Hari 5 Turki : Eyub Sultan Camii dan Keramahan Warga Turki (part 1)

Hari ini sebenarnya saya sudah memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana, cukup tinggal di KJRI dan menyeesaikan segala tugas asrama, tapi setelah dipikir-pikir, sayang jika saya tidak menikmati keeksotisan Kota Istanbul ini, kapan lagi saya kan berkunjung ke tempat ini.
Akhirnya pukul 13.30, tidak lama setelah adzan dzuhur berkumAndang, kami (saya, kang Ihsan dan Sabilil) memutuskan untuk mengunjungi Eyub Sultan Camii, sebuah mesjid yang berada satu district dengan tempat kami tinggal. Perjalanan kami ditemani hawa sejuk paska hujan pagi tadi, sangat menyenangkan.

15 menit perjalanan akhirnya kami sampai di area, Eyub Sultan Camii, sebelum memasuki lebih jauh area Eyub sultan Camii, terdapat sebuah information centre, disini kami meminta beberapa peta kota Istanbul, tenang, gratis ko..hehe. Hal yang paling mencolok memasuki pelataran Eyub Sultan Camii adalah air mancur yang bekerja dengan sangat indahnya, perpaduan derasnya air dan kilauan matahari menjadikan air mancur ini tampak sangat eksotis, praktis banyak turis berbondong-bondong menjadikan air mancur ini sebagai latar untuk berfoto, narsis! Sebelum lebih jauh mengeksplor masjid ini, kami memutuskan untuk terlebih dahulu shalat dzuhur. Seperti kebanyakan masjid di Istanbul, sebagai salah satu masjid besar bersejarah di Kota ini, Eyub Sultan Camii menyediakan plastik alas kaki di pintu masuknya untuk para pengunjung yang ingin memasuki masjid, baik untuk sekedar melihat-lihat atau shalat.

Eyub Sultan Camii

Eyub Sultan Camii

Mengenal Sejarah Eyub Sultan Camii

Eyub Sultan Camii tergolong masjid yang cukup tua, karena pembanguanan pertama kali dimulai tahun 1458 M, ratusan tahun lalu, dahsyat! Masjid ini dibangun atas perintah Fatih Sultan Mehmet (Sultan Muhammad Alfatih). Oiy, dalam bahasa Turki, Muhammad adalah Mehmet. Dalam kisahnya, Masjid ini dibangun untuk mengenaang Halid Bin Zeyd atau lebih dikenal sebagai Abu Ayub Al Ansari. Salah satu sahabat nabi yang syahid dalam proses penyerbuan Konstantinopel pertama kali pada tahun 674-678 M. Setelah penaklukan Konstantinopel, Muhammad Alfatih mendengar rumor bahwa di Eyub di temukan makan Abu Ayub Al Ansari, mendengar hal itu, sontak sang Sultan bersama gurunya pergi ke Eyub dan disana ternyata benar mereka menemukan makam Abu Ayub AlAnsari. Seketika itu juga Alfatih memerintahkan untuk membangun masjid yang kemudian dikenal sebagai Eyub Sultan Camii. Namun dalam perjalanannya, Masjid Eyub Sultan yang dibangun atas perintah Alfatih luluh lantah di hadang gempa pada tahun 1766 M. Masjid yang berdiri kokoh saat ini adalah masjid yang dibangun oleh Sultan Selim III pada tahun 1798-1800 M.

IMG_3298

Pintu Masuk Eyub Sultan Camii

IMG_3303

Ruang Utama Eyub Sultan Camii

Seperti pada masjid Istanbul kebanyakan, Eyub Sultan memiliki sebuah Dome (kubah) besar sebagai ciri khasnya, dengan disekelilingnya terdapat 8 dome yang lebih kecil. Memasuki bagian dalam mesjid, seperti pada Blue Mosque, didepan pintu masuk masjid ini terdapat kantong plastik yang dapat Anda gunakan untuk menaruh sepatu Anda. Dan didalamnya terdapat tempat menaruh sepatu, sangat berbeda dengan Indonesia. Saya yang baru pertama kali memasuki masjid ini langsung teringat dengan desain Blue Mosque : kumpulan lampu yang kecil yang menggantung di langit-langit, tempat khutbah yang didesain khusus dan lebih tinggi dari jamaah lainnya, tempat penitipan sepatu berjejer disekitar ruangan, hiasan kaligrafi di berbagai sudut dinding masjid hingga keramaian Turis yang berusaha mengambil gambar masjid ini. Masjid ini terdiri atas 2 lantai dan untuk memasuki lantai kedua, Anda harus memasuki lantai 1 terlebih dahulu, karena pintu tangga masuk lantai kedua berada di sebelah kiri-kanan setelah Anda memasuki pintu lantai 1.

