Kenapa Bahagia Dengan Amal Shaleh?

Catatan TTA (Tahsin Tahfizh Quran) 26 Juli 2013
narasumber : Ust. Suherman

Imam Nawawi : Tanda keimanan seseorang : senang ketika melakukan amal shaleh (mukmin) dan sedih melakukan maksiat.

Kenapa Bahagia dengan amal shaleh

1. Adanya balasan

“Hal jazaa ‘ul ihsaani illal ihsaan”

Apalagi balasan perbuatan baik selain kebaikan pula
(Ar-rahman : 60)

 

Bahkan Sebesar Biji Zarah pun.

“Dan barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah niscaya ia akan menerima pahalanya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan sebesar biji zarah niscaya ia akan menerima balasannya.” (Qs. Az-Zalzalah: 7-8)

Allah memberikan janji yang banyak tentang amal shaleh. Kenapa kita lebih banyak  berharap pada manusia.

Contoh sederhana adalah membaca alquran.

Dalam Al-Qur’an terdapat 323.671 huruf… Itu berarti 3.236.710 (10 x 323.671) pahala kalau kita membaca keseluruhan Al-Qur’an, atau mencapai 226.569.700 (700 x 323.671) pahala di bulan Ramadhan.

Rasulullah

“Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Rasulullah Saw. bersabda: “Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.” (HR. Thabrani)

 

 2. Balasannya lebih dari yang kita lakukan.

Shadaqah balasannya 70 kali lipat.

Maka orang-orang yang menghindar dari amal shaleh dia lah orang jahil. (Imam Nawawi)

Ketika malam berlalu tidak dengan taqarub.

Hanya orang jahil yang menghindari kebaikan.

Jangan-jangan susah menerima kebaikan karea banyak kejahilan.

 

 

3. Amal shaleh sebagai pemicu amal selanjutnya.

begitu juga dengan maksiat.

Ketika antum bisa bangun QL. Maka bisa dipastikan antum akan mengusahakan untuk shubuh dimasjid.

Ketika antum terbiasa shalat di masjid. Maka bisa dipastikan antum mengusahan rawatib.

Maka di Ramdhana yang hampir di penghujung, harusnya kita makin bertaqarub kepada Allah.

Semoga saja tadzqirah ini menjadi pengingt bagi kita, bahwa masih banyak amal kita yang tidak maksimal.

 

 

Questions-Answers

Hubungan ikhwan-akhwat di media sosial.

  1. Dilarang berkhalwat (antar dinding, twit, )
  2. Ikhtilat (ikhwan komen akhwat komen)
  3. Menjaga iffah (kehormatan diri)

Seorang mukmin harus mampu menjaga iffah, muruah, apalagi akhwat (jangan sampai mejeng foto close up)

4. Tidak membicarakan hal yang tidak penting (menahan menjaga pembicaraan).

5. Tidak mengabaikan waktu-waktu milik allah, sekalipun itu tentang dakwah. (waktu shalat, dzikir, quran).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s