celoteh hati

Fajar pagi berkelimut, awan hitam disapu sinar matahari dari sangkar

Udara masih menusuk tulang, rumah-rumah teronggok sepi

Penghuni masih asik mendengkur dalam kelenaan alam mimpi

Sebagian bertaqarub kepada Sang Pencipta, Sebagian memulai aktivitasnya

 

Alam batin tidak kunjung sepi pergolakan

Masi bertanya konsep diri, benar atau salah tindakan

Hubungan dengan manusia, alam dan Sang Maha Pencipta

 

Sayup-sayup di tengah keramaian, suara lirih mengantar pada getaran hati

Berkelebat dosa dan kesalahan

 

Kelenjar mata bekerja ekstra, tapi salah benar masih nampak relatif

Pergolakan batin

 

Waktu berlalu, cepat, tidak terasa, begitu saja

Ia marah, kecewa, bertanya pada diri diujung sana, masa lalunya

 

Membuka lembar suci, terjebak dalam kontemplasi panjang

Al Mudatsir mengajak bangun, bangun dan menuju Tuhan

Al Qiyamah mengajak pada ingatan akhirat dan pertanggungjawaban

 

Laa uqsimu bi yaumil qiyamah

wala uqsimu binnafsillawwamah

…………………………………………

…………………………………….

 

 

Terbata-bata, Terisak dan kelebatan dosa menghantui

Yunabbaul insaanu yaumaidzim bimaaqaddama wa akhkhar

Firman Tuhan mengingatkan pertanggungjawaban

Semua diam, tubuh jadi saksi

 

 

Kemanakah arah pergulatan panjang ini? entahlah

Semua masih tanda tanya panjang, niat jadi pangkal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s