Kegalauan di awal Syawal

“Output Ramadhan itu hanya diantara dua hal , menjadi manusia bertakwa atau sekedar menjadi penahan lapar dan dahaga”

 

Sejak Awal Ramadhan Ustad Suherman sudah mengingatkan tentang hal itu, wahana bernama Ramadhan ini bisa mentransformasi seseorang dari manusia biasa, menjadi manusia bertakwa, seperti di jelaskan FirmanNya dalam Al-Baqarah. Tapi, Ramadhan juga dapat tidak berarti apa-apa, persis sama seperti hari, bulan dan waktu-waktu sebelumnya, Ia hanya sekedar hari dimana kita akan menahan lapar dan dahaga, jika kita tidak siap mental, fisik dan ilmunya.

Akhirnya bada maghrib tadi sidang Isbat tegas menjelaskan esok Syawal menjelang. Time goes so fast. 29 Hari sudah Ramadhan kita lalui, entah kita sadar, siap atau tidak. Apakah kita sedih di tinggalkan Ramdhan? Atau mungkin pertanyaanya perlu diperjelas? Jangan-jangan kita sudah meninggalkan Ramadhan sebelum justru Ramadhan meninggalkan kita?

Sedih atau tidak, entahlah, yang pasti saya merasa kecewa dengan diri pribadi, saya baru menyadari betapa Ramadhan memberikan wahana peningkatan keislaman yang luar biasa. Dan saya tidak memaksimalkannya. Diawal membuat target Ramadhan, saya coba pilah-pilih agar realistis dengan waktu dan keadaan. Mana Targetan Ruhani, Mana targetan kegiatan sosial dan mana targetan prestasi pribadi.

Tapi sepertinya saya belum finish dengan pemahaman tentang managemen perencanaan kegiatan. POAC.

  • Planning
  • Organizing
  • Action
  • Controling

Hari pertama saya siapkan segalanya dengan matang, bahan, tools, dan segala persiapan yang bersifat supporting system. Tapi distorsi makna prioritas mengacaukan segalanya, arrgh.

 

1. Hafal juz xx

Seperti nya terlalu banyak maksiat, hingga akhir baru hafal halaman 1.

 

2. Tarawih Full

Tahun depan (kalo masih ketemu), harus cari masjid yang bacaan dan ceramahnya lebih bagus.

 

3. Khatam 3 kali

Belum saya cek, tercapai atau tidak, karena bacanya random.

 

4. Selesai buku notes from Istanbul

There is no Progress

 

5.  3 kali Kampung Mandiri masuk Media

3 media sudah kontak-kontakan, tinggal follow up, nunggu proposal coy !

 

6. 2 kali tulisan masuk SINDO

Haduh…

 

7. 3 kali tulisan masuk Okezone.com

Ehm…

 

Beduk dan Takbir itu kian Ramai

Anak-anak dengan semangat berburu mic

menyikut kawan-kawan

Berebut unjuk suara

Cempreng tapi penuh semangat

 

Semoga saya, Anda dan Kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.

Dan semoga, kita tidak menjadi manusia Demagogis, seperti kata Tan, mereka yang hanya sibuk mengurusi masalah kecil dan sepele.

 

Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar…..

Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

 Allaahu akbaru kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, , wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa. Laa – ilaaha illallaahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiina walau karihal – kaafiruun. Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah. Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s