Catatan Latgab : TPD 9 BULAN !!

IMG_1672

Belajar dari para Nabi Ibrahim dan Bapak Para Anbiyaa

Nabi Ibrahim merupakan bapak tauhid sedunia yang namanya diabadikan menjadi surat ke 14 dalam alquran. Sebuah pelajaran besar dari Nabi Ibrahim adalah bagaimana keteladanan luar biasa dan kepemimpinan transformatif. Nabi Ibrahim mengajarkan teladan luar biasa dalam menegakkan idealisme Nya. (buka surat An nisa : 125)
Surat Al Mumtahanah : 4
“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya : “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”

 

Pelajaran terpenting dari proses pencarian Tuhan nabi Ibrahim adalah, jangan sampai peserta ppsdms setelah 2 tahun di ppsms memilih ideologi selain ISLAM. Jika itu terjadi, maka kita hanya sebagai anak biologis ppsdms, bukan anak ideologis ppsdms.

Ketika seseorang sangat dekat dengan alquran, maka Ia melihat seseorang yang memegang ideologi lain selain islam, seperti anak kecil yang sedang memainkan mainan.

 

Al Anbiya : ayat 62-66

Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)”, kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara”. Ibrahim berkata: “Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?”

Dari ayat tersebut jelas, mengapa kita harus percaya pada hal-hal lain selain Allah SWT. Apalagi peserta ppsdms masih percaya pada hal-hal seperti dukun, Naudzubillah..

 

Dari kepemimpinan nabi Ibrahim kita belajar :
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang rela berkorban untuk kemajuan Negara dan rakyatnya. Nabi Ibrahim pernah harus berkorban mempertaruhkan nyawanya ketika harus berhadapan secara langsung pada para penyembah berhala. Pengorbanan Nabi Ibrahim sangatlah luar biasa, beiau rela dihukum dibakar hidup-hidup dan diasingkan.
Karakter rela berkorban ini adalah satu bukti karakter Negarawan nabi Ibrahim.

 

Nabi Ibrahim juga mengajrkan bagaiman makna keistiqomahan, beliau sosok yang selalu taat kepada Allah sejak muda hingga kini.
Qs. Al Baqarah ; 124
“Dan (ingatlah) tatkala telah di¬uji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan mencapai perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim.”

 

Karakter pemimpin yang diharapkan kini adalah sosok yang dapat menyelesaikan masalah ditengah krisis multidimensi ini.

 

Pelajaran dari Nabi Nuh

Kisah Nabi Nuh sungguh luar biasa, beliau berdakwah selama 950 tahun, tanpa kenal lelah. Bahkan istri dan anaknya yang namanya Kan’an pun termasuk yang tidak mengikutinya. Dengan pengikut yang sedikit itu, Nabi Nuh tidak pernah surut dalam melaksanakan dakwahnya.

Surat Nuh ayat 5-9
“Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,
maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. Da’wah ini dilakukan setelah da’wah dengan cara diam-diam tidak berhasil. kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam. Sesudah melakukan da’wah secara diam-diam kemudian secara terang-terangan namun tidak juga berhasil maka Nabi Nuh a.s. melakukan kedua cara itu dengan sekaligus.”

Resistensi Jalan mengusung perubahan :

Dilecehkan => Ditertawakan => Dilawan

 

Pemateri : bang Bachtiar

*notes ini hanya hasil resume penulis, jika ada perbedaan dengan apa yang disampaikan merupakan kesalahan penulis dalam meresume.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s