Catatan Latgab : Maraton Inspirasi Comdev

 

 Bambang Priantono (Direktur LintaArta)

“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya” (Hadits)

 

Community development ini merupakan salah satu bentuk amal kita kedepannya, maka lakukanlah comdev ini dengan ikhlas, jangan sampai di asrama saja. Dalam pengembangan comdev ini, coba petakan CSR perusahaan, lalu coba ajak berkolaborasi.

Selain itu, penting bagi sebuah community development untuk mempublikasikan acaranya, bukan untuk sombong dan pongah, tetapi sebagai inspirasi bagi sekitar, selain itu ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas kegiatan kita.

Dengan adanya transparansi ini, bukan tidak mungkin akan membuka para donatur untuk menyumbangkan dananya, transparansi ini sebagai jalan meyakinkan calon donatur untuk menyumbangkan dananya.

Kemudian kita juga harus dapat mengemas atau memarketing acara kita dengan baik, kita harus banyak belajar dari contoh drakula, superman, tom and jerry. Bagaimana mereka memarketing dan meng-kapitalis adalah hal penting.

Penting juga bagaimana membuat rencana jangka panjang dari comdev yang kita buat, kapan akan diselesaikan. Contoh adalah desa CipaRay, kita harus memiliki target agar desa ciparay dapat benar-benar mandiri.

 

 

Baban Sarbana (Yatim Online)

 

Saya ingin sebagai sebuah bangsa, saya ingin Indonesia sebagai bangsa bisa sejahtera, sebagai manusia bisa bahagia. Amerika maju tapi banyak penembakan, Jepang maju tetapi banyak bunuh diri.

Saya membayangkan kalian yang akan memberdayakan desa-desa di Indonesia, melek informasi dan sebagainya.

“Kenapa anak disebut titipan?”

“Karena dia harus kembali seperti dia seperti lahir”

 

Saya senang, adik-adik sedang berkampanye nilai-nilai Indonesia : gotong royong, kebersamaan dll.

4 pion :

P (Profiling), diagnosis dulu desa itu, lihat potensi dan masalahnya. Pilar, People,

Partisipasi, pastikan rencana yang kita buat adalah rencana bersama,

Koordinasi, Eksekusi, Sosialisasi

 

Asep SASA

 

Tahun 2010 kami mencangkan ini lah tahun atau fase pencerahan. Oleh karena itu kami dari kemensos berusaha terus mempromosikan Karang taruna. Kami ingin mengurangi kriminalitas pemuda dengan mengedepankan peran. Namun tantangannya adalah kondisinya hari ini Karang taruna masih belum eksis. Kami ingin anak-anak Indonesia memiliki karakater adiyta (cerdas), karya, mahatva, dan yodha (pejuang).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s