Perubahan Butuh Kekuatan, Pelajaran Dari Naruto dan Gon

Akhirny Gon hanya bisa menangis, usahanya selama beberapa hari untuk meningkatkan kekuatan, bertarung dengan Knuckle dan menolong Kite gagal. Ia kalah melawan melawan Knuckle dan tidak berhak masuk menuju sarang Chimera Ant.
Pun sama seperti Killua, Ia akhirnya kalah melawan Shoot.

Dalam berbagai aspek, hal menarik dari komik dan anime manga adalah nilai yang ditanamkan didalam perjalanan ceritanya, jauh berbeda dari sinetron picisan Indonesia, atau bahkan film makhluk-makhluk aneh ala ****siar.

 

Lain Gon, lain Naruto, salah satu contoh manga paling favorit ini mengajarkan banyak hal lain yang lebih menarik. Sejak awal naruto adalah ‘anak haram’ Konoha, setidaknya itulah persepsi sebagian besar penduduk Konoha. Monster Kyubi dalam tubuhnya yang dinilai penduduk konoha sebagai pembawa bencana menyebabkan sebagaian besar penduduk konoha menjauhi Naruto. Belum lagi ditambah kenyataan Kedua orangtua Naruto ‘syahid’ ketika Ia lahir. Kesendirian ditambah sinisme sekitar menjadikan kehidupan Naruto kecil penuh kegetiran.

 

Perhatian, nampaknya itu asupan utama kehidupan seorang manusia, begitupun Naruto, kekosongan perhatian Orangtuanya yang ‘syahid’ coba Ia dapatkan dengan berbuat Onar : Mencorat-coret patung hokage adalah menu utamanya. Kebencian sebagian besar penduduk konoha terhadap dirinya akhirnya dijawab Naruto dengan sebuah mimpi,

 

“Aku akan menjadi Hokage terbaik Konoha yang diakui oleh seluruh penduduk Desa”

 

Waktu berlalu dan akhirnya naruto tumbuh menjadi seorang remaja dengan banyak teman. Kehidupan Naruto memang tidak mudah, tapi akhirnya menjelang dewasa Naruto diakui semua penduduk, penyerangan pain terhadap Konoha akhirnya berbuah hancurnya Desa yang sudah dipimpin 5 generasi ini. Naruto datang dan akhirnya mengalahkan Pain, dan semua penduduk menyambutkan dengan suka cita, selamat datang pahlawan Konoha ! Satu mimpinya tercapai, diakui penduduk desa.

 

Kehidupan Naruto tidak pernah berhenti dari ‘ghazul fikr’ : ketika bertarung melawan pain Ia harus bertarung melawan pemikiran pain bahwa dunia adalah perputaran perang dan kebencian. Pemenang perang akan menghasilkan pihak kalah yang sakit hati, pihak kalah akan menyulut kebencian untuk akhirnya kembali memulai perang dan seterusnya, infinitif! Pun begitu ketika melawan Madara palsu (Obito). Beberapa kali naruto di tanya pertanyaan yang sama,

 

“Bagaimana mungkin orang lemah sepertimu berbicara perubahan, mengalahkan aku saja kau tidak bisa !”

Dan bagi saya, scene paling monumental dalam adegan panjang Obito vs Naruto adalah ketika Naruto berhasil mencabut tusuk pengikat cakra dari tubuh para biju, dan Kurama dalam pikirannya berkata

“Lakukan naruto, lakukan seperti kau biasa melakukannya, tunjukkan dengan AKSI mu”

 

Dalam scene ini akhirnya naruto bisa membuktikan kehebatannya dengan perbuatan, sekali lagi.Inilah benang merahnya, Gon dan Naruto adalah kisah pertarungan, mereka sama memiliki mimpi baik, mimpi akan perubahan, dan kedua anime ini mengajarkan hal penting: perubahan bukan sebuah bualan semata, ia butuh power, kekuatan, kapasitas dan jaringan atau bahasa kerennya, kolaborasi.

 
Racauan Siang, baru nonton HunterXHunter episode minggu lalu.
Saraburi Province, Thailand 18 Agustus 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s