Hari 7 Turki : 1 Hari Jalan Kaki, Eropa-Asia ! (part 1)

Bis mulai melaju , sangat jelas dari kaca Jendela otobus itu saya dapat melihat aktivitas masyarakat Istanbul  di hari Selasa itu, matahari sedang terik, bertengger di punggung langit, tapi udara cukup bersahabat dengan kami warga Indonesia. seperti hari-hari sebelumnya, Otobus ini selalu ramai penumpang, dan saya harus rela kembali berdiri. Berbeda dengan Indonesia, Sistem pembayaran transportasi Istanbul mengandalkan Sistem prabayar, dengan sebuah kartu bernama Istanbul Card, penumpang dapat bepergian dari satu tempat ke tempat lain di Kota ini dengan harga 2 TL.

Tujuan kami hari ini adalah Bosphorus Bridge, sebuah jembatan yang memisahkan Turki bagian Eropa dengan Turki bagian Asia, tema besarnya : 1 Hari Jalan Kaki, Eropa-Asia !

Tujuan pertama kami Galata Tower, ya, meskipun kemarin saya sudah mengujunginya, hari ini kami pergi kesana lagi, karena teman2 saya belum kesana, oiy, hari ini saya pergi bersama-sama : Iqbal, Candra, Jhovy, Ulan. Dari Halte depan Eyub Sultan Kami naik Otobus, perjalanan siang itu cukup menyenangkan, bus berjalan perlahan dan menebas Golden Horn, berputar dan akhirnya kami turun di Galata Bridge. Di Galata Bridge ini kami bertemu iring-iringan pendemo Save Gezi, sepertinya mereka hendak menuju Taksim Square tempat dimana konsentrasi massa aksi berada.

IMG_3644

Hari hari itu, Istanbul sedang bergejolak, kebijakan pemerintahan Erdogan yang akan mengubah area Taman Gezi ditanggapi negatif beberapa golongan. Isu Aksi penentangan ini juga justru meluas dari sekedar menentang kebijakan pembangunan pusat perbelanjaan di Taman Gezi menjadi penentangan terhadap pemerintahan Erdogan.

Sedikit mengambil gambar diatas jembatan itu, kami melanjutkan perjalanan menuju Galata Tower, saya yang kemarin sudah berkunjung, akhirnya menjadi guide penunjuk jalan. Siang itu Galata Tower lebih ramai dari kemarin, beberapa turis terlihat asik mengambil gambar, yang lain sepertinya asik mengistirahatkan tubuh, dampak curamnya jalan menuju Tower ini.

Berbekal peta Istanbul, kami memutusukan memilih rute menyusuri pinggir selat bosphorus. Berjalan ditengah kota pencampuran budaya Eropa Asia ini menjadi begitu unik. Turki adalah sebuah anomali, negara sekuler dengan mayoritas penduduknya muslim, masyarakatnya sangat senang jika bertemu Turis muslim.

Indonesia?  Muslim ? Subhanallah, MasyaAllah…

Begitulah gambaran respon mereka dalam beberapa interkasi saya. Bahkan tak jarang mereka akan mengajak Anda ke rumah mereka hingga mentraktir Anda makan. Namun di satu sisi mereka (sebagian) juga hanya sebatas itu, mereka melupakan kewajiban mereka terhadap sang Pencipta, shalat. Itulah sekedar gambaran yang saya dapat dari mengobrol dengan rekan KJRI.

Perjalanan kami terhenti di salah satu masjid, Mimar Sinan Camii. Entah kenapa dinamakan Mimar Sinan. Mimar Sinan adalah arsitek kawakan yang menelurkan banyak karya besar dalam arsitektur Istanbul, sebut saja Blue Mosque, Sulaymen, hingga Beyazit Camii. Suasana sunyi dan kerlap kerlip lampu gantung menjadikan masjid ini sangat cocok buat tidur.😀.

Interior Dalam Mimar Sinan Camii

Interior Dalam Mimar Sinan Camii

Mimar Sinan Camii

Mimar Sinan Camii

Perjalanan kami masih panjang, setidaknya itu yang dikatakan peta. Perjalanan kami terhenti kembali di sebuah pinggir laut, langsung berbatasan dengan Selat Boshporus, Indah ! Dan semakin Indah karena di seberang sana kami bisa melihat jelas daratan Turki bagian Asia. Serasa mimpi ! Tempat kami berdiri adalah Eropa dan di Seberang sana adalah Asia, yeah, inilah Turki, Negeri 2 Benua.

Selat Boshporus menampakkan kepongahannya, biru dan bergelombang, ditambah terpaan sinar matahari, membuatnya sangat anggun. Disinilah tempat dulu pertarungan pasukan Alfatih dan Romawi, inilah selat yang memisahkan 2 rindu Asia dan Eropa, Nice !

Selat BOSPHORUS :)

Selat BOSPHORUS🙂

Berlatar Seat Bosphorus

Berlatar Selat Bosphorus

Dan, di bawah sana, terlihat seekor bebek pemecah rekor, ya, mungkin itulah satu-satunya bebek yang pernah berenang di selat yang memisahkan dua benua. Haruskah saya mengikuti jejak bebek tersebut memecahkan rekor? Ah, sayang saya tidak bawa baju ganti, dan itu tempat publik..:D

Tidak jauh dari tempat kami berhenti, kami tertarik dengan sebuah gerobak unik, dari tampilan gambar di salah satu bagiannya kami tahu bahwa itu adalah tukang Eskrim, tapi Ia tampil anti mainstream, selain lebih ganteng dari tukang eskrim di Indonesa, Ia tampil sangat aktraktif ketika melayani pembeli, meliuk-liukkan tangan, memasukkan centok eskrim kedalam tong es, berputar, lincah! Ia selalu beratraksi akrobat tangan dalam melayani pembelinya. Kami seolah dihipnotis dan akhirnya tertarik juga untuk membeli, harga eskrim ini 2 TL, lumayan. Disana kami juga bertemu kawan-kawan negeri sebelah, malaysia!

Penjual Es Krim di Pantai Selat Bosphorus

Penjual Es Krim di Pantai Selat Bosphorus

Tukang Es aja Ganteng :)

Tukang Es aja Ganteng🙂

Bersambung..

@dennyrezak

One thought on “Hari 7 Turki : 1 Hari Jalan Kaki, Eropa-Asia ! (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s