” tambah kang Gibran.

“Dari mesin dan sistem ini kita bisa meningkatkan produktifitas perikanan di pedesaan, tinggal kita investasikan ini ke desa-desa di Indonesia, akhirnya kita bisa terus mengangkat pangan Indonesia” ujar kang gibran.

 

Bang Baban Sarbana (Yatim Online) @Babansarbana

Berubah yang berbuah

Sesi ini dimulai dengan sebuah simulasi “mana arah utara?” dengan sebelumnya para peserta diminta menutup mata terlebih dahulu.
Kemudian bang Baban bertanya “apa yang diperlukan untuk tahu mana arah utara”

IMG_1662

“kompas”
“kiblat”

Sontak beberapa peserta menyeletuk.
Namun bang Baban menyatakan bahwa yang sesungguhnya kita perlukan adalah “meleK” apa maksudnya?

Hikmah dari simulasi ini adalah bagaimana seharusnya untuk melakukan kontribusi, hal pertama harus dimulai adalah dengan melek, dan yang harus dilihat ketika rasa ‘melek’ kita tidak hadir adalah pertanyakan bagaimana hubungan kita dengan Allah swt.

Apakah bisnis Sosial ? mengatasi permasalahan sosial dengan bisnis. “yang menghasilkan, menikmati, yang menikmati menghasilkan” Muhammad Yunus.

 

4 hal yang dibutuhkan untuk berkontribusi ke masyrakat :

  1. Aditya => Cerdas, dekat dengan bijak. Cerdas adalah memiliki atau kaya persepsi. Cerdas beda dengan pintar, pintar hanya kaya informasi. Cerdas itu kaya persepsi.
  2. Karya => datang bikin senang, pergi bikin sedih. Jadilah orang yang datangnya menggenapka bukan mengganjilkan. Kita datang melengkapi / menyelesaikan permasalahan di sebuah tempat, bukan justru menambah sulit seseorang.
  3. Berkomunikasi => kelemahan orang pintar adalah sulit berkomunikasi dengan orang lain. Kekuatan orang berbicara adalah ketika seseorang pandai mendengar.
  4. Yodha (daya juang), pantang menyerah.

Keempat inilah menjadi alasan kami mendirikan Yatim Online.
Prinsip ekonomi kerakyatan :
1. Menghasilkan
2. Menikmati

Kesadaran Sosial => Manajemen Diri => Manajemen sosial => Kesadaran Sosial

Apa yang dibutuhkan :
1. Creative = Lihatnya sama, mikirnya beda. Contohnya adalah bagaimana newton, melihat dari sisi yang berbeda dari jatuhnya apel.
2. Potensi-Peluang

Hikmah dibalik rumus Fisika:

• “Tekanan berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan….”
Tekanan hidup akan berbanding terbalik jika hati kita luas.
• Momentum = massa x kecepatan
Momentum tidak datang 2 kali, momentum akan hilang jika kita tidak berbobot atau kita tidak cepat.

• Kecepatan = jarak x waktu
Kita tidak tahu berapa lama kehidupan kita di dunia, maka kita butuh pasif Income dari ke 3 aspek : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, doa anak sholeh.

• W= F xs
Kita butuh percepatan.

 

 

Mas Ariel (wayang Village)


Pertanyaan pertama adalah “what is your passion?”

IMG_1666
Apa passion kita? Apa passion kita ? apa passion kita ? apa passion kita?

Pertanyaan itu yang harus kita selesaikan terlebih dahulu sebelum melakukan kontribusi kepada orang lain. Kita harus tahu passion kita.

Bangsa indonesia merupakan bangsa yang unik, kepulauan dan multi culture. Maka dibutuhkan cara-cara kreatif untuk melakukan kontribusi di Indonesia ini. Faktanya orang Amerika dan Norwegia hanya memiliki 1 budaya, tetapi mereka tidak mengembangkan budaya mereka dan ketika mereka hadir ke Indonesia, mereka ingin belajar tentang budaya Indonesia. Kita kaya akan culture ; angklung, wayang, klintong, batik, dll. Kita kaya !

Maka pertanyaan kedua setelah menanyakan passion adalah, kebudayaan apa yang sudah pernah kita perdalami? Apakah kita harus menunggu orang luar berkata “ini daerah bagus, kita bisa memanfaatkannya, dan keuntungannya untuk kita”.
Dewasa ini, kebudayaan ikita beberapa sudah dicuri negara lain, di Inggris, mereka sangat tertarik mempelajari gamelan dan terus mempromosikannya atas nama mereka.

Keinginan saya “berkontribusi bagi Indonesia dengan resource yang sudah ada”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s