Hari itu seperti sedang ada sebuah acara, saya melihat anak-anak Turki dengan sebuah kostum ala pangeran, serba putih, pakaian dengan sayap ala malaikat ditambah topi kerajaan. Paska pelaksanaan shalat dzuhur, anak-anak yang didampingi oleh keluarganya ini mulai ramai memasuki masjid, mereka terlihat lucu, oiy setelah kami bertanya, ternyata mereka adalah anak-anak yang akan di khitan, lucu ya, menjelang khitan, mereka harus mengenakan pakaian khusus seperti ini.

IMG_3350

Salah satu anak dengan Kostum Khitannya🙂

IMG_3305

Anak-anak yang akan di Khitan dengan Kostum mereka

 

Setelah puas bernarsis riang dan mengambil beberapa foto bagian dalam masjid, kami bergegas keluar dan mengelilingi makam-makam di sekitar kompleks masjid. Ngapain keliling makam? Gak serem?
Mungkin itu pertanyaan yang akan muncul dibenak beberapa orang ketika mendengar kami mengelilingi makam, tetapi faktanya memang demikian, makam-makan disini cukup ramai, mungkin karena makam disini jauh dari kesan angker, selain itu, makam-makam disini adalah makam bersejarah, makam di era Turki Utsmani. Istanbul memang kaya akan sejarah, bahkan sebuah makam sekalipun !

Thanks to Dr. Mehmet dan Eren Kubra dkk

Berjalan beberapa saat mengelilingi makam, seorang warga Turki berperawakan cukup tua memanggil kami, awalnya kami pikir itu hal biasa, selama di Turki ini banyak warga Turki (Istanbul) yang senang menyapa kami Turis yang mereka rasa dari Malaysia atau Indonesia. Ketika beliau tahu kami dari Indonesia, beliau langsung mengajak kami ke tempatnya tak jauh dari tempat pertemuan kami dengan beliau. Sebuah ruangan yang cukup tertata, dipenuhi buku dan cukup rapi. Disana kami bertemu beberapa orang, kami yang dilanda kebingungan cukup diam dan mengikuti arahan sang bapak yang kemudian kami tahu bernama, Dr. Mehmet Emin, dalam kartu namanya tertulis “International Scout Leader’s Trainer and Youth educator”.Beliau sangat baik, selain mengajak kami ke tempatnya, Dr. Mehmet juga memberikan sebuah buku berbahasa Indonesia kepada kami, bingung kan, bagaimana Dr mehmet mendapatkan buku ini?! Saya juga bingung.
Selain itu, beliau juga membelikan kami cokelat, hehe

Dari berbagai pernak-pernik di ruangannya, saya menafsirkan beliau adalah seorang aktivis Islam banget, karena terdapat bendera Palestina dan banyak buku Islam. Selain kami di ruangan itu juga terdapat anak-anak, pemuda, beberapa orang tua dan seorang wanita. Wanita inilah yang akhirnya menjadi penghubung kami dengan Dr. Mehmet, karena Dr. Mehmet tidak fasih dalam berbicara bahasa Inggris. Wanita itu ternyata bernama Eren, mahasiswa Kedokteran Gigi di salah satu Universitas di Turki yang sekaligus juga atlet panahan, wow.

Tidak banyak hal yang kami bicarakan di tempat Dr Mehmet, tetapi, 1 kalimat sederhana yang sangat terngiang dalam benak saya dari perkataan Dr Mehmet adalah

“You are muslim, I am Muslim, so this your home too”. DAHSYAT !!

Setelah memakan cokelat, melalui bantuan Eren Dr. Mehmet bercerita tentang kegiatannya, dari hasil cerita itu saya menyimpulan tempat ini semacam community development Dr. Mehmet, karena beliau dengan bantuan beberapa orang mengajarkan anak-anak dan pemuda Turki untuk belajar apapun ditempat ini. Selesai mendengar cerita itu, Dr. Mehmet mengajak kami ke tempat muridnya berlatih alat musik tradisional, tidak jauh dari tempat itu.

Sebuah ruangan sederhana, disana murid Dr Mehmet sedang berlatih sebuah alat musik tradisional, entah apa nama alat tradisional itu, yang pasti bentuknya sangat mirip seruling. Dan disana ternyata beliau meminta kami memainkan musik dan gitar yang kami bawa. Jadilah tempat itu sebuah show musik dadakan, beruntung saya pergi bersama Kang Ihsan, master dalam hal musik. Pertunjukan musik dadakan yang ditonton oleh beberapa murid Dr. Mehmet itu dimulai dengan dinyanyikannya lagu in Harmonia PPSDMS Bandung (lagu Asrama PPSDMS Bandung) yang digawangi kang Ihsan, wow, Lagu asrama kami go Internasional ! Setelah kami selesai kami selesai menyanyikan in Harmonia PPSDMS Bandung , giliran murid Dr. Mehmet memainkan alat musiknya.

IMG_3326

Foto Bersama Murid Dr Mehmet

IMG_3322

Kolaborasi Musik🙂

 

bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s