(Day 1) I am Nothing : Sebuah Refleksi

176757_4166820962371_1489510614_o

Hari pertama ramadhan, saya tidak pernah berharap hari pertama ini akan begitu menusuk. Pagi hari, tidak ada yang istimewa, paska WBS, menuju koridor Timur Salman, berniat rapat. Menunggu 30 menit, ternyata tidak ada orang, usut punya usut, saya salah tangkap, ternyata rapatnya kemarin, tapi smsnya baru masuk Handphone saya kemarin juga. -_-

Pulang dan saya langsung balas dendam, hibernasi!Agak siang, tiba-tiba saya teringat, Mr Yangs menginfokan ada Ust. Suherman mengisi di masjid Salman jam 9, tentu dengan tema spesialis beliau, tentang menjadi penghafal Qur’an. Oiy, beliau guru pembimbing tahfizh PPSDMS Bandung. Tapi minggu lalu libur asrama, jadi beliau tidak membimbing kami.

Saya terbangun dari tidur panjang ketika matahari sudah sepenggala naik, jam dikamar menunjukkan pukul  10. Terlambat satu jam, saya bergegas kembali menuju masjid Salman. Tentunya paska mandi dllnya. Sampai di ruang utama masjid Salman, slide PPT Ust Suherman sedang berkutat pada definisi apa itu Hafizh Qur’an.

Al Hafizh Al Qur’an :

  • Orang yang menghafal lafazh Al Qur’an 30 Juz dengan cermat, memurojaah hafalannya, mutqin dan rakhsih.
  • Orang yang memahami hakikat dan makna bacaannya.
  • Orang yang menjaga Al Qur’an dengan ibadah, akhlak dan sikapnya sehari-hari

*terdiam*

“Label seorang Hafizh Quran bukan sekedar setoran 30 Juz kemudian selesai, tetapi Hafizh Qur’an adalah seorang yang memiliki hafalan yang mutqin (kokoh) dan rakhsin (mengalir seperti air)” Ust Suherman menjelaskan

“tetapi tidak sampai situ saja, Ia jua memahami hakikat dan makna bacaannya, Menjaga Alquran dengan ibadah, akhlak dan sikap kesehariannya” tambahnya.

#jleb,

saya jadi berfikir, sudah hafalan sudah tidak seberapa, kadang lupa-lupa. Paham ? Menjaga dengan ibadah, akhlak dan sikap? Allah, bertambah kembali kekaguman kepada seorang Hafizh. Mereka luar biasa. Diakhir, Ust memaparkan sebuah ayat, salah satu hadits populer yang sering disampaikan untuk memotivasi para penghafal qur’an. Dan hadits ini memang sangat ampuh dalam memotivasi seseorang untuk menghafal. Bismillah.

“…maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an…”(HR. Al Hakim)

Hari ini penuh dengan ilmu, mungkin itu penjelasannya, setelah siang itu dengan Ust Suherman. Malam hari Bang Adji datang ke asrama, tema besarnya Forum Silaturahim Pusat. Tema malam itu, Masa lalu dan Hari ini. Dan, saya tertegun lagi, Allah kembali mengingatkan…

Pernah ada sebuah masa dimana Asrama ini benar-benar menjadi markas pergerakan, Presiden KM, Sekjen, Menteri PSDM dan Ketua Kongres semua dari PPSDMS Bandung. Praktis rapat-rapat seolah bukan di Kampus tapi di asrama PPSDMS Bandung. Luar Biasa ! Pun ketika Bang Adji menyerahkan Newletter PPSDMS tahun 2005, saya tertegun, membaca profil peserta dengan beragam prestasinya, saya sadar, saya bukan apa-apa dan masing harus terus belajar. Memegang jaket PPSDMS memang bukan sembarangan. Bagaimana seorang Shofwan Albanna sejak kuliahnya sudah sangat produktif, bagaimana alumni lain bisa mencetak prestasi nasional dan Internasional.

Belum lagi menyaksikan paparan amalan yaumiyah setahun belakangan, Konsistensi dan Keistiqomahan memang harus menjadi fokus utama saya nampaknya.

Sebuah refleksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s