Tantangan Strategis Kepemimpinan di Sektor Publik

Artikel ini adalah hasil resume Dialog Tokoh PPSDMS Bandung dengan Pak Sohibul Iman Wakil Ketua DPR RI

Sering terlontar sebuah pertanyaan, untuk mengubah Indonesia, mana yang harus diubah terlebih dahulu, sistem atau manusia? Pertanyaan ini cenderung dilematis dan sulit untuk dijawab. Tetapi dalam implementasi dan fakta hari ini, kita dapat berkaca pada negara-negara maju. Negara maju memiliki sistem yang baik, sistem yang akhirnya menjadi arah gerak sebuah negara menjadi lebih baik. Sementara negara brkembang belum memiliki sistem itu.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana mengubah sistem? Menurut pak Sohibul kita memerlukan apa yang disebut sebagai critical mass. Yakni 20% dari penduduk yang memiliki keinginan dan kemampuan dalam mengubah sistem. Tidak perlu 30%, 40% apalagi 100%, cukup dicapai angka minimal 20% itu. Maka sistem dapat diubah. Dan dari dibutuhakn paling tidak 5% yang dapat memimpin sistem nantinya.

Pergulatan sebuah negara hari-hari tidak lepas dari fenomena globalisasi, tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi memiliki baik dampak positif maupun negatif. Positif karena menciptakan ruang masyarakat global melalui media sosial dan negatf karena 5 hal berikut :

  1. Food
  2. Fashion
  3. Factory
  4. Finance
  5. Faith

Jadi, globalisasi adalah pertarungan kecerdikan orang. Bagaimana caranya kita bisa memenangi pertanrungan tersebut:

  1. Tahu apa yang kita mau
  2. Tegas pada orang lain
  3. Tahu aturan global

Dalam menghadapi globalisasi ini, setidaknya dibutuhkan karakter pemimpin sebagai berikut :

  1. Moralitas, amanah rakyat untuk menjaga milik rakyat, bukan menjualnya
  2. Intektualitas, dinamika dalam bermasyrakat, masyarakat semakin berkembang
  3. Kepribadian
    1. Humanis, suka turun ke bawah langsung, bukan hanya melihat dari atas
    2. Ketegasan, bedakan urusan pribadi dengan urusan public, bisa tegas kepada siapapun
    3. Humility, humble. Tidak pernah menjadikan dirinya lebih tinggi daripada orang lain
    4. Solidarity maker, tidak membedakan orang, suku, atau apapun

Sebagai seorang mahasiswa yang notabene merupakan kader-kader pemimpin bangsa, setidaknya mahasiswa harus memiliki karakter berikut :

  1. Academic excellence
  2. Scientific discourse
  3. Career path and networking
  4. Sosio political engagement
  5. Religious activity

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s